Showing posts with label Kelana Jagat. Show all posts
Showing posts with label Kelana Jagat. Show all posts

Monday, 21 January 2013

~Hakis~


‎~Hakis~

begitulah aku,
tiap kalinya ingin menangis
pasti kudongak ke langit
... biar pedihnya kembali tertusuk
biar takungnya kembali surut
meresap jauh ke dasar hati
dan leluka ini kejap terbenam
mencengkam kejam pejal jantungku
dan memerah duka diam menyubur
melahap segala peri manusiaku.

-gelap-
22/01/2013
1.40 pagi

Monday, 30 January 2012

Sebilah Kata

sebilah kata...
hirislah di mana kamu mahu
tancaplah di mana kamu suka
...
biar berciciran...
biar meleleh tanpa henti
merah darah yang engkau cintai
dan jernih air mata yang engkau cumbui
kerna ini yang engkau cari.
sebilah kata...
seluas rasa...
dan hati ini terlerai dari tangkainya
dicantas oleh tajam lidahmu.

-gelap-

Thursday, 22 December 2011

Semilir Di Hati

aku tak perlukan cinta
kerna cinta selalu hadir untuk melukakan.

apakah kau sangka aku bodoh?
tidak tahu apa ertinya cinta
lalu atas dasar apa kau berbicara soal cinta denganku
apakah hanya engkau seorang yang pernah bercinta?
yang pekak bolehlah kau bohongi.

dua baris ayat
lalu kau ketahui hatiku?
bijaksana apakah engkau ini
bolehlah aku pinjam geliga otakmu
untuk dijadikan cagaran hati yang terluka.

janganlah terlalu naif
agung cintamu mungkin Taj Mahal
agung cintaku?
sebutir pasir belum tentu kau boleh terima.

memang!
aku tak perlukan cinta
namun suci hatimu belum tentu aku nafikan
kau percayakan cinta?
tunjukkanlah padaku
ajarkanlah aku
kerna aku hanya manusia bodoh
yang mudah tertawan hatinya
tapi tak mudah memberi rasa cintanya.

-gelap-
07-12-2011
9.15 pagi

Sunday, 11 December 2011

Bicara Sekeping Hati

bila malam mulai bisu
hatiku bicara sendiri
katanya...
"setia menemanimu sampai mati,
takkan pernah aku biarkanmu berlinangan, hanya seorang"

terima kasih, hati
sudi mengesat tangis senduku
rela berdarah menahan duka piluku
parutmu, mana mungkin bisa aku sembuhkan
namun, kau sentiasa sudi
menanggung beban yang ghaib
hati, kenapa tidak sesekali kau rebahkan aku
biarkan sahaja aku terkulai
biarkan sahaja aku tenggelam
lemas dan hanyut di lautan hitam
lalu kau akan bebas
menari dalam gelora duniawi

"aku adalah sekeping hati,
sebelum kau celik
aku yang melihat
sebelum kau bertatih
aku yang berdiri
sebelum kau berlari
aku telah ke langit."

"aku ini seperti ibumu,
engkau menangis
aku yang tersedu
engkau kecewa
aku yang melara
kebahagiaanmu adalah akhiratku."

"aku ini seperti ayahmu,
engkau silap
akanku tegur
engkau jatuh
akanku papah
dosa dosamu sediaku tanggung."

hati, maafkan aku
celakakanmu sebening hayatku.

-gelap-
06-12-2011
4.45 pagi

Siluman Cinta

tak perlu lagi aku kenangi
setiap detik indah bersamamu
kerna kau yang ada
tidak pernah tahu menilainya

tak perlu lagi aku ratapi
setiap rasa bahagia memilikimu
kerna kau yang ada
tak pernah tahu untuk menjaganya

memang aku derita
itu aku sedia terima
kerna separuh dariku ada padamu
namun aku sentiasa syukur
kerna separuh sisa hidupku
takkan pernah membuatku mati

itukah saja yang kau ada
kerna pujianku sampai ke langit
cemarkan lagi cematimu
aku ingin jadi lebih kuat

memang aku diam
kerna aku hanya bahagia dengan aku
tidak seperti kamu
yang masih melukut
agaknya tidak ketahui siapa tuanmu
kutiplah kasih yang engkau cemari
berikan pada si bodoh yang bakal menjadi pintar

usah kau berdagu
kerna aku tak pernah kesal tinggalkan dirimu
apalah gunanya, siluman menjelma bidadari.

