Showing posts with label Nyai Roro. Show all posts
Showing posts with label Nyai Roro. Show all posts

Friday, 23 December 2011

~ DAWAI CINTA ~

Petikan dawai gitar ku terasa makin melemah malam ini
Seolah sengau saat ku mainkan di hamparan alam sunyi
Tiada keindahan tiada pula pesona yang menggugah seni
Entah kenapa aku pun tak tau juga tak dapat ku mengerti
Apakah ini sebuah tanda akan hampa dan sunyinya hati
Adakah setitik sinar bintang yang sanggup membias tuk menerangi
Adakah secercah sinar cahaya sang rembulan yang dapat menghiasi
Indahnya semarak cinta yang beberapa malam ini riang gembira ku lalui
Bersama para bidadari yag bertebaran di Sanggar Sang Pujangga Cinta ini

Wahai para bidadari yang selalu ku harap dan ku tunggu hadirmu
Datanglah menemaniku dalam redupnya temaram bilik hatiku
Yang terhempas badai sunyi ruri di kegelapan malam malamku
Yang terhanyut oleh kibasan samudera rindu merindu
Akan sentuhan tegur sapa darimu yang selalu menghampiriku
Akan belaian tulusnya hati tentang gelora persahabatan darimu
Akan mesranya rengkuhan kasih dan sayangmu untukku
Akan dekapan hangat dan pelukan erat cintamu bagi hidupku
Yang membuat dawai cintaku menjadi hidup mengalun merdu karenamu

Dawaiku dawai cinta
Kan ku petik di bentangan langit jingga
Yang mengalunkan melodi penuh romantika
Yang mengundang kesyahduan bagi dewa dewi di nirwana
Tuk hadir bergembira ria bersama sama di mayapada
Dengan para bidadari cantik jelita yang mengelilinginya
Di kanan dan kiri di samping singgasana Sang Pujangga Cinta
Karna petikan dawai cintanya kan mengema di angkasa raya
Tuk menghibur semua insan manusia menjadi indah dan membahagia..

Thursday, 22 December 2011

DI UJUNG SENJA

Di ujung senja ini telah ku limpahkan.
Sejuta cinta dan juga harapan.
Mesk langit tak terang benderang.
Namun biasnya masih terlihat gemilang.

terseok kaki melangkah menahan beban.
Tertatih dalam kepahitan hati.
Namun di ujung senja ini...
Cintamu tetap terpatri.

Lihatlah awan yang masih berarak.
Lihatlah angin yang masih bergerak.
Tak jua mampu memberiku semilir.
Meski kucoba melihanya dari mata batin.

Namun aku tetaplah aku.
Tak kan kubiarkan harapanku layu.
Akan kutempuhi apapun yang terjadi.
Hingga ujung senja ini tak nampak lagi.

Untukmu yang di sana...
lihat aku dengan gemuruh hati.
Aku akan tetapmelangkah.
Sampai di pemberhentian nanti.
Tak peduli...
Meski penuh hati luka dan berdarah.
Aku...
Akan tetap tegar melangkah..

Sunday, 11 December 2011

※ maafkanlah ※

Telah tiba di batas waktu untuk kita bersama...

Kini aku harus meninggalkanmu cinta.

Melupakan semua mimpi indah,
Membawa langkah kaki yang terasa berat adanya...

Ini pun bukan inginku..
Menyayatkan belati di jantung hatimu..

Satu kepahitan yang harus ku telan..
Meninggalkanmu walau aku enggan...

Maafkan aku...
Bila pergiku tanpa restu darimu.

Kau akan tetap menjadi yang terindah..
Kemana dan dimana pun aku melangkah..

Usah menangis kasih..
Ku nanti dirimu di setiap mimpi...

"Bersama rindu mencumbu kalbu..

Thursday, 8 December 2011

kasih..

kasih..
sekiranya engkau jemu katakanlah
sekiranya engkau lelah bicaralah
jangan kau hanya murung dan diam

apa ada yang salah
apa sdng dalam asalah
ceritakanlah padaku
aku akan berusaha membantu
ingat aku ini kekasihmu
jangan buat aku bingung

aku benar2 tak mengerti dngan keadaan ini
aku ingin engkau berbagi
dan aku ingin engkau ceria lagi...

Tuesday, 6 December 2011

~☆Berpalinglah pada Ibu☆~

Wahai hati...
Berpalinglah dulu...
Pada Ibumu...
...
Dan lupakan yang lainnya

Saat ini...
Cintai, sayangi... Ibumu
Lebih dari apapun didunia

Karena...
Mungkin saja ini kesempatan terakhir
Bersamanya

Kau sudah tau...
Kebahagiaanmu kelak...
Diakhirat...
Berada ditelapak kakinya

Berbaktilah...
Sekuat tenaga...
Sepenuh rasa cinta dan ikhlas
Melebihi apapun lainnya

Dan jangan risaukan...
Apapun...
Setelah ujian ini berakhir
Dunia 'kan kembali kepadamu

Wahai hati...
Saat ini
Hanya pada ibumu lah
Kau harus berpaling....

