Showing posts with label Bang Thogarr. Show all posts
Showing posts with label Bang Thogarr. Show all posts

Thursday, 8 December 2011

Maaf ku untukmu

Maaf ku untukmu wahai
para pencaci gelora
cintaku.
Seandainya kau bersikap
adil takkan kau cela aku.

Kini kau tahu keadaanku,
pendusta pun tahu
rahasiaku.
Padahal tidak juga kunjung
sembuh penyakitku.

Begitu tulus nasihatmu
tapi tak kudengar
semuanya.
Karena untuk para pencaci,
sang pecinta tuli
telinganya.

Aku kira ubanku pun turut
mencelaku.
Padahal ubanku pastilah
tulus m'peringatkan ku.

Wednesday, 7 December 2011

laknat kah aku

laknat kah aku
jika aku terantuk batu
menyebut nama Allah

laknat kah aku
jika aku menyayat
kevirginan

laknat kah aku
jika aku mulai
menggombal atas
nama diriku sendiri

laknat kah aku
jika aku mencampuri
urusan orang lain

laknat kah aku
jika aku takut akan
syetan

laknat kah aku
jika aku hanya
berpura-pura

laknat kah aku
jika aku menunggu yg
tak mungkin

laknat kah aku
jika aku makhluk
special

laknat kah aku
jika aku mulai beriman

Wahai Sang Penguasa
Takdir
pantas kah aku
membanggakan Mu

Monday, 5 December 2011

Kala membayang

Kala membayang
terang rembulan
merenung
menjadi
makna harapan

waktu kecil
adalah kedamaian
saat remaja
masa pematangan
jiwa

kini kutatap cermin
kedewasaan
ku kerutkan keningku
seraya aku berkata pada bayanganku

belajarlah
dari perjalanan
hidupmu
raihlah cita- citamu diatas bintang
persia

dan jadilah
dirimu dalam
sebuah jati diri

Pohon besar

Pohon besar
ditanah gersang
Saat hujan Menerjang

Dia jatuh dengan
terlentang
Dimakan rayap
terlapukkan

Jadikan semua
tak berdaya

Semuanya
menjadi satu
Tidak terkenali lagi

Saturday, 3 December 2011

Saudaraku, ingatlah MATI….

Sesungguhnya Dia adalah janji
yang ditepati
Tapi mengapa kau tak pernah peduli
Engkau lebih memilih dunia
yang hina ini…

Dalam doa kau meminta
khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan
dunia tak terarah
Kau masih mencari dunia yang
belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu
meraih Jannah…

Setiap nafsu yang kau
hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua
gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam
pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan
dan mimpi indahmu…

Gelap matamu akan nasib di
akhirat nanti
Ketika ditanya apa yang kau
kerjakan selama ini
Ketika ditanya apa yang kau
kerjakan selama ini
Ketika ditanya apa yang kau
kerjakan selama ini…

Nanti kau akan ditanya
sendiri-sendiri
Kau pun tidak akan dapat
melarikan diri
Dari panas dan teriknya
matahari
Dari Dosa-Dosa yang kau
lakukan setiap hari

Thursday, 17 November 2011

Mencoba sekuat hati

Mencoba sekuat hati
Menanggung galau bukan
sendiri
Melepas mimpi bidadari
Merenung bersama sahabat
sejati
Membahas hati nurani
Membentuk kuat jati diri

Mencoba membalas kejam mulut
palsu
Namun pasrah mengindar biar
waktu
Biar waktu yang beri lalu
Biar lalu hingga terlupa aku
Terlupa aku akan bidadari bisu
Bisu terpasung cabik pilu

Lalu aku tertawa nyaring
bersama kawanku
Karena sempat bersama bidadari
meski bisu
Berteriak girang tiada lagi pilu
Meski teringat nanti
galau
Biar nanti dendang lagu
Teringat pilu berganti
senandung merdu

Berdiri aku di senja senyap

Berdiri aku di senja senyap
camar melayang menepis buih
melayah bakau mengurai puncak
berjulang datang ubur
terkembang

Angin pulang menyejuk bumi
menepuk teluk menghempas
emas
lari ke gunung memuncak sunyi
berayun-alun di atas alas

Benang raja mencelup hujung
naik marak menyerak corak
elang leka sayap tergulung
di mabuk warna berarak-arak

Dalam rupa maha sempurna
rindu sendu mengharu kalbu
ingin datang merasa sentosa
mengecap hidup bertentu tuju.

