Showing posts with label Rajendra Nath Tagore. Show all posts
Showing posts with label Rajendra Nath Tagore. Show all posts

Thursday, 22 December 2011

GELORA GHAIRAH

Pagi yang di hempas rindu
berkecang seribu jasadku memerkah
engkau balut-lah nyawaku dengan sejadah
pada gumal peluk merebah
jatuhkan kasih-ku pada kasur melatimu
kita corak cinta tanpa noktah
hingga ranjangku menjadi merah
merah dan merah....

O tautan bibir-pun menyulam lidah
berdenyut jutaan zikir menjerit ke langit
merintih asyiknya mengelus sayap simuragh
tertumpah indah ke pipi merak
kemilau peluhnya menitis basah

Aku atau Engkau yang di mamah ghairah
merangkul menciumi ayat-ayat mutasyabihah
memakna suratul waqi'ah dengan nyala indah
terpukau dalam elus jambak dadamu yang mula berombak
ku-daki tubuhMu hingga ke dahi
ku-kucup dua keningMu melengkung pelangi
ku-hirup rahasia sorgawi yang mula mewangi
ku-tancap hatiMu ke Diri

kekasih..
aku enggan bangun di peraduan muroqobah
jalaran darah yang mengobar asmaraku menutup semua arah
tersatu-lah dakap kita tiada lagi terpisah

aku menyerah
bila kemarahan rindu terkibar di puncak
gigil jelira api cinta tak mampu ku-endah
aku pasrah
terbakar
mengelepar
rebah
dan terpecah

di musyahadah muqobilLah..!

Rajendra Nath Tagore

Sunday, 11 December 2011

Barangkali

"Barangkali tak bisa ku-miliki cinta
barangkali dlm mimpi cuma...
namun segala yang lahir dari puisi adalah rasa,
hanya ku-harapkan,
pertemuan tidak terduga ini, berkembanglah menjadi mimpi...
dan aku menunggu, semoga ada cahya buat kita di mahsyar,
duhai sygku..."

KUCUPAN HAKIKI

Gerabak awan pun menangis
tanpa angin mengusung kelabu rindunya
suram diam berdoa
moga tika waktunya menumbuh sayap biru
tidak lagi menunggu angin,
untuk mengejar kasih putih di lembar langit
memintal benang cinta untuk hamparan sujud

menggema syukur
tasbih di hambur
airmata di cucur

teralir bening di darah tahajud
melingkari tujuh sukma di kabus Ruh
lenyap gumpal maya di simpuh zikirnya
menjala bondong cahaya ke ubun-ubun

berserak lah ismu khafi
memahat makrifat ke bujur qalbi
mencari diriNya laisakamislihi syaii'
rendahkan-lah dahimu
hingga ke tumit kaki
lalu kucup-lah seberkas hakiki
di telapak tangan yang mewangi
di diri seorang Sufi


Rajendra Nath Tagore

Thursday, 8 December 2011

IMPI ADAMKU

Ujung hatiku merintih
mengetuk pintu malam
Di serambi jiwa
satu wajah hawa menenun mimpi
memintal sepi

Duhai Hawa
cintaku terbakar dan diriku berdenyar
bilakah turun dari bahtera waktu
sepiring rindu masih hangat
sebelum pagi bersujud
di ujung bumi
dan kita berlari
mengutip setanggi
membakar wangi
sebuah impi

~NIRVANA KITA~

kamu lihat & semat
arca bianglala tanpa sepatu ber-JALAN
apa yang Ia jaja dalam kembara?
bila dalam lelah bersandar pada pohonan rindu
seruling sepinya di ayun antara daun
dan luruh-lah bunga-bunga kasih
menghampar tidurnya untuk terus bermimpi
tentang bidadari yang menyuapi-nya cinta!

Kekasih
sutera jiwa-mu ku-tatap
yang kau lorek benang-benang puisi dari hati
lalu di dunia cuma ada Aku Engkau
Engkau Ombak Aku Pantai,
setia menanti elus-usap ombak rindumu membuai
dan bila tengkujuhmu membadai
kau hempas nafasmu ke putih pantaiku
"AKU CINTA PADA-MU"

Kejang pasir-ku terlandai
ombak basahmu mengucup pantai
bagai merah marikh, zuhal-ku mencair
bagai dupa yang mengasapi mentera,
aku lah bara aku lah nyala
nafas kita pun menyatu menjadi nyawa
hela debarnya hilang tersirna

Aku keluar dari kelonsong makna
bagai rerama mengepak setia
ber-SATU lah Kaf & Nun
memecar-lah rindu
ku-tulis antara dua keningmu
AKU CINTA PADA-MU

mengalir-lah Ruh
dari Piala hakiki
meneguk anggur dari tangan Khawajaki
agar Engkau mengerti
jawapan-ku sejati


~Rajendra Nath Tagore

Tuesday, 6 December 2011

JUJUR

"Apakah kamu menerima cintaku ?"

