Showing posts with label Nur Ima. Show all posts
Showing posts with label Nur Ima. Show all posts
Friday, 23 December 2011
Thursday, 22 December 2011
~TERIMA KASIH ATAS CINTAMU~
Kau ajarkan aku makna kasih dan sayang
Kau jebak aku dgn kemesraan tak terbilang
Sekerdip bintang-bintang menyaksikan bahagiaku
Malam tersenyum melihat wajah riangku
Kau teteskan cahaya cinta disukma
Taman hatiku telah kau lingkari bunga harum semesta
Hingga berserak keharumannya menembus seluruh jiwa raga
Terima kasih atas cinta yg kau beri dan kini aku bahagia
Aku menyayangimu duhai CINTA
Friday, 9 December 2011
~KAU TINGGALKAN AKU DENGAN KESAN LUKA~
Kehilangan ditinggalkan dirimu suatu penyiksaan
Jiwaku yg sendu menari dalam perasaan
Aku berusaha berpayung pada segala kesedihan
Kelukaan dan kecewa tersimpan dibalik nurani kekosongan
Kuraba bahagia dgn kebutaan cinta
Sunyiku hanya berdinding gelap gelita
Bernada alunan sedih dan hampa
Lukaku bermusuhan dgn duri tajam yg kau tikam didada
Thursday, 8 December 2011
~KAU DIMANA~
Dahulu rembulan selalu cemburu melihat aku
Dibawah langit bulan melihat kita beradu rindu
Semua nya indah tanpa ada siapa yg menggangu
Namun kini kau hilang tanpa kulihat kepergianmu
Kini rembulan menertawakan aku
Seakan begitu riang melihat sayu wajah ku
Teganya engkau membiarkan aku sendiri
Kemana akan ku bawa serpihan lara hati ini
Sayang dimana kah kau berada kini
~KAU CINTAKU~
Aku menyayangimu dari awal kita bertemu
Aku menyayangimu dari kaki hingga kepalaku
Aku menyayangimu melebihi sayangmu padaku
Betapa aku menyayangimu duhai kasihku
Dengarlah ikrar dari kata hatiku
Kau Lihatlah pada wajah rembulan dilangit biru
Ku anggap wajah itu adalah wajah kamu
Tak pernah leka kupandang walau semalampun
Aku bersumpah pada detik malam yg berlalu kau adalah CINTAKU
Wednesday, 7 December 2011
~AKU MENANGIS KERANA RINDU~
Duhai sang senja temanilah kesedihanku
Aku sendiri tanpa kekasih disampingku
Mahu kah engkau hilangkan sayu dihatiku
Mahu kah kau usir pilu didadaku
Duhai senja sudikah kau sampaikan rinduku
Katakan padanya aku tak mampu hentikan tangisku
Raba lah hatinya supaya tersentak mengingat aku
Bisik kan ke hatinya disini aku rindu menunggu
~AKU TANPA KAMU~
Kutelusuri gelap malam tanpa dirimu
Kupapah hati sepi tanpa belaian mu
Kusimpan wajah sedih di kedua telapak tanganku
Lantas Berlinang air mataku tanpa kau tahu
Aku menangis apakah kau tahu
Aku merindu apakah juga kau tahu
Aku sunyi adakah kau tahu
Tidak,Kau tidak pernah mahu tahu bagaimana aku tanpa kamu
~SEMUGA AKU TAK SALAH MEMILIH~
Aku percaya tiada yg paling lumrah dalam berjabat tangan
Selain bertemu dan berpisah dikehidupan
Riang dan derita,bahagia dan nestapa sudah diletak tangan
Harapan dan impian kerap selalu mengaburi fikiran
Beban perasaan tak tertanggungkan lagi
Dirimu ingin ku miliki hingga ke mati
Aku ingin lenteramu menerangi malam-malamku yg gelap sepi
Namun Serangkai fikir mengelus bimbang dalam hati
Tak henti tanyaku dalam hati adakah dikau yg terbaik buat diri
Monday, 5 December 2011
garuda, harimau malaya
garuda, harimau malaya
sama gagah sama berbisa
saksi keangkuhan alam
saling mencakar terkam dalam geram
garuda simbol penuh pesona
penuh percaya diri
energetik dan dinamik
terbang gagah menguasai angkasa
kau lambang pemberani
harimau malaya simbol ketangkasan
pintar membawa diri
suka menguasai
tangkas penuh berani
tiada takut dalam kamus kehidupan
tahniah Harimau Muda
cuba lagi Garuda
*serumpun berpesta dalam olah raga ;)
~BISIKAN RINDU~
Rindu bertalu menikam sukma..
Jiwa meraung rindu bersua..
Berapa lama memendam rasa..
Hendak kucurah kau jauh disana..
Kutunggu pagi kinipun tiba..
Setelah malam merajut duka..
Tak lena tidurku mengingatmu duhai puja..
Menanggung rindu tiada terkira..
Pelangi jingga berseri merona..
Laksana kilau sang mutiara..
Aku disini menanti mu Cinta..
Sekian lama berteman lara..
Thursday, 17 November 2011
~SIAPA YG MAMPU MENGUSIR SEPIKU INI~
Andaikan awan-awan dilangit bisa turun kebumi..
Pasti dia akan membungkus diriku yg dihujani lara hati..
Kerana dia mengerti akan kekejaman sang angin dimalam ini..
Bukan saja dingin malah Badai sunyi sepi membasahi anggota diri..
Andaikan malam dapat bicara..
Pasti ia akan menyampaikan raungku dalam dada..
Bagaikan teriak kan sang bayi sedang dahaga susu ibunda..
