Showing posts with label Laila Hanni. Show all posts
Showing posts with label Laila Hanni. Show all posts

Monday, 4 March 2013

~ ASA~


‎~ ASA~

Debur ombak ganas menghempas
Menyambut rinai menghimpun gerimis
Di hujung malam rindu terus bermagis
... Sayup terdengar suara bisik meratap tangis

Atas batu di gigi pantai
Ada jiwa gelisah menentang badai
Cuba mengutip buih-buih putih yang berderai
Cuba menghimpun mutiara kasih yang terlerai

Badai ombak terus-terusan menggempur hati.
Melindap temaran cahaya yang mematri
Bersungkawa menjulang pedih sebuah erti
Menazamkan lirih-lirih senandung sang pari-pari

Sudahkah tiba di titik penghujung ?
Hingga bisa bercerita tentang aral… tentang gagal
Membungkah asa melangkah… meredah terjal

Atau mungkinkah itu hanya titik mula ?
Menegak atma berpuingkan tunjang akal jiwa
Yang tiada pernah terlihat di mana pengakhirannya..
~ ASA~

Debur ombak ganas menghempas
Menyambut rinai menghimpun gerimis 
Di hujung malam rindu terus bermagis
Sayup terdengar suara bisik meratap tangis

Atas batu di gigi pantai 
Ada jiwa gelisah menentang badai 
Cuba mengutip buih-buih putih yang berderai
Cuba menghimpun mutiara kasih yang terlerai

Badai ombak terus-terusan menggempur hati.
Melindap temaran cahaya yang mematri
Bersungkawa menjulang pedih sebuah erti
Menazamkan lirih-lirih senandung sang pari-pari

Sudahkah tiba di titik penghujung ?
Hingga bisa bercerita tentang aral… tentang gagal
Membungkah asa melangkah… meredah terjal

Atau mungkinkah itu hanya titik mula ?
Menegak atma berpuingkan tunjang akal jiwa
Yang tiada pernah terlihat di mana pengakhirannya....

Sunday, 3 March 2013

~ TEGAR ~

‎~ TEGAR ~

berjalan biarlah berarah....
melangkah biarlah penuh gagah...
meski tangis terus membanjiri raga ...
biarkanlah ia terus mengalir
membasuh darah dan nanah
di sepanjang perjalananmu....

bertahanlah pada tiap nista yang singgah
ada kalanya kita menyangka
kita sudah terlalu sakit
membilang perih dalam meraih realiti....
namun sering tak pernah kita duga
ada insan lain yang menghitung jerih ...
hanya untuk sebuah mimpi ...
~ TEGAR ~

berjalan biarlah berarah.... 
melangkah biarlah penuh gagah... 
meski tangis terus membanjiri raga ... 
biarkanlah ia terus mengalir 
membasuh darah dan nanah 
di sepanjang perjalananmu....

bertahanlah pada tiap nista yang singgah
ada kalanya kita menyangka 
kita sudah terlalu sakit 
membilang perih dalam meraih realiti.... 
namun sering tak pernah kita duga 
ada insan lain yang menghitung jerih ... 
hanya untuk sebuah mimpi ...

Monday, 25 February 2013

~Nyanyian Sang Arjuna~


‎~Nyanyian Sang Arjuna~

Dalam sunyi yang terlukis di kanvas maya.
Terdengar di kejauhan merdu suara sang arjuna
Menyanyikan aksara dalam kabut aksara
... Mendendangkan sejuta ingin di hati kita

Suara itu menjemput aku.. kau... kita
Berjeda-jeda antara mimpi dan nyata
Meski basah gemanya dalam dingin gerimis
Namun masih nadanya menyentuh manis

Sungguh ...
Sunyi itu adalah lantun hatimu
Menerjah di ruang-ruang kosong dalam jiwaku
Dan indahnya adalah saat hembus bisikmu
Memenuhi ruang-ruang itu.

~ MASIH AKU INGIN TERUS BERCERITA ~



‎~ MASIH AKU INGIN TERUS BERCERITA ~

terus kata itu masih mahu menghujat
terus bicara itu masih mahu melantun
lalu terpadam seketika resah jiwa sang penyair
... yang hanyut dalam lubuk paling dalam

dan masih lagi puing -puing di atma jiwa
menahan retak-retak lelangit
dalam tugu yang hampir rebah

dan serpihan kata itu
terus ku kutip
lalu ku kumpul dalam kantung baldu
untuk ku susun nanti bila tiba waktuku

ajarkan aku
kekasih…

~ MASIH AKU INGIN TERUS BERCERITA ~

terus kata itu masih mahu menghujat
terus bicara itu masih mahu melantun
lalu terpadam seketika resah jiwa sang penyair 
yang hanyut dalam lubuk paling dalam

dan masih lagi puing -puing di atma jiwa
menahan retak-retak lelangit
dalam tugu yang hampir rebah

dan serpihan kata itu 
terus ku kutip 
lalu ku kumpul dalam kantung baldu
untuk ku susun nanti bila tiba waktuku

ajarkan aku
kekasih…

Tuesday, 19 February 2013

malam...