... ~ kenapa dengan kau?.... bertanya sedemikian rupa...?

~ Tidakkah kau tahu..berabab lama, kasihku hanya padamu...??

"jujur?"

~ Umpama beburung yang terbang ke sana sini..hinggapnya hanya untuk satu dahan ...

~ begitu juga hatiku...walau beribu yang datang..tidak sama dengan kamu seorang...

~~~ ya, aku jujur.


lalu,
bibir menggamit Engkau
pintu pun kau buka
lingkaran akan bermula
kompang rindu terpalu kasih
dengan nazhom Pengantin Jiwa

mengalir-lah Nil
BA ku menyimpan Fatihah

"Ih dinos-sirotul mustaqim...."

gema-lah malam-malam cinta
ku kucup mawar yang masih lena
menanti Taj Mahal mu terjaga
rantailah kaki-ku, atau nanti lari-ku ke Andalusia
airmataku di sana pada tadah doa
dalam lingkaran dansa
antara kita
di puncak asmara!

Rajendra Nath Tagore

Monday, 5 December 2011

GELORA NIRVANA

Dari cecelah basah jiwa mawarmu
ku titi sayat duri pada tanjak tangkai ruhmu
berkabut selumbar rindu melekat ke hatiku
ku cabut satu-satu pada merkah kulit

terlimpah darah
pecah
terbelah
terkoyak

ku terjah mengucup kasih merahmu
pada leleh larva asmara
membara
bergelora
penuh jelira
menjalar rasa
meledak cinta!

ombak apa yang membadai kita
di cerun-cerun alun
hingga kita terkial
terbuai
terpusar
dalam merengkuh saujana nirvana
di pelaminan baqa!

Rajendra Nath Tagore

Thursday, 17 November 2011

SELENDANG HITAM

Gerbangan apa tiba-tiba melayang
berjuntaian cindai-cindai puisi terlarik awan
rindu pun berterbangan ke sarangan kasih
bergelora-lah mega, jika maya itu sukma,
kau jalarkan se-ungkai makna
aku yang masih di peniduran,
terbangun oleh mimpi kenangan!

Selendang Hitam pun berjalan
mencari pantai cahaya bulan pada menyeduh kerinduan
mengintai huruf-huruf kepiluan dogma khatulistiwa, pada tegak cinta
terbelah kesaktian ajian Ratu Roro Kidul pada laut temaram
Oh lambai-lah Tangkuban Perahu pada misteri di Borobudur
aku di mabuk cinta meneguk cairan anggur hitam
memecar alir darah menulis Hu Allah

Meranum lagi diksi puisinya yang manis
mencacah parut dalam, dzauk-ku menyembah zaman
harga apa yang perlu ku-bayar untuk cinta
kalau permata dari cengkerang kasihmu tertanda cahaya
menderap dansa lagikah kita di Konya?
mengitari ismu-ismuNya untuk penghadiahan Piala

O Darwis
racik-lah jemari janji palung ke hati
biar memercik darah hakiki pada kesejatian Diri
di sini cuma ada Engkau & Dia,
dalam tautan maknawi
mendekap satu-lah di Ruhi
pada alir Kautsar Dalam Diri.

SENTUHLAH SURAMKU DENGAN NEON BIRUMU (Janji utkmu)

Engkau lupa bunga yang kau hambur di Jogjakarta
senyum pada Taurat-ku pada berdirimu di dua keningmu
bukalah diary hatimu kembali
tataplah Mazmur Daud pada para Sinagog
bahawa Engkau yang menunjuk ku mihrab keabadian
yang ada bekas kucup balqis, Ratu Tauhid
Sekarang Engkau tercari-cari,
makna tulip yang berjatuhan,
sedang Engkau yang duduk sebangku mengirai kelopaknya
dan berkata ; Inilah warna cinta,
yang akan mewarna kita dengan baqa!

Penyairku,
Sungguh aku rindu padaMu....
dengan sayap impian aku terbang mencari jejakmu
dan aku cukup tahu arah mana SATU
kerena adamu, tetap ada syair sendu
tetap ada rintih pilu munajah langitmu
aku bahagia dengan cahaya pada dada & matamu!
aku bahagia dengan makna & rahasia balik garapan ayat-ayat Cinta
sentuhlah suramku dgn neon birumu
undanglah aku ke taman anggurNya
udah lama kutunggu
udah lama kurindu
tidak mahu menggelasi aku anggur unguMu?
tidak mahu gelas di laga hingga tepercik bara?

Tidak mahu cinta menyala?
biar apinya membakar kita
biar tiada tertinggal di sana selain cinta
