SUNGAI
Lihatlah zahirnya, arus keras memulaslepas, deras melemaspulas tubuh-tubuh yang berumbangambing, melambunghempas. ke getar menggegar debar. Ia bukan lagi tentang api, tentang gendang angin, tiada lagi sketsa malam yang menyiat rembulan,tiada lagi tangan yang terlupa merapatkan daun pintu, sebahagian kisah lalu lenyap semadi dalam keranda masa, sejumlah kisah lain telah berulangkali kita hanyutkan di lantai sungai di dalam perahu-perahu kertas yang pernah kita campakan dan pada akhirnya lebur oleh denyut air.
Menyusuri sungai ini, akan ada olak tak terduga, jeram mencuram, batuan dan tebing-tebing tajam, akan ada jelmanya di mana-mana. Sementara perahu mudik menyusuri lagu waktu, tidurlah, pejamkan debarmu, dengari lagu angin yang singgah di pohon rendang atau gemersik syair air yang mengalir di celah batuan hijau, di sana sebelum senja luruh, di hujung hentian, tali perahu akan ditambatkan.
Feb 2013
Lihatlah zahirnya, arus keras memulaslepas, deras melemaspulas tubuh-tubuh yang berumbangambing, melambunghempas. ke getar menggegar debar. Ia bukan lagi tentang api, tentang gendang angin, tiada lagi sketsa malam yang menyiat rembulan,tiada lagi tangan yang terlupa merapatkan daun pintu, sebahagian kisah lalu lenyap semadi dalam keranda masa, sejumlah kisah lain telah berulangkali kita hanyutkan di lantai sungai di dalam perahu-perahu kertas yang pernah kita campakan dan pada akhirnya lebur oleh denyut air.
Menyusuri sungai ini, akan ada olak tak terduga, jeram mencuram, batuan dan tebing-tebing tajam, akan ada jelmanya di mana-mana. Sementara perahu mudik menyusuri lagu waktu, tidurlah, pejamkan debarmu, dengari lagu angin yang singgah di pohon rendang atau gemersik syair air yang mengalir di celah batuan hijau, di sana sebelum senja luruh, di hujung hentian, tali perahu akan ditambatkan.
Feb 2013