Showing posts with label Cahaya Hati Biruku. Show all posts
Showing posts with label Cahaya Hati Biruku. Show all posts
Thursday, 22 December 2011
Sunday, 11 December 2011
~ BINTANG ~
Bintang tataplah wajahku
binar kasih lembut berpijar
berbisik manja dalam pelukan rindu
mengalun seirama hati yang bergetar
secercah harapan
kugantung di langit hati
akan indahnya kehangatan
mewarnai janji di sanubari
sejuta kata terucap
ketika malam bersenda
bagai bunga yang kuncup
di antara gelak tawa
~chb~
~ GEMURUH RINDU ~
Gemuruh ombak
tak mampu
mengalahkan
pekik langit
menggelegar
berbaur hujan
jatuh perlahan
basah bumiku
basah ladangku
awan gelap
tak kuasa
menahan tetesan
tergenang jalanku
meluap sampai kelaut
cahaya mentari
merebak redup
begitu ramah
tak ada sengatan
hanya gemuruh hati
dilanda badai gelora
dalam kerinduan
merembes ke jantung
menghangat di pori
berdenyut di nadi
membawa angan
melayang ke angkasa
di antara hela nafas
dalam detak waktu
~chb~
041211
~ PESONA JELANG MALAM ~
Jemari senja menggapai malam
gelap telah datang mengganti
terang
pucuk laut terkecup oleh camar
riang gembira berceloteh mengantar
mentari perlahan redup di bingkainya
memandangi langit jingga di atas karang
lidah ombak perlahan bermain di sela jari jari kaki
riuh rendah suara alam berbaur hembusan angin sepoi membelai
belukar sangar terdiam seolah menanti rahmat
semesta bertasbih memuji kebesaranNya
wajahmu terlukis diawan berarak
seolah berkata aku tak seperti mentari yang menjanjikan gelap di ujungnya
aku adalah malam yang gelap
bertaburan kerlip cahaya bintang
namun menjanjikan terang di ujungnya
aku adalah gelombang
tak pernah letih mengecupmu lewat deburan menghempas di pesisir hati
~chb~
031211
~ DAMAI KASIHMU ~
rindu menggulung awan yang
terhampar dicakrawala
biru langit teduhkan riak rasa
bagai embun tiap tetesnya memberi kesejukan dicelah jiwa
pada garis lintang terbentang
tiada menyerah diri akan hasrat
yang membuncah
walau siang mengalahkanku
namun kuyakini ada keteduhan
kasihmu
mengantarku mendapat cinta dalam damai bahagia tak terbatas waktu
~chb~
031211
Thursday, 8 December 2011
~ PULAU IMPIAN ~
Aku berlayar
menuju pulau rindu
membelah ombak
menuju dermaga impian
hanyut di muara kasih
berenang di laut cinta
lalu tenggelam di sungai hatimu
terus terbawa arus deras
gelombang asmara
terbuai badai ombak
bersama angin melambai
laju bertepi di pesisir pantai
~chb~
021211
Wednesday, 7 December 2011
~ TAKKAN RELA ~
Memilikimu
moment terindah
kudamba dalam tatapmu
rasaku takkan hilang
seiring waktu
tak terkira
rasaku bertahan
jiwaku hilang bersamamu
dipelukmu
hal terindah yang pernah kurasakan
aku tak ada disisimu
namun aku dibilik jantungmu
kau jauh dari ragaku
namun hatimu ada diantara
benang benang rinduku
takkan rela
melepas bahagiaku dalam dekapanmu
Jiwaku bersamamu
melukis keindahan cinta
disampingmu
~chb~
241111
~~ SETETES RINDU ~~
PAGI
dalam keteduhan langit biru
mewarnai alam semesta
dingin
menelusup kedalam raga
embun masih bermanja
daun pun masih berpelukan
burung pipit berkicau
kupukupu riang gembira
ranting ranting basah
oleh sisa hujan semalam
kubuka jendela
aroma bunga merebak
menebar wangi dipersada
mengingatmu
yang berteman sepi
ketika pagi menyapa
setitik embun menetes
seikat bunga rindu
tersimpan disudut hati
takkan layu oleh masa
tersirami oleh tetes kasih
