Showing posts with label Johnny-Bawole Harry-Santana. Show all posts
Showing posts with label Johnny-Bawole Harry-Santana. Show all posts

Monday, 5 December 2011

dirimu kekasih

Adalah dirimu kekasih yang telah membawaku terbang ke langit-langit puisi, meraup segala kemilaunya, menembus gulita rimba raya kata-kata, menyelam dalam di biru rindunya....

Telah kau cipta rumah cinta kekasih, tempatku berbaring disejuk kamarnya, tempatku termanggu menunggu parade bintang dan rembulan, tempatku membakar lipatan mimpi buruk kenangan, tempatku belajar memaknai indahnya warna warni kehidupan. ...

Kinii, kita masih melayari perahu cinta ini menuju pulau bahagia, pulau tempat kita membangun istana sebenarnya, dimana engkau dan aku benar-benar menjadi satu, selamanya...

Kebahagiaan

Kebahagiaan yang teramat sangat, saat ku baca kalimat cintamu yang menenangkan gelora badai angkara yang dibuat orang-orang diluar sana. Aku menyadari, tanpamu jiwaku tak menjelma apapun. Ragaku hanya keringkihan yang beku. Aku hanya bongkahan tanpa makna....

Aku akan masuk ke rumah kita. Aku rindu belai tanganmu saat memandikan aku dengan air yang kau siapkan jauh sebelum kedatanganku.
Aku bahagia dalam tidur bersamamu, sebab engkau tak pernah melupakan bunga-bunga surga yang kau kirim ke dalam mimpiku....

Jujur sayang, hanya denganmu aku bahagia. Dekap aku selamanya...!!! Jangan tinggalkan aku. Aku tak ingin kau meninggalkanku setelah sekian lama kau biarkan aku membelai jiwamu dengan puisi. Setelah kau biarkan aku mengecup bibir rindumu. Setelah kau biarkan aku menyetubuhi malam-malammu. Biarkan aku tetap menjadi milikmu. Sebab aku, teramat mencintaimu...??!!!

......

Saturday, 3 December 2011

Sayang.

Sayang...??? Tadi malam aku mengetuk kamarmu, tapi engkau terus berdiam diri, tapi aku dengar desah dirimu yang sedang terlelap penat, aku mengerti. Tak perlu kita terlalu memaksakan diri untuk bercinta setiap hari..

Kemudian Aku pergi sejenak ke sebuah tempat yang betul-betul sepi jauh dari kebisingan hidup. Karena...karena aku ingin mengoyak dadaku, menciduk segelas darah dari biliknya, sebab telah ku celup pena kasihku dengan darah jantungku ketika ku catat kesetiaanmu pada setiap ruas ragaku, telah ku catat sayang. Namamu akan selalu ada dan akan tetap ada selama jantungku masih berdetak, selama Bumi masih berputar. Aku akan berlutut di hadapanmu setelah kau cipta sebuah cinta di seluruh diriku, Ya...cintamu telah menjadi segala yang ada di tubuhku...

Benar, segalanya kini hanya dirimu dalam setiap denyut tubuhku. Pikiranku hanya ingin memikirkan dirimu. Mataku hanya ingin menatapmu, tanganku hanya ingin melukis disetiap sudut tubuhmu, rohku hanya ingin berdiam dalam istana hatimu, suaraku hanya ingin bersenandung untukmu. Untukmu dan untukmu saja..


Kekasih, pada awalnya aku hanya berenang di danau cintamu, namun kini aku telah benar benar tenggelam disitu. Ya...aku telah benar-benar tenggelam sayang, biarkan...biarkan aku tenggelam selamanya dan kemudian akupun terkubur di hatimu, menyatu menjadi darahmu mengaliri setiap jengkal jasatmu...Engkau tahu sayang...?? Cinta selalu berdiam di Hati. Hati adalah istana bagi sebuah Cinta yang tulus. Cintaku untukmu akan selalu berdiam di hatimu. Cintaku tak memiliki sayap kasih. Cintaku takkan pernah bisa terbang kemanapun juga. Cintaku padamu bukanlah karena aku terbang lalu lelah, singgah, istirahat dan kemudian terbang lagi. Tidak..!!! Cintaku tak memiliki sayap, entahlah bila engkau memberikan sayap itu untukku. Bila itu terjadi, aku pun tak bisa berbuat apa-apa kecuali meratapi diri lalu pergi...

Tapi aku percaya kepadamu, karena telah ku lihat Seluruh yang ada di diriku sangat Mencintaimu...!!!!

Thursday, 17 November 2011

Ribuan ratap menghujani rindu

Ribuan ratap menghujani rindu dari langitku yang mendung...
Kemanakah harus ku bawa diri..???
Ketika rinduku yerus meneriakkan dahaga..
Ketika bisikanmu telah menyemai benih-benih bunga...

Aku tak bisa mengurai simpul waktu yang kusut..
Mwmbaca secarik peta cinta yang ku bentangkan di sampingmu...
Ku baca arah dengan lidah yang patah..
Layarku limbung di terpa ganasnya badai rindumu sentuhanmu...
Langkahmu menggantung di ujung kaki langit..
Melewati garis yang sayup di sebuah bukit pengembaraan...


Aku disini...
Di lembah pengasingan...
Mencoba merangkak menggapai ujung gaun mu yang melambai-lambai memanggil...
Aku disini...
Di dasar Bumi...
Mengeja kasih kita lewat goresan bibir yang pasi...

Melangkahlah..??!!!!
Karena aku sedang mengarungi samudera mimpi yang tak bertepi..

.....

Bertahun

Bertahun-tahun aku luput mencari mu dalam bayang bayang malam....
Seperti airmata yang tak kunjung reda...
Kau memang seperti tak pernah ada...
Tapi kehadiranmu
adalah kenyataan...