Ini nasi yang kusuap

Ini nasi yang kusuap
pernah sekali menjadi padi harap
melentok dipuput angin
pokoknya kerap
tenang berisi tunduk menatap

Ini butir nasi yang kukunyah
sedang kutelan melalui tekak
basah

jadi dari darah mengalir
dalam badan gerak berakhir
Angin kencang mentari
khatulistiwa
membakar raga petani di sawah
panas hujan dan tenaga masuk
kira
dan nasi yang kusuap campuran
dari manusia

Ini budi yang kusambut
pemberian lumrah beranting dan
bertaut
ini nasi hasil dari — kerja
kembali pada siapa yang patut
menerima

Jadi yang kumakan bukan
berasal dari nasi
tapi peluh, darah, dalam isi
mengalir pasti
jadi kutelan bukan berasal dari
padi
tapi dari urat dari nadi seluruh
pak tani

Thursday, 10 November 2011

Cinta

Cinta dapat dimiliki, 
kalaubisa saling dimengerti…

Cinta dapat dimengerti,
kalau bisa di pahami…

Cinta dapat dipahami,
klau bisa dipercayai…

Dan cinta dapat meracuni,
kalau tak bisa dipercayai…

"WANITA YANG MENUNGGU PAHLAWANNYA"

Di Dunia yang luas tanpa
beranda,

Tersebutlah seorang wanita
yang menantikan
pahlawannya,

Kembali dari medan laga,

Menantikannya hingga
malam purnama..

Bagaikan pedang rasul yang
memberikan petuah suci
tanpa satu dustapun,

Di Dunia luas yang tanpa
beranda,

Di dalam raga si wanita yang
menungu pahlawannya.
..

Wednesday, 9 November 2011

Kepastian

Ketika kupaksa
mata ini terpejam
Justru hati terus
cerita
Bicara tentang
kesepian malam
Tentang matahari
yang telah
tenggelam

Kesepian adalah
pengharapan kasih
Sedang tenggelam
adalah masalalu
Saat akhir tidak
berarti
kebahagiaan

Perasaan menjadi
terlukakan
Kan kucari
mutiara ketulusan
Kristal mujarab
penawar kepedihan
Sungguh, hanya
sang dewi yang
memiliki

Sebelum fajar di
ufuk timur
menjelang
Kupastikan sang
dewi adalah
penentuan
Kesembuhan atas
sayatan luka-luka
ini

Thursday, 3 November 2011

“Cinta terlarang” - by ~ Bang Thogarr

Tangis sendu mengiringi diriku
tuk yang ku rindu
Lepas tanganmu tak melepas
harapanku
Tiada kata tuk berpisah
Sedih hati menambah resah
Lamunan hatiku menunggu
dirimu
Sayu sembilu………

Tanpamu ku rasa semu
Menunggu yang ku rindu
Harap tuk bertemu,tak mungkin
jua tuk bersatu
Segala cinta yang ada,terlarang
adanya
Tumbuh cinta dalam cinta
Tersirat hasrat jiwa,hati yang
merana

Wednesday, 2 November 2011

~ Arti Sempurna~ - by ~ Bang Thogarr

Dunia… dunia…!
...
begitu indah dipandang,
berjuta warna
menghiasinya,

lembaran kehidupan
penuh dengan aneka ragamnya,
memenuhi segala yang ada.