Thursday, 17 November 2011

Batas Mimpi

lama termenung berdiri
di ujung di batas mimpi
menatap semburat langit petang
aq bertanya..bilakah engkau datang?
senja telah berganti malam kabut
gelap, hanya bintang dan rembulan
menemani rongga hati yg sepi
menggelora rindu yg terbakar matahari
ku pejamkan mata ...mengingat samar bayangmu
dalam hati ku berbisik memanggil namamu
adakah kau dengar
adakah kau rasakan
getaran hati dan rasa yang dalam
rasa yang kau tanam di hati yang gersang
kau siram dengan belaian dan kecupan
apakah kini engkau lupakan hingga
semua hanya sekedar impian..

~ Gelora Asmara ~

Semilir angin malam ini mencairkan kebekuan rinduku padamu
Karena hadirmu . . . . Meski hanya lewat bayang cahaya langit biru
Namun aku tau kaupun sedang membentangkan sayap sayap getar rindumu padaku
Lewat tarian daun daun pepohonan yang jatuh berguguran di tanganku
Lewat suara suara nyanyian jangkrik yang kudengar merdu di telingaku
Lewat desiran angin semilir yang menghembus halus pada kulit kulit ariku
Ku tau . . . . Kaupun sedang sangat merindukanku duhai kekasih pujaan hatiku

Meski hanya lewat angan dan khayalku yang sendu
Ku dapat melukiskan wajah tampan mu
Dan kaupun dapat menatap sorot mata dan paras wajah ayuku
Akupun dapat merasakan lembutnya rengkuhan jari jemari tanganmu
Meraih, menarik dan merengkuhku dalam peluk dekap hangatnya dadamu
Ku juga dapat merasakan lembutnya kecup mesra bibirmu di dahi dan pipiku
Hingga ku terbawa melesat dalam tarikan gelora rindumu menyatu dalam rinduku

Terbelah rasanya kebekuan rinduku padamu
Mencair, meleleh dan menyebar rasanya gelora hasratmu dalam sekujur tubuhku
Meradang, mengencang dan menegang seluruh otot otot gejolak asmaraku
Memberontak, menanjak dan memuncak rasa cintaku padamu
Hingga akhirnya aku pun pasrah menyerah dalam permainan seni cintamu
Dan itu . . . . . Sungguh membuatku bahagia berada dalam rengkuhan kasihmu
~ Cukup ~

~ JANJIKU UNTUKMU ~

Kan ku penuhi hasrat jiwa
Tuk mengungkap sebuah rasa
Yang bertebar riuh di dalam dada
Mengaduk jiwa penuh resah
Menghunjam jantung penuh gelisah

Dengan degup detak kencang
Seakan anganku melayang
Menerjang bayang dalam hampanya ruang
Melesat tinggi di atas awan tuk menggapai sang
Adakah kau di sana tak mendengar panggilan mengiang

Duhai dewa asmara
Kau tebar pesona penuh makna
Akan hakikat cinta yang tersembunyi di balik maya
Menyeruak hadir tuk merengkuh anugerah cinta
Antara dirimu dan diriku apa adanya

Membelai cinta dalam dekapan mesra
Memadu kasih dalam gelora asmara
Mencumbu rindu gejolak di jiwa
Meraih asa menggapai cita
Menyatu dalam cinta yang selalu bersama..

TERMENUNG ~

Tak banyak yang ku pikirkan
Tak banyak pula yang ku khawatirkan
Namun . . . . Meski hanya satu hal yang selalu aku khayalkan
Tapi . . . . Hal itu sangatlah berarti tuk ku renungkan

Hadirmu memang selalu ku tunggu
Meski hanya sapamu namun sungguh sangat berarti bagiku
Mungkin ku terlalu berharap padamu
Namun agar kau tau bahwa dirimu memanglah tujuan cintaku

Duhai kekasih penyejuk jiwaku
Biaskan sinar cintamu agar masuk menerangi bilik hatiku
Pancarkan cahaya kasihmu agar meliputi gelapnya relung kalbuku
Jadikan lentera asmaramu tuk menjadi selimut kelamnya sepiku

Wahai sang pujaan hatiku
Rengkuhlah ruang hampa dalam sukmaku dalam peluk dekap cintamu
Agar dapat kusandarkan diriku dalam kasih sayang sejatimu
Karena hanya dirimu yang menjadi dambaan hidupku

Datanglah malam ini di peraduan cintaku
Karna tlah ku hamparkan permadani rinduku untukmu
Belailah rambut rambut gelora asamaraku
Dalam gejolak hasrat cintamu yang menggebu..