~chb~
241111
~ SAPA UNTUK SAHABAT ~
sapa indah
sehangat mentari diantara fajar merekah
bunga_bunga
bermekaran menyembul aroma wangi dari kuncupnya
kupu_kupu
berdendang mengecup embun yang bergelayut manja diatas daun
sebutir embun
menetes dilangit hati basah diantara haru bahagia
secercah senyum
merekah terlukis digaris bibirku kupersembahkan hanya untukmu sahabat hati
biruku teduhkanmu
dalam dekapan cinta sehangat mentari pagi bersinar terang menembus ranting hatimu
~chb~
231111
Tuesday, 6 December 2011
~ SEJUTA BINTANG ~
di hamparan langit kelam
berjuta bintang gemerlap bercahaya
... malam masih setia
menanti bait_bait syair terangkai menjadi puisi kerinduan
rembulan redup dalam bingkainya melukiskan sejuta kata cinta
cahaya rembulan melambai
meriak rasa haru di keheningan malam
gemerlap bertaburan bagai kerlip kunang_kunang menerangi pelataran hati
~chb~
berjuta bintang gemerlap bercahaya
... malam masih setia
menanti bait_bait syair terangkai menjadi puisi kerinduan
rembulan redup dalam bingkainya melukiskan sejuta kata cinta
cahaya rembulan melambai
meriak rasa haru di keheningan malam
gemerlap bertaburan bagai kerlip kunang_kunang menerangi pelataran hati
~chb~
Monday, 5 December 2011
~~ BINGKAI MALAM ~~
Malam pekat
tak ada bintang
tanpa rembulan
gelap membayangi
lukisan malam bertahta
santun dibingkainya
masih ada hujan
berserakan bagai rindu
yang tak terbendung
setitik cahaya menyembul
dibalik gubuk gubuk bambu
redup sayu nyaris padam
tertiup angin
ada secercah harapan
bahwa diujung malam
menjanjikan terang
perlahan merangkak
menggapai sinar diantara
embun yang gigilkan raga
bingkai malam lengang
mencekam
kudekap tubuhmu
dengan kehangatan
yang masih tersisa
selimut kasih yang
menyelubungi jiwa
penuh cinta yang
meriak rasa
menggapai
bahagia ketika fajar
menyapa dengan
sebuah kecupan
~chb~
211111
~~ SEIKAT PELANGI ~~
senja luruh
rinai masih setia
menetes perlahan
didalam telaga warna
bias pelangi menyembul
mengukir warna dicakrawala
alam semesta berdecak
oleh warna memikat hati
ada senyum terlukis
terbawa awan yang
menggiring mentari
terbenam diufuk barat
senja merona bahagia
sejuta rasa tercipta
ketika kau petik
seikat pelangi lalu kau
sunting dirambut tergerai
seruling gembala
meliukkan nadanada merdu
diantara jemari lentik
menyentuh hati
menghentak nurani
yang rindu akan kampung
halaman nun jauh
diseberang lautan
~chb~
211111
Saturday, 3 December 2011
~~~TERUS BERJALAN ~~~
andai aku pemetik dawai
akan kulantunkan melodi
sekeping hati
memeluk
rindu lewat bait bait lagu
kurangkai dari rasa sepi
yang mendera
akan aku tembangkan indah
hr bersamamu dalam nyata
melebur rindu dikedalaman jiwa
berjalan pada keindahan rasa
melaju pada biduk kasih
yang telah kita kembangkan
layarnya menuju pulau impian
terus berpijak pada keyakinan
akan asa yang terbentang nyata
terus mengarung pada derasnya
rindu merengkuh akan sosok jiwa
dalam debar rasa penuh cinta
terus merangkai puisi cinta akan
Janji suci diantara sekeping harapan
terus berjalan pada cahaya terang diantara pilar_pilar bermandikan
tetesan embun rindu
terus menatap binar indah
pada bola mata yang mengerjab
seirama dentang waktu bersama
tetesan mengalir sebening telaga
yang menyimpan getar_getar nada dalam dawai kecapi yang merdu
~cha biruku~
~~ NADA RINDU ~~
seraut wajah sendu