Begitulah ku ibaratkan diriku kini suaraku tak bergema..
Namun gelora hati yg diterpa sepi mencekam raga..
~Menyesal~
Sendu angin melantun pilu
Perpisahan memang harus tercipta
Kerana kau tak pernah cuba untuk setia
Di tengah malam yang hening
Menyesal tak sudah
Menyesal aku mengenalimu
Menyesal aku menyayangimu
Menyesal aku menyintaimu
Biarlah begini akhir cerita cinta ini
Biarlah cinta itu pergi
Kerana ini yang terbaik untukku
Segalanya sudah tidak bermakna lagi
Biarlah malam-malamku tanpa terhias purnama
Biarlah suramnya tanpa setitik cahaya
Biar benderang itu pergi jauh
Penantian mu..
penantian mu..
walau masih jauh tibanya
terasa olehmu kini nyatanya
kau sedari apakah disebaliknya
tanpa menanti tiba detiknya
itu ku ingini..
mahu ku agar kau sedari
segalanya telah terluah sepi
waktu dulu tiada ertinya lagi
bayangan bagaikan mimpi
antara kita..
tiada sirna sebuah bahgia
terbit cuma kabus berdebu luka
itu pinta hatimu tika bersama
ku terima walau tersiksa jiwa
berakhir segala..
usah menantikan hadirnya waktu
menyingkap kenangan musnah impian
biarkan berlalu dihanyut gelora
tidak ku berpaling pada cinta luka
~SELAMAT PAGI PEMILIK HATIKU~
Dari dalam sel rindu yg menghimpit hati..
Aku lemparkan ucapan melalui desiran angin pagi..
Jiwa ini terkepung oleh rasa kasih yg kau beri..
Kepadamu disana ku ucap selamat pagi..
Kupercik kan kehatimu cahaya pelangi..
Dibalik cahaya itu tersimpan cintaku yg suci..
Semuga kau dapat menghargai kasih yg kuberi..
Balaslah pelangi itu dgn sinar mentari untuk ku disini..
Saturday, 12 November 2011
Saat melihatmu..
saat melihatmu..
aku terpegun..
dunia seakan berhenti buat seketika..
saat bersamamu..
aku teruja..
dunia seakan dipenuhi kebahagiaan..
saat melepaskanmu..
aku terkilan..
dunia seakan gelap gelita buatku..
saat meninggalkanmu..
ak pasrah..
tanpa rela air mataku berlinang ..
kalau sesaat kau dapat rasakan semua ini..hanya sesaat..
Thursday, 10 November 2011
Andainya bisa...
andainya bisa...
ku dakap erat kasih hatimu
ku belai lembut rindu jiwamu
ku usap gemalai cinta sucimu
namun ku tak bisa...
kasihmu bukanlah untukku
rindumu bukanlah buatku
cintamu bukanlah milikku
ku mengerti...
adanya terbaik untukmu
melebihi keikhlasan hatiku
adanya terutama buatmu
melebihi kesempurnaan jiwaku
ku pasrah...
mendoakan keabadian cintamu
memohon kebahagiaan kasihmu
melalui indah layaran kerinduan
merentasi damai gelora syurgamu
Wednesday, 9 November 2011
Sejauh ku berlari
Sejauh ku berlari meninggalkan dirimu
Masih bayangmu yang menawan
Sekuat ku mencoba melupakanmu kasih
Lalu mengapa ku tak sanggup
Adakah waktu tak berpihak
Atau memang sudah jalannya
Untuk kita terpisah selamanya
Ku tak percaya kita terpisah karena berbeda
Lalu kemanakan ku cari
Ku tak percaya kata cinta tak harus memiliki
Lalu mengapa hati terasa sakit
Sekeras ku berfikir mencari alasannya
Semakin jauh ku terluka
Adakah waktu tak berpihak
Atau memang sudah jalannya
Untuk kita terpisah
Hanya ada kenangan
hanya ada kenangan
dan aku duduk diantaranya
kita menghitung jarak
sejauh mana luka membentuk kata-kata?
meski kerap kueja satu-satu
masih tak dapat lagi kumengerti
waktu seperti peta paling tepat menuju pulang yang entah
akhirnya biar detak jantung yang sembunyi
mengirim hening sunyi kehujung hatimu
menulis arah pada gelisah kita yang tak tentu
kenangan yang mungkin tak sempat kau tanam dalam ingatan
Friday, 4 November 2011
KASIH TAK SUDAH - by ~ Nur Ima
Tangis sedu deru bayu
Gundah pilu didalam kalbu
Getar jiwa dendang merindu
Padamu Kanda oh kasehku
Ku merintih nada jiwa
Tanda hati dilanda kecewa
Cemas debar kasi mesra
Tinggal kenangan dalam peristewa
Sayang disayang pujaan sayang
Cinta yang murni ku ujikan
Orang dikenang kian menghilang
Melepas kaseh hanya dikhayalan
Ingin hati sayu gundah
Mengenang kaseh tak sudah sudah
Jiwa sedih gelisah rasa
Didalam suasana ku gelisah
Thursday, 3 November 2011
~HATIKU TERLUKA~ - by ~ Nur Ima
Pernahkah kau merasa andai hatimu terluka
Luka tersimbah dusta serta disiram cuka
Ada luka dalam hatiku sakitnya tak terkata
Dadaku kini berdarah pedih tak dapat kutahankannya
Kini jiwaku lumpuh bagai raga tak bernyawa
Aku masih mampu bernafas tapi hatiku mati bersama asa
Sampai hatimu meracuni hatiku dgn cinta berbisa
Cinta didada telah sirna yg tertinggal kini aku murka
Subscribe to:
Posts (Atom)