Showing posts with label Sang De-Li Penyair. Show all posts
Showing posts with label Sang De-Li Penyair. Show all posts

Sunday, 3 March 2013

Isyarat kedip

Isyarat kedip'an mata menjadi bahasa langit, menjadi bilah-bilah mantra membelah kelamnya nirwana... " Biarlah Cinta menyusup di setiap serpihan senyap,agar buram tidak kembali menelan lamunan.
Kita masih menabur.. asa ,membiarkan peluh terlepas bebas,'
Gerak jemari terangkat meminta,beberapa keinginan,agar cerah tetap selasu membelai jiwa,..
...Yang berharap,hanya tersenyum sendu,...erat kan rindu di kisaran waktu...
Ubah lah syair menjadi lagu,untuk membiarkan simfoni membenamkan ragu.

Bening...........setelah keruh berlalu,
Hening...........setelah sepi menyaruh.

Bentuk ke'indahan bersama Kemilau di setiap langkah' dari apa yang telah kita bina,berdua kita jaga,
Di dalam Kasih"Yang Maha Kuasa,

Saturday, 2 March 2013

Aku tetap saja menyapa keruh,

Aku tetap saja menyapa keruh,
menyibak-nyibak belukar,mencari bias,
Melewati rimbunan sekat,
Bertanya....masih adakah warna,
kala waktu tak lagi menyapa,
Nurani.......masih tetap menemani mimpi,
untuk berharap kelopak mata,cepat terpejam,
Tetapi pagi terlebih dulu menyapa,
tak perduli lelah terdiam berharap,
Setelah embun menabur kilau,lambaian tunas,
menetapkan janji,agar mentari hadir lebih awal 
dari gerimis hari ini.
Bantu aku,elus resahku.....
Singkirkan gelisah...........
Buang segenap hampa di jiwa,
Biar langkah tak lagi terhenti di baris pesona.

Tuesday, 26 February 2013

Dingin


Dingin..........hujan tetap saja membiarkan tubuh merasakan,gigil,nya kemurungan,
Membiarkan tetesan demi tetesan membasahi kulit pembungkus tulang,
Dan langkah yang tadinya begitu lincah menyusuri jalan,kini terhenti tak bisa mengulang.
Hujan........sampai berapa lama lagi tangismu kau hentikan,atau sengaja kau biarkan bumi terendam,
Sedangkan dahan-dahan sudah begitu lelah mengibas-ngibaskan air. Yang kau jatuhkan.
Hentikan................biarkanlah sejuk menata kelam,
Dan renungan ku tertata di keheningan malam,menjadi sebuah harapan dalam kenyataan.

Tuesday, 19 February 2013

Hatiku


Hatiku akan tertutup, jika bukan diri mu yang menetap,
Rebahkan jiwa mu di pembaringan hatiku,
Lingkarkan kehangatan cinta mu di eratnya kasih sayangku,

Tirai putih,lembaran sutra,kita rajut dengan benang-benang cinta,dalam warna dari Rasa,
... Bukan gemuru,itu benturan Rindu,
Sehingga gema terbalut cahaya tercipta dengan kilauan asmara.

Lepaskan semua keraguan,kegelisahan,dan ketakutan'
Setelah bayang-bayang terlepas,dan nyata,berjabat tangan dengan kemungkinan.

Pergi nya Lirih"


Pergi nya Lirih"

Jangan hiraukan teriakan Sang sepi,dan.......
Biarkan perih menjerit lirih,di dalam tangisan pagi ini,
Dari rimbunan bunga liar,tercium harum mewangi saat embun jernih membasahi kelopak putih melati,
... Hentikan dulu keluhan letih,
Sabda,kan tentang sambutan burung kenari....kicauan,nya membangunkan mentari....
Sehingga daun-daun hijau mulai terayun seperti menari mengikuti hembusan bayu bagai memperdengarkan melody,
Rumput-rumput yang tenga mengikuti kemana datangnya arah gerimis yang menuntun gugurnya cerah dalam musim semi.

Dewi-dewi menuruni anak-anak tangga"...berkecimpung dengan percikan air telaga jernih,
Sepasang kupu-kupu yang berwarna-warni terbang mengikuti kemana harum bunga memamerkan putik wangi,

Mentari telah beralih sudah cukup tinggi,sedang langkah kaki masih saja tidak beranjak untuk mencari kemana tempat untuk meletakan bongkahan kepenatan hati.

Mimpi-mimpi berteriak menagih janji yang sudah cukup lama di sepakati,
Untuk sekelompok bukti agar terus berlari walau cambuk berduri tidak pernah memberi kesempatan,kapan akan berhenti,
Waktu terdiam memberi tempat kepada gerimis turun membasahi'supaya gelisah agar cepat menyadari,bahwa tunas yang baru saja memperkenalkan diri,tak lagi membenci debu,yang biasa menutupi warna kuncup rejeki'

Jangan lagi risau kita jadikan senjata agar rasa tidak perduli kepada kepolosan hati,
Kita biarkan seberkas bayang menelanjangi hari,
Meniduri matahari......
Menutupi gerak-gerik pelangi setelah hujan terhenti..

Pekak telinga, tanpa bisa menjawab begitu harap yang tiba-tiba bertanya,""Ada di Mana"
Tentang apa................
Tentang siapa...............
Tentang bagaimana...........
Tentang cara yang seharusnya kita coba bila badai telah sangat jelas ingin menunjukan arti dari bencana,

Sudahi semua lamunan maya'
Sambut nyata yang telah tercipta,
Dan bila waktunya telah tiba,
Apa yg telah terencana,kita menapakan Rasa di taman jiwa.

Thursday, 7 February 2013

tarian rinai


dan semoga tarian rinai masih sama'
meneruskan candanya...
Memberi tanda...ketika panas menuntun terik....
membakar gejolak sehingga peluh
terjatuh lurus di belahan pipi.
Letih bukan duri yg menusuk tapak kaki.......
lelah bukan pula bencana yg tersisa...
Hanya langkah'dengan gegap gempita....
tetap terus melaju di antara teriakan sang rupa.
...
Peminta terdiam'menghias bibir dengan kata'........
Indah melingkar erat di satu ikatan rasa.
Aku dan Kamu telah melangkah
dan akan terus melangkah
untuk menjemput lembar-lembar Bahagia.