-gelap-
05.12.2011

Cinta Dari Hati

andai engkau bersedih
aku lebih sanggup menangis
dari melihat engkau berlinangan
apalah bezanya tangisanmu
seandainya hatiku turut merasakan sakitnya

inilah cintaku
di langit dan di bumi
ku sekat segala hiba
ku tahan segala duga
engkau sakit
aku yang hilang dayanya
engkau merana
aku yang tidak keruannya
engkau derita
aku yang merasa peritnya
inilah cintaku
yang tak pernah kulafazkan
yang selalu kau ulangi bertanya
kerna aku percayakan cinta
bukan pada kata kata
tetapi pada hati.

inilah cintaku
di darat dan di laut
susah tak kupeduli
senang tak kuhajati
selagi kau sedia menemani
apalah erti senang bagiku
kerna kau adalah kebahagiaan
inilah cintaku
yang tak pernah kugarapkan
yang selalu kau tunggu terbaca
kerna aku percayakan cinta
bukan pada luahan
tetapi pada hati.

-gelap-
05-12-2011
10.00 am

Thursday, 8 December 2011

Aku...kamu?

adakah otak kamu itu adalah aku?
adakah hati aku ini adalah kamu?
pastinya bukan!
lalu atas dasar apa engkau menyulami aku
dan untuk apa jua aku mencalar setiap genap deriamu
kamu tetaplah kamu
walau bicara kita saling berpautan
dan aku, semestinya masih aku
walaupun ceritaku begitu mudah untuk kau fahami
kerna jalan kita saling berbeda
seperti berenang dan menyelam
lautnya sama, geloranya jauh sekali berbeda!
tak perlu!
tak perlu meneka apa isinya kantung seluarku
kerna nanti busung perutmu jua yang penuh
disuap lahap dengan kuku runcingku
kamu, adalah kamu
dan aku, adalah aku
begitulah sampai habis
satunya, kita masih di lautan sama.

-gelap-
1-12-2011
2.30 p.m
perantauan.

Detik Rindu

untuk apa aku dibebani segunung rindu
andai cintamu tak pernah aku miliki
apakah hatiku terlalu suci untuk membenci?
atau kau jua sama denganku
ada rasa namun egois menguasai diri

sudah terlalu lama
melodi syahdu tidak kedengaran
apakah mungkin hatiku kan terpaut
pada setiap ritma gemalai sukma
lalu hati kembali mendayu
lantaran rindu mulai menerjah

aku tidak seberani itu
menelah mendung adalah hujan
kerna hatiku pernah menjadi bebal
dek penangan rindu si dara

baru sebentar tadi
aku terpaku terpukau
melayan detik rindu di lewat malam
oh, rindu hanya sebeban rindu
ada atau tidak
biarkan saja cinta itu termakam.

-gelap-

Wednesday, 7 December 2011

Aku, Kau, Dan Hujan

lihatlah hujan di sini
tidakkah engkau menyayangiku
pandanglah dengan mata hatimu
aku cuma duduk tertunduk
mungkinkah sedang berlinang
hampirilah daku
walau bukan untuk bertanya
singgahlah di sisiku
takkan tumpah air matamu
kerna aku takkan bercerita
diamku adalah kisah seribu malam
mungkin engkau pernah membacanya
rahsiakan saja
bayangmu sudah cukup mendamaikanku
aku ingin selalu begitu
inginkan engkau di sisiku
lihatlah di sini
aku tetap tertunduk
walau engkau ada di sisi
hujan masih lebat
aku ingin begini
bersama kasihmu yang tak pernah berubah.

-gelap-
2.35 ptg.
24-22-2011
perantauan.