sedang hilang kita dlm Nirvana

Rajendra Nath Tagore

Saturday, 12 November 2011

Aku Tak Mampu Sembunyikan Rindu

Langit tak mampu mrahasiakan percakapan kita..
Menampakannya di rembang senja jingga..
Sebagai kelopak gerimis pulang...

Jika debar jantungku menjadi gemuruh..
Jika mendung menjadi hujan..
Dan stiap cahaya menjadi pelangi di matamu..

Sungguh aku tak mampu sembunyikan rindu..
pada jurai-jurai jendela ku-labuh mata ke arca bayangmu
menggamit secebis resah bagai ombak yg mendesah
memekik seribu tanya, Engkau di mana

kekasih,
runtunan sepi hari-hariku adalah duri yg menikam ke hati
meraut gurat-gurat rinduku yang berselirat
lihat-lah damparku di pasir-pasir lesu
menghitung lambaian daunan sua & temu
jika enggan langit mengkhabarkan tunggu-ku
sungguh...
sungguh aku tak mampu sembunyikan rindu

Awan,.. balik kelabu warnamu ada pilu di hatiku
hujan.., pada gerimis nyamanmu tercalar luka di kalbu-ku
hadir-lah pelangi,.. syahdu biru-mu tanda rindu-ku yg pemalu
bila lagi kita menyatu
kerna biru rindu-ku telah meng-ungu!

karya sabahan

DI SINI ADA SEKEPING HATI BERBISIK

Bisakah kau labuh-kan malam
lalu membiarkan keliling-ku suram
engkau tahu kan, sengaja ku-malapkan uap perasaan
agar jangan tersentuh neon rindu-ku yang berbintang
kelak semua kelipan akan menggamit jutaan kasih
dan aku terpaksa meriba-nya hingga siang

Biar-kan semua suram sayang
biar juga angin di luar memuput perlahan
engkau tahu kan, jalaran rasa nantinya akan menjadi asmara
memanjat tebing-tebing rindu, lalu lilin kasih menyala
memunggah segenap gejolak di jiwa, lalu termakna-lah cinta

lalu kau datang-lah ke sisi
usap belai-lah segala rasa pada hati
dan dekap pipi-mu ke dadaku
dengari degup serta jalar darahku yang merindu
di sini ada sekeping hati berbisik
perlahan gemerisik,


"......aku menanti unjur rindu lengkung pelangi,
dan aku akan tetap berdiri, mengelus syahdu warnamu,
sehingga bulan-mu turun ke ranjang, berduaan dalam kerahsiaan.."

Rajendra Nath Tagore

Thursday, 10 November 2011

Dekatkan hatiMu ke Aku

Dekatkan hatiMu ke Aku
sehingga kucup kita mencipta jelira pd jiwa
sami'ul jasadi menggarap tujuh lataif lalu kita-pun menyatu
dalam asmara rindu, bergolak langitMu menghujan Nur
wahuwa ma'akum ainama kuntum
kebersamaan cahaya di dalam cahaya
menerbit haruman cinta pada fana
mencair segala indera, lalu aku menjadi Engkau
pada baqa
dan kita bersama mengecap bahagia
di langit Nirvana!

Wednesday, 9 November 2011

PUISI CINTA SYAIR JIWA

Apa yang engkau bawa, pada tadah dua jemari
sayup jauh lirih rindu-ku bagai terpatri
ku-kira, senandung yang beralun, dan kaki kau jurai
pada jernih kolam puisi-mu di birai

Oh sang puteri, redup matanya mengirai bunga
menabur syair-syair jiwa dan kelopak cinta
unjur pelangi-mu kemilau makna,
lihat-lah rusa & kijang mengejar kasih
pada haus, mengelus kolam-mu meniti dahaga
berbisik-lah terjunan air..,
nyaman melarik-belai untai rambutmu
bersiram-lah mawar, wangi akan melata menulis puisi cinta
kalau syair-mu belum merah, umpil-lah darah
turis tubuh-ku, warna-kan sejadah

Alif Ahdiat kau peluk erat
Lam menyusur, kucup-lah bibirKu
Lam menyimbah, tatang cintaKu jangan biar ia pecah
Ha hawamu, kemari-lah,

kita lontar jauh ke Jumrah luka rindu nan berdarah
hari ini Arafah kau bersaksi-lah, aku sujud di kaki Jabal Rahmah
aku dukung ke pundak, butir cinta menawafi ka'abah
lambai-lah Engkau langit,
buka jendela cahaya, biar Aku & Dia terpusar fana
puisi cinta syair jiwa,
dua pada makna
SATU tetap ter-rahsia