Aku bukanlah Juliet yang menukar cinta
dengan kematian...
Aku hanyalah gelombang yang merindu daratan di hatimu...
Aku hanya seseorang
yang rindu mencium pasir-pasir di pantai jiwamu...

Dan kelak...
Mungkin rinduku tak pernah sampai...
Sebab lautan telah menjadi danau...
Seperti gelombang..
Aku merindu daratan di hatimu...

Wednesday, 9 November 2011

Nun, di sana...

Nun, di sana...
Jauh sudah impian itu terlihat oleh mata mata....
yang haus oleh keinginan, pencapaian dan harapan....
Diantara temaram dan kerlip lampu lampu berserakan....
Seakan ia mudah digapai oleh tangan tangan duniawi yang serakah....
Oleh nafsu....
Nun, disana....
Bak gelimang emas, ia membutakan mata mata yang gelap oleh pujian....
Oleh nama dan pangkat....
Oleh nama dan harta....
Oleh singgasana dan komunitas yang memujanya...
Yang menjaganya...

Dan kini impian itu makin jauh membelalakan keinginan untuk berlari mengejarnya....
Sekalipun ia harus terbang, melompat sejauh mungkin...
Berharap semua mampu ia peluk, dan kungkung sendiri....
Tertelungkup, sampai tertidur....

Sementara esok....
Ia lupa dimana dia mendarat...
Lupa oleh kekuatan diri yang menyampingkan sekitarnya....
Lupa oleh hayalan hayalan semu, sesaat kaki masih berpijak ditempat yang sama....
Enggan bergerak...

Sementara ia kini menangisi apa yang mendaratkannya di sini....
Menangisi waktu yang berbicara tentang seandainya...
Dan seandainya, ia mampu melompat lebih jauh....
Lebih cepat, lebih tepat....
Dan seandainya, ia tak terpuruk di sini....

Ia hanya tertunduk...
menyibak mimpinya yang terlalu tinggi dicangkramnya....

Friday, 4 November 2011

Aku tidak tahu - by ~ Johnny-Bawole Harry-Santana

Aku tidak tahu apakah mengabarkan ini kepadamu akan memperbaiki keadaan...
Atau malah tambah memperburuknya..??
Seperti juga aku tidak tahu...
Apakah memendam yang kurasa saat ini..
Itu akan lebih baik ketimbang mengabarkannya padamu..??
Semua serasa sama bagiku..
Tak ada yang lebih baik satu sama lain....

Aku selalu memiliki keyakinan...
Bahwa...
Apa yang kutuliskan untukmu suatu hari nanti pasti akan kau ketahui....
Dan keyakinan itu pernah terbukti....

Begitu lama...
Kusimpan...
Kuperam dan kupendam segala yang kurasa tentangmu...
Dengan satu keyakinan...
Bahwa suatu ketika nanti...
Aku akan mengatakannya kepadamu....
Dan itu akhirnya terbukti...
Ketika kita akhirnya bisa bersama..
Hati kita menyatu...!!

Maka...
Aku akan selalu menuliskan apa yang kurasakan tentangmu saat ini...
Agar suatu hari nanti kamu tahu..

Aku tak tahu apa yang terjadi diantara kita.....
Kita tak lagi bersama...
Dan tak akan pernah bisa bersama...
Dan itu kita sadari....
Tapi...
Seingatku diantara kita
tak pernah ada kata berpisah.....
Kita tak pernah saling mengucapkan selamat tinggal,bukan...??

Hhhmmmm...
Apakah cerita itu yang mempengaruhi aku...???
Atau memang aku terlahir dengan kutukan ini..???
Bahwa aku tak 'kan pernah bisa melupakan kamu...
Tapi juga tak 'kan pernah bisa bersamamu...
Aku kerap dihadapkan pada pertanyaan yang selalu berputar dan
terngiang-ngiang di benakku.....
Siapakah gerangan seseorang yang menjadi my soul mate...???
Kamukah...??
Atau seseorang yang saat ini bersamaku...???
Jika memang bukan kamu...
Lalu mengapa waktu demi waktu...
Dalam keadaan sadar atau terlena...
Kuinginkan atau tidak...
Namamu selalu ku desiskan...???
Namamu selalu tertera di benakku..
Lekat di pikiranku.....
Dan menjelma pada seluruh apa yang kulihat...
Kupegang...
Dan kurasa...???

Terkutuklah aku karena tak pernah bisa melupakanmu..
Celakalah aku karena tak
pernah bisa menghapus sesaat pun kamu dari pikiranku....

Thursday, 27 October 2011

Aku memulai sebuah langkah

Aku memulai sebuah langkah, langkah dari perjalanan untuk menjalani kehidupan. Disaat aku mulai memahami tujuanku, aku pergi terlalu jauh dari kenyataan. Duduk termenung di sudut terdalam dari imajinasiku, belajar dan mencoba memahami tentang arti dan tujuan dari kehidupanku. Hingga hari ini tiba...

Aku mulai tersadar, entah berapa waktu aku termenung. Dalam kedalaman pikiranku. Hingga akhirnya Sang Nyatalah yang memberi inspirasi, untuk aku mulai bergerak menuju jembatan yang dulu telah aku seberangi. Sebelum akhirnya terlalu lama aku terdiam, terperangkap dalam lubang hitam yang bernama Pikiran dan Imajinasi. Melupakan kenyataan dan selalu tinggal dalam penantian...

Hari ini aku akan mulai merangkak lagi, sebelum dapat melangkah menuju titik cahaya. Menyeberangi jembatan untuk dapat kembali pada realita, apapun yang menanti padaku disana. Pengalaman akan kenyataan akan selalu lebih punya arti, daripada penantian dan perenungan dalam Imajinasi....