menatapmu diantara semburat jingga dilangit senja
kerinduan menyapa seiring mentari pulang dibalik bukit hijau menjulang
malam mengajak bayang bersenda dipelupuk mata sisakan embun dilangit hati
akan jarak terbentang memisahkan raga dari pelukan
duhaimu
andai kau tau
nada rindu itu getarkan malamku
~cha~
~~ RENUNGAN SENJA ~~
seraut wajah
dilangit senja
tersenyum lirih
menatap sekilas
bayang kokoh
menatap sendu
kerinduan
hadir seiring mentari
yang akan lelap
dipelukan malam
kidung merdu
bocah gembala
bersuka ria berbaur
suara kepodang
berbaris santun
dicakrawala
hari berganti
usia makin berkurang
tujuan langkah hampir
tergapai oleh jemari
ada riak dipematang hati
menanti diri kembali
bawa bekal berjejak putih
menuju taman indah
kekal abadi
~cha~
~~~ SENJA DIDERMAGA ~~~
ada bayangmu
dilangit jingga
menggurat pelangi
aneka warna
kusapa senja
ditepi pantai
dihamparan laut
yang tetap beriak biru
sepucuk rindu
kusampaikan pada
serumpun karang
terbawa angin
yang membelai
rambut tergerai
kepak camar
bawa berita
tentang kisah
sepotong hati
terbawa gulungan
ombak berbuih putih
akan menepi
di dermaga impian
~cha biruku~
Thursday, 17 November 2011
Pagi sendu
Pagi sendu
hanya embun menetes
tak ada kehangatan
dari mentari yang masih malu
goresan mimpi
masih membekas
tentang rindu
yang terpasung
disela ranting hati
ada canda tawa
membekas lara
sisakan resah gundah
dalam kisi hati yang merah
aku menunggu surya
mengecup bumi
dilembaran awan putih
~cha~
~~~ SURYA PAGI ~~~
tik... tik... tik
ada tetesan yang jatuh
perlahan bagai detik waktu
lirih terdengar menjadi telaga
kecil dipermukaan tanah dibawa
atap rumah
Oh...
rupanya malam telah kembali keperaduan memberi tahta
kepada pagi yang datang bersama mentari bawa kehangatan dan
secercah harapan
lihatlah...
suryapun perlahan menyibak gelap membiaskan cahaya keemasan merebak dicelah_celah ranting yang lembab dipeluk gerimis semalam
roncean embun masih lelap dipelukan daun menanti surya mengecup dan menyeruput tiap butirannya
tiang_tiang rinduku tersentuh udara pagi basah pada seratnya
kupu kupu menari nari riang gembira
didalam taman indah beraroma sejuta bunga menebar wangi dipersada hati
~cha biruku~
~~~SENJA BERSERAT JINGGA~~~
cahaya senja menyembul dari celah dedaunan
menabur serat jingga dilangit berpelangi
... alam bersenandung menabur benih_benih rindu diantara riak rasa membuncah dilangit hati
pelangi warna titian sang dewi berjejak embun bergemericik lembut menetes perlahan
basah dicelah bukit dikaki langit
mengiringi mentari yang akan lelap dipangkuan malam
laut bergemuruh ombak menderu bagai kidung cinta berdenting disela ranting hati mengalun seirama detak jantungmu
~cha biruku~
~~~~LIRIH SENJA~~~~
mentari perlahan redup dibingkainya
sore ini semburat jingga
tak nampak indahnya hanya sebuah warna pertanda kelam akan datang
pelangi nampak melengkung dikaki langit pertanda hujan baru usai
sisakan embun basah beranting_ranting tetesannya membasahi pelataran hati
ada kisah yang sisakan luka membekas lara akan sebuah makna
bagai angin lalu yang tak pernah tergenggam oleh jemari
setangkai daun terbang terbawa
angin senja luruh diatas telaga
ada gurat sendu terlukis pada seratnya sebuah rasa yang tak terungkap
akan sebuah tanya mengapa waktu
tak pernah berfihak
~cha biruku~
Subscribe to:
Posts (Atom)