Terkisah

dalam panggung sandiwara kehidupan.
Mencoba sang pujangga

merangkum kata kata
dari makna yang ada
tapi jua tak cukup tinta
menggoreskan penanya,
untuk menuliskannya.

Dari segala yang ada

tidak hanya
sebagai pandangan mata belaka.

Dari segala yang ada,
tersirat berjuta
juta makna,
bahkan tak terhingga
dari semua yang ada.

Tuesday, 1 November 2011

Yaa Robbi - by ~ Bang Thogarr

Aku……… Pengemis……….
Langkah kakiku terayun
Berhias senyum
Bersama indahnya pagi
Mencoba mengejar mentari
Perlahan menelusuri makna
hidup yang sejati
Mencari arti perjalanan ini

Bersatu dengan hati
Mencari jawaban yang pasti
Terhenti langkahku
Sekejap hilang senyumku
Sekejap meritih hatiku
Terlihat jelas pengemis di
depanku

Ku terdiam….
ku terpaku……
Terhanyut dalam perasanku
Seakan pilu bersamaku
Bilamana ia aku…..

“Air mataku membeku bersama salju”
“Remuk tulangku bersama itu”
“Bergelut waktu, beginilah aku”
“Tak tertahan irama perutku”
“Mengharap kasih sekelilingku”
“Tuk hidup dari sebagian hidupku”

Yaa Robbi beri baginya
kelimpahan rezki
Tak terhingga arti dari
persinggahan ini
Membuka hati nurani

Mencoba mengerti
Ku bersyukur atas segala nikmat
yang Kau beri

Yaa Robbi. .

Aku di dalam Aku - by ~ Bang Thogarr

Semua tanya adalah hidup.
Semua jawab adalah diri.
Tak ada jalan tanpa celah
berlubang dan kerikil tajam.
Tak ada ke berhasilan tanpa
pengorbanan.
Tak'kan ada hidup tanpa airmata
dan canda.
Tak'kan ada senyum tanpa ke
ikhlasan.
Tak'kan ada amarah tanpa
sebab.
Dan tak'kan ada galau tanpa
keraguan.

Semua itu ...adalah perjalanan
hidup.
Semua itu ...adalah proses
penjatian diri.
Semua itu ...adalah bunga
kehidupan.
Yang silih berganti menghiasi

Aku di dalam Aku


Sunday, 30 October 2011

Ketika menyebut kata cinta - by ~ Bang Thogarr

Ketika menyebut kata cinta,
Aku kurang tau
apa itu cinta
Cinta itu yang bagaimana
...
Cinta itu seperti apa

Cinta… apakah ia ?
kata yang selalu
di puja puja tanpa tau makna di dalamnya
Cinta di kata biasa,
begitu sederhana,
menggugah mulut
begitu mudah melontarkan kata
cinta

Cinta… apakah rasa ? terdalam dari hati berbalut sayang,
melengkapi elegi elegi kerinduan,
penyambung tali
piramida kehidupan

Cinta yang bukan hanya sebagai
sasaran cumbuan dgn segenap ayuan,
atau itu
mungkin sebagai hiasan dalam
kalimat percintaan,..

bukan,..!!
bukan,.. !!
orang bilang bukan.

Cinta… dari berjuta juta pengagum cinta,pastilah cinta
adalah raja diraja,
begitu setia
mengayomi hati punggawa
punggawanya,
begitu menyatu
dengan hati
pengagumnya,
melekat di hulu
kehidupan menitik tengah
kebahagiaan.

Cinta.. apakah ia ? seutas benang
sayang tak terlihat yang
mengikat kasih setiap
insan,
jembatan hati yang kokoh
dari laki laki dan perempuan
yang mampu membuka
lembaran baru romantika
kehidupan.

Dari kata kata yang tertulis di
lembaran layar,
tak ku temukan
juga makna cinta,
ku lelah
mengeja kata kata cinta….

Bagaimana bisa….. bukankah ku
menulis dgn cinta…?
Karena cinta,,,,,

Lantas,,,,?