Ingatkan Aku

Hati...
andai aku sedang merindui
ingatkanlah aku
tentang duka keseorangan
tentang luka pendustaan
kerna syahdunya pernah membuatku terkulai
Hati...
andai aku sedang mencintai
ingatkanlah aku
tentang sakitnya ditinggalkan
tentang pilunya diabaikan
kerna indahnya pernah membuatku terlupa
Hati...
andai aku sedang bahagia
ingatkanlah aku
tentang sulitnya hidup di masa lalu
tentang azabnya mati bakal menunggu
kerna nikmatnya pernah mengkhayalkan aku
Hati...
ingatkanlah aku
tentang rindu
tentang cinta
tentang hidup
kerna aku manusia berdosa.

-gelap-
23-11-2011

Monday, 5 December 2011

Biarkanlah

biarkanlah aku begini
senyum ku tak minta tuk dihiasi
gelak ku tak minta tuk ditemani
tangis ku tak minta tuk dikasihi.

aku berdiri bukan kerana kamu
aku bernafas bukan jua kerana dirimu
pergilah berlalu...
sungguh aku takkan merayu.

biarkanlah aku di sini
mati pun ku tak peduli
aku mahu bersendiri
melayani hati yang kau sakiti.

-gelap-

Ada Apa Dengan Cinta

kerna aku tak lagi perlu bicara
tentang hati...
tentang rindu...
tentang cinta...
ada apa dengannya?
perlukah seksakan jiwaku
menanggung beban yang aku sendiri tidak tahu mengapa
seperti mencurah air di daun keladi
entah sisa apa yang tertinggal
yang bodoh hanya aku.

seperti burung camar terbang tinggi
pasti tahu jalan ke sarang
biarkan saja...
kerna ku tahu
kau pasti akan pulang.

-gelap-
dari AADC
21.11.2011

untuk apa lagi kau bertanya

lalu untuk apa lagi kau bertanya
apakah hujan gerimis tadi hanya mandian sucimu
tidak langsung terlintas itu adalah pemberian suci dariku
apakah kau masih lagi buta?
kerasnya hatimu
sedangkan aku di sini bergelut gelisah
mencabut dendam rindu yang engkau tancapkan
darah dan nanahku alirkan airmata
hanya itu yang termampu
kerna semangatku telah pudar
kau hanya tersenyum sinis.

diamkan saja, hatimu adalah karang putih
cantik, tapi berbisa
kau serakahkan mindaku dengan seribu persoalan
kononnya mahu diberi pencerahan
namun hanya kabur yang semakin terang
lalu aku terbungkam terkesima
menerima segala dosa percuma
lantaran jawapanku hanya kotoran bagimu.

lalu untuk apa lagi kau mengejar
apakah dendammu tak bisa padam
masih hauskan semangkuk darah
kerna takungan mataku tak mencukupi
andai merah darahku mampu menyucikan hatimu
ambillah...
kerna aku sendiri tidak mengharapkan hidup
andai hidup hanya bertuhankan kesumat.

-gelap-
20-11-2011

teman...

lihatlah di atas sana
ada mentari pada siangnya
ada bintang pada malamnya
jua sang bulan yang indah.

aku memuja sang mentari
mungkin kau merindui sang bintang
dan kita ternyata berbeda
yang pasti...
kau dan aku adalah sama
mencintai alam seadanya.

abaikan saja pada mereka di sana
yang mengejek kita kebodohan
sedangkan terang mereka kerana mentari
indah malam kerana bulan dan bintang
lalu untuk apa mereka mengkeji kita.

senyumlah...
sedekahkan mereka dengan manisan
semoga hari mereka akan lebih tenang.

Saturday, 12 November 2011

Badai Kasih II

mengapa masih ada yang mengalir
sedangkan telah kukhabarkan
air mata ini akan pantas berhenti
atau hatiku masih tercari
di mana nokhtah duka ini.

sungguhku tak sanggup melihat siang
kerna jiwaku hanya inginkan gelita malam
yang hadirnya sering menyenangkan
sungguhku tak sanggup menunggu siang
kerna hatiku hanya sering mendustai
mengharapkan damai berpanjangan.

hanya dalam doa
hajatku semadi
hanya dalam doa
tangisku kongsi
kerna Kau Yang Maha Menyayangi
dengarkanlah rintihan piluku
redakanlah gelora di hatiku
kerna nafasku terasa sesak
dihempas badai kasih.

hari-hari yang berlalu
hanya termangu dijendela
memujuk hati lara nestapa
menunggu badai hilang tenggelam.

