Showing posts with label Norliza Liza. Show all posts
Showing posts with label Norliza Liza. Show all posts

Sunday, 11 December 2011

SUATU SAAT AKU WAFAT

Sahabat.....
Suatu saat aku pasti wafat
Dijemput oleh sang malaikat maut
Kuakhiri sagala niat dan hajat
Menuju alam akhirat


Sahabat ku dunia akhirat....
Saat sisa''nafasku mulai tersekat
Tibalah masa waktuku sekarat
Aku mohon dengan sangat


Janganlah ada lagi dendam kesumat
Apalagi airmata yg melekat
Karena ratapmu membuat jalanku tersendat
Iringi saja aku dgn do'a selamat
Agar langkahku sampai akhirat


Sahabat sejati....
Kematianku adalah keputusan illahi
Ketika malaikat merengkuh jiwa ini
Tolong hapus airmata dukamu
Aku tau kau bersedih atas kepergianku


Namun satu hal yg harus kau ketahui
Aku takkan pernah kembali
Dan sungguh tak ingin kembali
Walau seribu kali kau tangisi


Biarkan jiwaku tenang berlalu
Dalam dekapan sang pemilik qolbu
Setelah puas kureguk anggur kebebasan semu
Disela sela amal perbuatanku


Kuharap...
Jasad matiku kau balut dgn kafan senyumanmu
Benamkan mayatku dibalik tanah keikhlasanmu
Iringi aku dengan do'a tulusmu
Mungkin itu kan meringankan bebanku


Nisan batu tugu kuburanku...
Biarlah pusara ini jadi saksi
Bahwa aku pernah mengembara dibumi ini
Sekejap senyum menikmati mimpi
Kini tinggal jasad terbujur kaku ditengah sepi



Menanti hari yaumul hisab menghampiri
Moga amalku menjadi penerang diri
Hingga kiamat berakhir nanti
Harap jannah terbuka untuk badan diri


=======Insya'allah========

Thursday, 8 December 2011

sepercik kasih telah kau tinggalkan

sepercik kasih telah kau tinggalkan
secuil rindu telah kau telantarkan
sepenggal cinta telah kau sia-siakan
di pagi nan murung ini

bagai segemgam mutiara
yang tertanam dalam singgasana hati ini
namun tiada kau tahu bahwa kerinduan ini
dan cinta kasih ini hanya untukmu

kau hiiasin nadi-nadi rindu ini
dengan senyum semumu
dan dengan janji-janji palsumu
tanpa kau sadarin arti dari cintaku

Kini kau hanya diam, bisu dan beku
melihat rinduku tertangkup oleh kesedihan
diantara riak kasih sayangku
kau pergi tinggalkan rinduku

pergilah kasih seiiring doaku
dengan senyum ikhlasku
rengkuhlah bunga itu
dan jangan kau tengok lagi rinduku

SE ADANYA MASA ITU HADIR

Jika ada manusia lain yang lebih rapat
dan peduli padamu dibandingkan diri aku
bicara lah sama aku……
Jika ada pilihan yang lebih mengerti isi hatimu
dan sangat mengasihimu dibandingkan diri aku
Jika ada dia apa yang bisa ku katakan
dan dia dapat menggetarkan hatimu dibandingkan diri aku
Jika ada kau tunjukkan lah pada ku biar bisa ku
hafal setiap detik naluri hatinya
Jika ada seseorang yang kau dambakan
bisa membuat hidupmu tidak sepi lagi
aku bahagia mengunkir senyum gembira
Jika ada seseorang yang kau impikan
bisa membuat hidupmu tetap bersamanya
lebih berarti dari sekarang…katakana…
Jika ada seseorang yang bisa mengisi harimu,
hidupmu lebih berwarna dari sekarang
Tolong………………..katakan padaku….