di ujung lorong cinta
di Satu Nirvana!

Rajendra Nath Tagore

Aku tersentak pada derap tasbihmu

Engkau,
aku tersentak pada derap tasbihmu
yang kau pusar bersama cinta
aku baru mahu melangkah
membuka pintu Ahdiat
namun wajah tundukmu
menghimpun kujur tafakkur
membuat jasadku hancur
dan tertidur
lalu Engkau yang berjaga
membimbit tanganku ke fana
meredah jalur-jalur cahaya
lalu kita tersirna
menjadi Cinta!

SILENCE WHISPERING

My dear sweetheart..
my heart is aching
my heart is screaming
and silencely whispering deep inside
calling out your name
how I wish that I can be with you
hold my hand
and dance along with me
and when i see you smile at me
with that lovely looks
full of loves
while we watching the sun arise
with the sound of birds
singing along as our music
how i wish that you were here with me now
how I wish to be in your warm arms
how I wish that you realise..
I will always love you
I will always miss you
I will always be yours..


Rajendra Nath Tagore

Tuesday, 1 November 2011

SENYAP - by ~ Rajendra Nath Tagore

Dalam diam
ku cuba bunuh rindu
tapi rindu terus mendayu
...

Dalam diam
ku cuba bunuh kasih
tapi kasih tetap jernih

Dalam diam
ku cuba bunuh cinta
tapi cinta terus menyala

kalau dengan diam,
rinduku bertunas tumbuh
kasih meranting redup
lantas cinta menjadi pohon
akarnya tertancap teguh,
maka diam & kesenyapan,
lalu membunuhku
perlahan,
untuk kematian yang panjang.

Dalam diam,
rinduku merayap ke mekar kasih
lalu kelopak cintaku terbuka
indah bersama warna-warna
aku terbangun fana
luruh & menyirna
di cinta Nirvana

Rajendra Nath Tagore

DALAM DIRI - by ~ Rajendra Nath Tagore

Aku mencari Diri
balik sinar mentari
namun yang kujumpai
suram bayang yang sepi

Aku mencari Diri
balik warna di jalur pelangi
namun yang kujumpai
segugus lukisan penuh illusi

Aku mencari Diri
balik wangi sebuah puisi
namun yang kujumpai
indah hayalan se-cangkir mimpi

Aku mencari Diri
dalam simpuh wuquf qalbi
maka kujumpai
bening makna tulus budi
rindu nan sejati
sebuah rahasia cinta hakiki....!

Rajendra Nath Tagore

Friday, 28 October 2011

Hu Allah ilallLah!

O Rindu bangkit-lah dan seru
jangan mabuk-ku kau peluk
kerena tubuhku bukan lagi Aku
yang senyum lalu menangis
airmataku di langit!

O Dia,
unjurkan berkah sakinah
biar bibirku menaut makna rindu
pada kucup kau ku-peluk
pada kasih biar kita di-sisih
pada cinta biar kita kaku dan fana
menyirna bersama
sehingga wujud kita tiada
biar ia menjadi rahsia!

DANSA

Sambutlah kuntuman rindu
seorang Aku
dan paut-lah pinggangku
kita ladeni senja yang ungu
dengan kisar syahdu
dansa yang membiru!

Kekasih,
Inilah Aku
untai-lah Rindumu menjadi anggur
pecar cairan yang tersohor
biar dansa berdarah dengan rindu
pada derap mencari makna
peluk-lah CintaKu
kucup rahasia Hu

Sehingga bila
dansa berpusar laju
segala ismu menyatu
inderamu pasti luluh
relung-relung cahaya menyuluh
jasadmu rebah jatuh
namun Ruh-mu bangun idup
menjadi jambak nyala
membakar segala
menjadi Cinta

Kekasih,
aku rela fana bersama
untuk menggapai piala baqa
biar dansa menghilangkan segala
biar yang tinggal cuma Kita!


Rajendra Nath Tagore

Thursday, 27 October 2011

O Ratu Zanjabila,

O Ratu Zanjabila,
jangan lagi kau lambai Mesir
aku masih mengheret pilu di rangkak lesu
di uncangku ada hadiah untuk-mu
sekian lama ku-bawa ku-puja
ku-ukir pada jauh malam, tanpa bulan berkembang
lihatlah mataku yang bergenang
buka-lah uncang
masukkan jemarimu ke dalam
ia cebis hati yg ku-simpan
padanya ku-tulis harapan
pada kebersamaan
di kebaqaan!