-gelap-
0750 pagi
13.11.2011
perantauan.

Maafkan Ayah

Masih aku terbayang
Saat kalian terduduk
Menunduk telengkup muka
Tatkala aku memanggil
Tangan kalian erat tergenggam
Sambil mata merenung aku
Redup dan sayu
Jelas...
Ada garisan rindu
Ada cebiran duka
Dan ada kedutan marah
Aku meratap...
"Maafkan ayah..."
Hanya sebaris ayat
Kelu...
Berlinangan airmata
Dakaplah aku
Ini bukan dosa kalian
Berpelukkan...
Rindu berguguran dalam tangisan.

-gelap-
11.11.11
perantauan

Badai Kasih

entah kenapa...
aku ingin menangis bila menatap rembulan
mungkin kerna cahayanya pernah meraikan cinta kita
yang kini hilang seperti embun pagi

entah kenapa...
aku berlinangan bila dijamahi lebat hujan
mungkin kerna sejuknya pernah menyatukan hati kita
yang kini tandus seperti gurun pasir

maafkanlah...
aku tak lagi percaya pada khabaran bayu
utusannya hanya selalu membuatku sayu
lemas dalam sendu tangisan rindu

kekasih...
pergilah jauh dari taman hatiku
kerna lamannya tak lagi harum
manis senyummu hanya membunuhku

Tuhan...
berikanlah aku kekuatan
lenyapkanlah segala duka ini
walau akan tetap tersimpan
akan kujadikan pedoman esok hari
agar kutahu mana racunnya
yang pernah meragut hidupku.

-gelap-
12-11-2011
perantauan.

Thursday, 10 November 2011

Pelangi Putih

pelangi putih
mungkin tak berseri
hanya tujuh garis jalur
merentangi awan tinggi
menjadi dedalu di bening matamu
mana mungkin bisa kau hargai
kerna kau terbiasa akan pelangi tujuh warna
lalu hati menjadi bebal dan lenang
hanyut dibuai kesenangan

lupakan sejenak
akan indahnya pelangi tujuh warna
kerna yang terbentang itu
mungkin tunggu tuk dihiasi
tujuh garis jalur...
minta tuk diwarnai
ambillah apa sahaja
terang tak mengapa
pudar usah dikata
cantik dihatimu
cantiklah dimatamu
usah berkeluh...
itulah pelangi hidupmu.

-gelap-
10-11-2011
perantauan.

Biarkan Cinta Itu Pergi


Biarkan Cinta Itu Pergi
Perlukah aku kesali
Pada setiap kenangan yang berlalu
Andai yang di bawa pergi itu
Hanyalah duka dan hibaku
...

Perlukah aku tangisi
Pada setiap garis yang engkau lakarkan
Andai yang tercalar itu
Hanyalah mimpi khayalku

Perlukah aku ratapi
Pada setiap langkah pergimu
Andai yang pergi itu
Tidak pernah menginginkanku

Aku akui...
Aku derita disini
Aku akui...
Aku sengsara begini
Aku akui...
Aku terluka dihati

Aku relakan semuanya
Aku halalkan segalanya

pergilah...
aku izinkan kau pergi
kerna aku yakin
semua sudah azali.

-gelap-
10:35 pagi
15 Januari 2011

Wednesday, 9 November 2011

Mencintaimu

mencintaimu...
bukan kerna aku mencari kesempurnaan
bukan jua kerna aku mengejar kemuliaan
tetapi sudah hatiku ingin begitu
cukuplah sekadar dirimu begitu
tidak perlu ditokok tambah
sederhana itu cantik
merendah itu mulia
tinggi antara tertinggi
menjadikan dirimu bermakna

mencintaimu...
seada-adanya dihatiku
senyum hambarku
engkau jadikan madu
sendu tangisku
engkau bawakan berlagu
aku inginkan cintamu sebegitu
sederhana mencintaimu
adalah setinggi langit mahuku
biarkan begitu
itulah kecintaanku.