Wednesday, 7 December 2011

Dalam dingin november

Dalam dingin november
berteman untaian hujan
kau menyepi tanpa warkah bicara
rindupun bertandang
gundah pun bertamu
kasihku
biarkan angin petang ini menyapa telingga ku
membawa kabar ceria sekeping hatimu
usahlah kau gundah gulana
kerana akulah kasihmu
sudah ku mengerti erti cintamu
sudah ku mengerti erti kasih sucimu
dan kerinduan itu bukanlah apa-apa
hanya sekelumit gelora
bagaikan badaian omban laut
mengoleh perahu nelayan
menguji cinta suci kita
demi Tuhan Yang Maha Mengetahui
ku yakin kasihmu seutuh arca janjimu.

Telah lama aku berteleku

Telah lama aku berteleku
diatas sejadah bewarna biru
meluahkan isi hati yang terbuku
tentang kehidupan yang penuh berliku
YA RaBBI ya TUHanku
aku memohon dariMU
berikanlah aku kuntuman hidup
yang menceriakan duniaku
berikanlah aku kuntuman kegembiraan
agar mampu ku lalui duri berliku
di atas sejadah ini
aku titiskan air mata kesedihan
diselangi air mata ketenangan
mengadapMU sesungguhnya
memberikan aku sedikit kekuatan
walaupun diri penuh kelukaan

Monday, 5 December 2011

Merdu suara mendayu muazim

Merdu suara mendayu muazim
memecah bening senja
kita malam pun bertandang
resah hati seorang hamba
tidak pasti tentang esok
esok hari
apa ketentuanNya
apakah masih ada ruang buatku
apakah denyut nadi
dan merah darah menemani diri
lewat hari ini
hatiku bagai terdampar
terdampar di pantai hidup
lemas, sakit dipukul ombak
di bawah terik mentari
pedih bermandi pasir
untuk seketika ini
aku menulis meluah resah
aku melukis kanvas diri
walau tanpa pengertian siapapun
kerana ku yakin luhurnya kasihMu
melata buat bergelar makhlukNya.

Lihatlah Nun Jauh Di Sana...

Lihatlah ombak yang menghempas pantai
pepasir berkecai dan angin bertempik.
Di kaki pantai yang pasirnya kering dalam kelemasan itulah...
saya melabuhkan kisah yang entah-entah.
Di dalam sesak lemas dan lesu itu, terumbu terjal nan berduri berdiri.
Lihat nun jauh ke dasar lautan yang penuh misteri
hanya ombak rajin bermanja dengan gelora.
Rahsia kepekatan lautan dalam mungkinkah terungkai hanya dengan kail yang panjangnya kurang sejengkal...
Apa lagi jaring yang longlai, koyak terpaut karang yang bongkak !!

Lihat nun jauh di sana, lautan berwarna biru kehijauan.
Berkocak seiring badai melanda.
Angin yang bertiup pada permukaan kebiruan bergelora itu membawa bahang yang tersipu..
Terjabat pada desiran yang menyanyi...
Lagu sindiran dan perli penuh dengki !!

Lihat nun jauh di sana...
Ada susuk seperti saya.berdiri dengan depaan tangan ingin mendakap bayu.
Wajahnya ke langit dengan linangan mutiara harapan...
Berguguran.Berselerakan....putus dari untaian.
Ketika mata yang terkatup erat melihat bayang dari hatinya
Menyapalah kebenaran.berjanji ingin mempamerkan sebuah kehidupan.
Yang selalu ditulis dengan kiasan...
Hanya pena yang melakar, mengerti apa misteri yang tersembunyi.

Saturday, 3 December 2011

Ombak

desirmu menyapa mesra
desirmu bagai memanggil ku
desirmu mengundang rinduku
ku tatapmu ombak menyapa pantai
menari, memutih di lautan
menbadai di pantai
bagaikan bercanda, berseloka
bagaikan berkias bicara kehidupan
saling menjalin akrab persahabatan
mengucap kata bermadah, berbisik indah
manisnya senyuman, bibirnya merekah
ku damai sisimu, mesra menyapa kaki tuaku
terubat rindu, lama terpendam
indah bumi ciptaMu Allah
menuntut syukur dariku hambaMu.