Hanya mampu menjadi cahaya

walau aku hanya seberkas cahaya lilin
Yang berada di ribuan cahaya yang begitu terang
Tapi ku harap seberkas cahaya ini
Bisa menjadi penerang mu
saat ribuan cahaya tersebut telah padam

inginku slalu melihat mu tersenyum
inginku melihat dirimu bahagia
walau cobaan silih berganti menghampiri mu
sabar….tegar…..dan ikhlas lah dalam menghadapinya

diriku akan menjadi tembok dan benteng bagi dirimu
dan akan slalu melindungi mu
dari segala yang ingin melukai mu
inginku menjadi sayap untuk mu
hingga ku bisa membawa mu terbang menjalani hidup ini

yang ku takutkan bukan kepergianmu
tapi air mata mu yang meneteslah yang ku takutkan

diriku tak akan pernah sanggup
melihat diri mu bersedih
melihat dirimu menangis
karena dirimu begitu berarti bagi ku..

Saturday, 12 November 2011

MATAHARI TAKKAN PERNAH MENUNGGU

Matahari takkan pernah menunggu

Bunga untuk mekar ,

Ataupun kuncup daun bersemi..Membuka kehidupan

Tetapi akan terus beredar

Meninggalkan semua yang terlambat

Memulai perjalanan


Begitupun cinta , takkan pernah menunggu

Bila kau berdiri di atas keraguan

Aku akan melangkah..

Membuka cinta yang lain

Meskipun ku sadari..

Takkan seindah cintamu


Karena ku sadari...

Seindah apapun cinta

Bila hanya di dalam bayangan

Adalah sebuah fatamorgana

Yang membesarkan hati ,

Tetapi jauh dari kebahagiaan

Sebagai tujuan yang sebenarnya


Aku takkan pernah menunggu

Bila kau terus dalam kebimbangan

Menentukan arah dan tujuan akhir cinta

Aku akan seperti matahari

Yang akan terus beredar

Walaupun bunga masih kuncup

Meskipun daun-daun masih terlelap

..DINDING – DINDING YANG TELAH RUNTUH..

Walau selalu ku jaga ..

Agar cinta tak retak di hatimu

Tetapi mungkin telah puncaknya..

Kebosanan menghinggapi rasa

Kau tak lagi sehangat dulu

Dinding-dinding cintamu mulai runtuh

Di atas nafas yang masih berharap



Aku tak bisa mengerti ,

Mengapa begitu rapuhnya cinta

Kau hadirkan seribu tanya..

Tanpa ku mampu menjawabnya

Karena kau telah mematahkan..

Layu hatiku .…di lagu yang belum usai


Dinding-dinding cintamu yang telah runtuh

Sebentar lagi akan musnah..tak bersisa

Bila kau tak merubah keinginan

Memutar haluan , kembali ke pangkuan cinta



Tetapi bila telah habis rasa yang kau punya

Dan jalan tuk kembali adalah haram

Cinta akan jadi kenangan tanpa jejak

Seperti menapak di atas angin

Yang tersisa hanyalah rasa kebencian

Dan kecewa yang tiada akhir

Thursday, 10 November 2011

Bunga Cinta Kembali Berbunga

Dahulu aku pernah berkata
Bunga cinta berdarah

Dahulu jua aku bisa berucap
Bunga hampa bernanah

Dahulu adalah duri yang kurasakan
Tajam didalam hati

Dahulu jua kurasakan
Ada pohon cinta yang
Telah berbuah mekar
Enak mataku memandang ranum
Buah yang tergantung
Jemariku lekas memetik buah cinta itu
Lalu dikunyah tanpa berfikir
Tentang isi keenakan mata memandang
Selang aku menghayati santapan
Aku sedar
Buah itu adalah milik orang
Dan tanah itu asalnya gersang
Subur enggan bertandang
Kerna dahulu aku bisa menyiram pohon itu
Dan telah kunanti pembesarannya
Hingga aku bisa menjamah buah pertama
Dari pohon kasih itu

Bila buah dikunyah
Hancur isi dari kulit
Menjadi daging
Darah yang mengalir dalam tubuh
Jua bisa mengaku akan keakraban
Isi dan daging

Bertahun tubuh itu
Menjamah buah dari pohon kasih itu
Nikmat yang dirasa
Seolah rutin
Yang membiarkan dia sebati
Dalam kebiasaannya

Setelah sekian lama
Membenih dan menyiram pohon kasih
Ada tika angin menyapa
Lembut bila membelai
Damai mengangkut hening perasaan
Aku terasa seakan
Dibuai mimpi indah
namun siapa tahu...
ribut hampir menelan nikmat alam
tandus pohon itu kerna
akarnya tidak sekuat
kasih sayang seorang insan
yang sejati