malam...
dakap kusamnya buat raga meneka-neka
pada tanya tanpa jawab
apa
kenapa
... mengapa

terus tiada yang bisa hadir memberikan cahaya
meskipun hanya sependar kerdip si kunang-kunang
masih tetap kelam yang menyapa pandang....

dan kini...
hati terbelenggu dek sesal yang tak sudah

tegar aku mencari sinar di jedah malam
cuba melakar sejuta bintang di puncak rasa
dengan segala asa yang ada
merajut tiap rindu yang melukis mimpi
namun saat pelangi menegurku di hujung dini
baru ku sedari, aku hanya kabut di hujung senja
yang tak pernah terkesan akan indahnya....

malam... 
dakap kusamnya buat raga meneka-neka
pada tanya tanpa jawab
apa
kenapa
mengapa

terus tiada yang bisa hadir memberikan cahaya
meskipun hanya sependar kerdip si kunang-kunang
masih tetap kelam yang menyapa pandang....

dan kini...
hati terbelenggu dek sesal yang tak sudah

tegar aku mencari sinar di jedah malam
cuba melakar sejuta bintang di puncak rasa
dengan segala asa yang ada 
merajut tiap rindu yang melukis mimpi
namun saat pelangi menegurku di hujung dini
baru ku sedari, aku hanya kabut di hujung senja
yang tak pernah terkesan akan indahnya....

Saturday, 16 February 2013

~Bisik tanda tanpa jawab~


‎~Bisik tanda tanpa jawab~

Sendirian melukis rembulan di kamar malam
ranting-ranting rasa menggaru hati
masih kau pinta jawab-jawab yang tak pasti
... lalu kubisikkan soal-soal yang benderang
bagaikan menyapa mentari di dada siang

namun
masih belum mampu kita jelaskan
tentang hati
tentang rasa
tentang mau
siapalah kita untuk memberi jawab
hinggakan ombak-ombak resah
terus berlagu di bibir pantai

maka sandarkan lenamu di bahuku
biar angin masih mau menjemput mimpi-mimpi kita
bersama menyelusuri damai biru laut
mencecahkan jejari di luas samudera
untuk terus kita cari
tanda-tanda yang membisikkan rasa

Tuesday, 12 February 2013

ATMA JIWA

ATMA JIWA

lewat senja berona jingga
aku meniti di denai kenangan
mengutip kembali titis-titis mimpi
bertaburan sepi di tiap langkah

... ku cari bayangmu dalam siluet senja
cuba menawan tiap lentik pelangi
mengatur tiap rona warnanya
membingkaikannya di langit hati

di setiap puing-puing yang kuatur
aku menatang asa dalam nuansa rasa
lelah merenda sejuta ingin
goyah menatang sejuta peri
menyelusuri di tiap bait melodi rindu
mengelus hati dengan pesona
yang mengalir lesu di alur penuh harap
mencari samudera luas tak terjangkau

kupahatkan diam pada atma jiwa
aku ingin rasa ini terus hidup
di hati kita….

laila hanni
22/11/2011
1.20 tgh

Friday, 8 February 2013

~ Syair Cintaku ~

‎~ Syair Cintaku ~

Mahligaimu... runtuhnya bersama sendu
tenggelam dalam samudera jiwa
airmataku... mengalir bagai darah
menyelusuri sungai-sungai rasa

hingga ke muara kolekku hanyut
di tengah lautan bidukku karam
pada jemari itu aku cuba berpaut
namun terus ke dasar rindu aku tenggelam

dan kini...kantung rinduku masih penuh
meski telah aku lauhkan semuanya
ke hamparan kabut di dada malam
masih sarat isinya
meski telah aku curahkan di helaian lembayung
di bawah rekah senyum mentari siang....
~ Syair Cintaku ~


Mahligaimu... runtuhnya bersama sendu 
tenggelam dalam samudera jiwa
airmataku... mengalir bagai darah 
menyelusuri sungai-sungai rasa

hingga ke muara kolekku hanyut
di tengah lautan bidukku karam
pada jemari itu aku cuba berpaut
namun terus ke dasar rindu aku tenggelam

dan kini...kantung rinduku masih penuh
meski telah aku lauhkan semuanya 
ke hamparan kabut di dada malam
masih sarat isinya
meski telah aku curahkan di helaian lembayung 
di bawah rekah senyum mentari siang....