~> Terbelenggu Rindu <~

kau yang ku sayangi
Membuat salah diri ini

Saat kau ku tinggal pergi
Hanya sesal yg singgah di hati

Bersama derai air mata
Yang selalu mecucuri raga
Dengan rintihan sahaja

Di sengketa saat kita berjumpa
Saksi bisu cerita kita

Hanya sunyi yang kurasai
Dan sepi yang mengiringi langkahkan kaki

Kini ku terbelenggu rindu
Yang memasung jiwa ku
Dengan kelu resahkan
kalbu
Dan pilu robohkan raga ku

Kasih
Ku selalu Memeluk erat lagu
yang kao cipta untuk ku

Namun ku tetap membisu
Tak berani ku mengadu
Karna ini lah janji ku
Setia selalu untuk mu

Dalam diam ku mencintai mu
Dengan membelai seketsa waja mu
di angan-angan ku
Yang telah berlalu
Maaf ku

Thursday, 17 November 2011

Ya Allah,

Ya Allah,
aku hanya kembara di sini
ku singgahi pelabuhan kasihMu
ku kutip titipan bekal seadanya
buat peneman di pelabuhan abadiMu
yang kian ku jejaki
yang kian ku hampirinya
kumohon padaMU
keampunan pada khilafku
keampunan pada alpaku
keampunan pada lekaku
keampunan pada segalanya
menangisku sendiri
titis titis hujan mencucuri pipi usang ini
rembulan pun bagai hilang serinya
gundah sebuah hati dalam mengharap
apakah taubat ku diterima
apakah salahku terampun
sungguh janji Allah itu benar
tak pernah satu pun terlewat
dari batas batas waktu perpisahan
tapi hati tetap resah
hati tetap gundah
apakah taubat ku diterima.

Tika mata tak sudi lelap lagi

Tika mata tak sudi lelap lagi
ku tahu waktunya telah bertamu
subuh merekah indah di bibir fajar
menyeru warga akur padaNya
mengalunkan asshalatukhairumminaum
seruan keramat penuh hikmah
bergegas segala yang bernyawa selain kita
bangkit menyahut panggilan suci
penuh khusuk dalam hening yang bening
tika masih ada kebal berselimut
diulit hasutan halus laknatullah
bersama taburan embun di pucukpucuk daun
ku sambut jua hari yang bersemi di kaki matahari
ku bangunkan jiwa untuk malu pada bumi
ku bangunkan jiwa untuk malu pada kokokan ayam
yang telah bergoyang lewat sapa rerumputan
akur akan panggilan suci Ilahi.

Remuknya sekeping hati

Remuknya sekeping hati
bagaikan deraian kaca
hancur bagai butiran pasir
berserakan, bertaburan
melukakan dan pedihnya amat ku rasakan
tak mungkin bertaut lagi
bagaikan selamam
gelap pun serasa menyelimuti
kelam mencari erti persahabatan
sesak selalu menyapa
nafaspun bagai tersekat
perih seakan mengiris
biar tiada darah mengalir
tangis pun selalu menemani
duka aku dalam kembara ini
terima kasih kerana melukakan
kerana makin terluka makin ku dekat padaNya.

~ TIDAK KU UCAP SELAMAT TINGGAL ~

Telah ku belajari sejak dulu, bahwa mengucapkan 'Selamat Tinggal' akan selalu membuah luka dihati ini juga dihati mu....
Kenangan seindah apa pun tidak akan pernah menggantikan yang telah ada terpahat dihati tersemat dikalbu..meskipun saat yang baik dan buruk akan membawa air mata dan deraiannya... Luluh membasahi pipiku dan jua hatimu.. Dan kata-kata bicara tidak akan pernah dapat menggantikan perasaan sebenar hatiku..
Aku tidak biasa mengatakan 'Selamat Tinggal ' pada mereka yang aku cintai untuk semua kenangan yang telah kita lalui bersama suka dan duka dihati..
Buat seumur hidupku, aku tak ingin pernah tahu bagaimana mengatakan ucapan 'Selamat Tinggal' itu... melainkan Allah menjemputku 'Kembali'....