Mungkin

Gelisah lagi
Mencengkam ulu hati ini

Resah lagi
Mengenggam pangkal hati ini

Terpanggil aku mendengar
Suaranya
Terniang akan gelak tawamungkin
Dengan kumbang mainannya

Aku adalah boneka.mungkin
Tak pernah hidup
Walau seaat
Meletak diri empunya nyawa
Cuma tuhan yang tahu erti tersirat

Aku mengidam kasihmungkin
Gagal aku bersuara melafas
Rasa yang terbuku
Terkubur mungkin

Ikat mengikat jiwa ini
Dengan lara yang tak sudah

Sentap menyentap
Dengan sendu yang terungkap

Biarkan
Dia bahagia dengan derita yang kutanggung
Mungkin
Itu sudah suratan
Yang mana pepatah ada melafas
Gading bernilai dapat ditangan
Tanduk disandar mana berguna

Syair Cinta yang Luka

Kisah tersorot sejarah mengimbas
Memori rindu musim merentas
Kasih sebutir kurantai utas
Tinta tertumpah didaun kertas

Sudah termaktub gerangan cereka
Manis ditelah pahit belaka
Sembuh tak pernah dihati luka
Rupanya ditelek jasad celaka

Runsing bermain dimata fikir
Berdendang lara bak gendang dikir
Sudahnya tidak istana diukir
Ranap rentap bal tasbih zikir

Lalu aku memasang tekad d
Demi kasih yang sudah melekat
Janji terlafaz kupegang erat
Bagaikan jari susunnya rapat

Bahagia bersama terlalu indah
Sehidup semati kotakan madah
Belaimu itu penghilang gundah
Akhinya cinta tetap berdarah..

AKU SANGAT MEMBENCIMU

Di relung hatiku yang terdalam
Masih terukir rasa sayang
Yang mungkin takkan sirna..
Sampai nanti aku menutup mata

Kau begitu berarti dalam hidupku
Melebihi semua yang ku punya
Sehingga kepergianmu..
Menorehkan luka yang teramat dalam
Meskipun rasa cintaku tak pernah padam

Aku tak mengharap engkau kembali..
Ataupun cinta bersemi lagi
Hanya menginginkan luka ini
Luruh oleh sang waktu
Dan mentari kembali tersenyum padaku

Dari hatiku yang terdalam..
Aku masih menyayangimu
Walaupun kebencianku masih membara
Tetapi rasa cinta yang pernah ada..
Tak akan sirna..
Karena selalu menyala , saat kenangan ,
Dan bayanganmu hadir..

Kau begitu berarti..
Namun aku sangat membencimu ,
Karena kerapuhan hatimu
Menggenggam cinta..
Saat aku meyakininya
Kau hempaskan tanpa ada penyesalan .

Aku tak tega

Aku tak tega melihat air matamu..
Membasahi hati dan pipimu ,
Terlalu dalam engkau terluka
Hingga tak ada lagi..
Senyuman ...yang tersisa di bibirmu

Ingin ku balut lukamu..
Dengan kasih dan sayangku ,
Tetapi aku takut , membuka luka yang baru ,
Karena kau teramat rapuh ..
Oleh kenyataan yang terjadi

Cinta bila tak berjalan semestinya..
Berbalut dengan kemunafikan ,
Dan berhias nafsu keinginan
Hanyalah seperti sembilu ,
Datang memberi keletihan
Dan pergi meninggalkan luka
Yang teramat pedih..
Dan mungkin tak bisa di redamkan

Kau begitu menyentuh rasaku..
Tetapi tak mungkin aku membalutnya
Karena kau , teramat rapuh..
Oleh cinta , yang begitu dalam menusukmu ,
Sehingga semua nada , bagimu..
Adalah kepedihan

Thursday, 3 November 2011

Bila habis gelap terbitlah terang - by ~ Nyai Roro

bila habis gelap terbitlah terang ,
mengapa untukku tak pernah ada siang ??
mengenal hatimu bagai mengarungi kegelapan malam ..
gelap, pekat ,takut aku untuk terus berjalan..

bila sisa rintik air hujan kan mengalir tenang ,
mengapa untukku selalu ada badai ??
mendekatimu bagai ku menyelami dalamnya lautan..
begitu dalam , takut aku untuk berenang ..

tak pernah kau beri aku kesempatan ,
tak sekalipun kau beri peluang ..

kamu ..
mungkin selamanya kan jadi nama terindah dalam buku harianku,
hanya ada disana,di halaman paling rahasia ..

entah kapan,
potongan hatimu dapat kugapai,
atau memang Tuhan tlah takdiran kisahku,
dengan judul kasih tak sampai ???