Yang mampu aku katakan hanyalah 'Selamat Jalan..'.. semoga satu hari nanti KITA akan bertemu kembali walau dalam apa keadaan sekali pun.. 'Sekali Aku Lafazkan Cinta tidak akan Hilang buat selamanya'..
Yang ada hanyalah "Diam' buat seketika masa berlalu demi keranaNya..

Jangan kau tanya

Jangan kau tanya
resah hati yang ku punya
saat kau sedang tak bersama
karena padamu ku sedang jatuh cinta
Dan akan begitu selamanya...
sebab rindu padamu selalu mengalir dg derasnya
hingga ku tak sanggup menahan arus rasa yg terbawa
sampai kau hampiri diriku dg peluk termesra yg kau punya.

Senja menjemput malam

Senja menjemput malam
Di hujung gerbang petang
Embun membumi sejukkan nanar
Membasahi dedaunan kian mengering
Mengajak bercanda gersang siang
Membangkitkan cinta pada Sang Pencipta

Asa jiwa pada bangkitnya gairah
Mencintai dan di cintai di tiap temu
Lepas gundah yang kian merayap lesu
Membasuh gersang jiwa dengan Tirta-Mu,
Menjalar di rona wajah dan segenap rongga
Basuh tubuh wudhu harap kesucian menjiwai atma

Ku ingin merasakan embun munajat
Ter-ijabah di pinggiran sujud pada-Mu
Bak membuminya embun dari angkasa ego
Menggali cinta yang terpendam di manikam kalam-Mu
Menuju esok kebangkitan dari mati sementara hamba
Konstanta dalam edar mengintari buana fana
Hingga kebangkitan insan dari halte penantian
Bangkit dan tak lagi kenal kesengsaraan

Embun cinta membumi di bumi-Mu
Singkirkan tiap benalu hati dari kedholiman....

Wednesday, 9 November 2011

SEMUA YANG AKU BUAT, AKU BUAT UNTUKMU

Tidakkah engkau tahu
selama ini aku telah lama menyimpan rasa
menelan segala duka
kerana aku cinta!

Tidakkah engkau tahu
bahawa cintaku itu satu
bukan beribu seperti katamu
kerana cinta
semualah untukmu
tidakkah engkau tahu???

Aku boleh mengingin lebih dari ini
tapi kerana cintakan kamu
maka aku butakan hati
tak ingin meminta lebih lagi
sebaliknya aku lakukan demi
tak ingin kau pergi
biar aku lukai diriku sendiri

Mereka boleh kata apa yang ingin dikata
kerna mereka tak tahu betapa dalamnya cinta
sehingga mataku buta
dan ku pekakkan telinga
tak mahu terima apa yang dikata
kononnya kau main kayu tiga
ahhh... sekadar cerita

Mereka tak paham erti cinta
cinta itu berkorban apa saja
biarpun tertipu ulang bicara
cinta itu penuh percaya

Mereka boleh berbuat apa saja
tapi tidak pada cintaku yang setia
aku berikan kau kebebasan
maka pikirlah demi aku dan masa depan

Aku tak kisah andai terluka
tapi janganlah sampai membunuhku
kerna bila mati
aku sudah tiada lagi
saat itu nanti
semua cintamu tidak ku perolehi

Tahukah kau
semua ini kerana cinta
lihatlah mata dan hatiku dengan tepat
ia ikhlas dari hasrat
kau tahu itu benar
bukalah mata dan hatimu
lihat kebenaran cintaku
semua yang aku buat, aku buat untukmu.

LAGU OMBAK

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepatLalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Aku segera bergerak diam-diamDari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cintadi telinganya, dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doaSeribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,
Namun tiada aku bakal binasa.