Satu ketika yang lalu
Di sinilah hatiku telah tertinggal
Kini aku kembali
... Aku kembali untuk mengambilnya semula
Tidak sabar rasanya
Untuk bertemu empunya bayangan
yang selalu berlegar-legar dalam firikiranku
.
Bayang-bayang yang selalu membuat aku
tidak tenang
Bayang-bayang yang membuatkan aku
jauhkan diri dari orang
Aku tidak mahu bayang-bayang lain
campur aduk dalam benak aku
.
Yang penting sekarang ini
apa yang ada di kepalaku saat ini
Bukan yang lain
Cuma satu
Aku ingin secepat mungkin
Sampai ke tempat ini
Kembali ke pangkuan dia
Yang selama ini tidak jemu
Tidak jemu menanti
Aku hadir ke dalam hidupnya
Showing posts with label Manchiko Osman. Show all posts
Showing posts with label Manchiko Osman. Show all posts
Monday, 30 January 2012
NOTA LUKA
Wahai bayu laut yang menyapa kegundahan hatiku
Bagaimana dapat kuterjang kemelut yang merantai hati ini
Kau bisikkanlah padaku segala penawarnya
... semoga aku tidak tertekan dengan derita ini
Tolonglah damaikan aku
Duhai mentari
Terbitlah
Jadilah kau teman setiaku
Teman yang mengerti segala perasaan hatiku
Teman yang dapat mengiringi segenap kegelisahanku
Aku terlalu derita
Tiada siapa yang mengerti
Tiupkanlah rasa hatiku pada dia
Aku kalah duhai mentari
Kalah dengan perasaanku sendiri
.
Duhai senja yang mewarnakan alam
Bagaimana untuk mewarnakan perasaan ini
Dedaun nyiur yang melambai sayu
sesayu hati dan perasaanku
Gelora laut semakin kusam
Mentari terbenam lena dalam tiduran
Namun tidak siap tahu
bagaimana luka dan kecewanya perasaan hatiku...
Bagaimana dapat kuterjang kemelut yang merantai hati ini
Kau bisikkanlah padaku segala penawarnya
... semoga aku tidak tertekan dengan derita ini
Tolonglah damaikan aku
Duhai mentari
Terbitlah
Jadilah kau teman setiaku
Teman yang mengerti segala perasaan hatiku
Teman yang dapat mengiringi segenap kegelisahanku
Aku terlalu derita
Tiada siapa yang mengerti
Tiupkanlah rasa hatiku pada dia
Aku kalah duhai mentari
Kalah dengan perasaanku sendiri
.
Duhai senja yang mewarnakan alam
Bagaimana untuk mewarnakan perasaan ini
Dedaun nyiur yang melambai sayu
sesayu hati dan perasaanku
Gelora laut semakin kusam
Mentari terbenam lena dalam tiduran
Namun tidak siap tahu
bagaimana luka dan kecewanya perasaan hatiku...
Wednesday, 25 January 2012
HIDUP IBADAT
Kupersembahkan puisi ini
kepada mereka yang mahu dipimpin
yang rajin bertanya itu dan ini
... untuk kepastian dalam beribadat
.
Dan kupersembahkan puisi ini
kepada mereka yang mencari dan
mereka yang mengejar ilmu
dari surau ke surau
dari masjid ke masjid
dari rumah ke rumah
membentuk usroh mingguan
tanpa jemu, tanpa bosan
mencari keredhaan
.
Ku sibarluaskan puisi ini
kepada mereka yang lalai dan lali
yang makan sewaktu kenyang
yang minum bukan kerana dahaga
yang berbelanja lupa Ka'abah
sedangkan
dia renggang jauh ulama'
hati kosong ilmu tiada
ibadatpun kurang
kebajikanpun tiada
Jadi
marilah kita bangung
hidupkan segala ibadat
ibadat yang hidup dalam diri
Sunnah Rasul akan tersibar
perintah Ilahi pun tiada tercabar..
kepada mereka yang mahu dipimpin
yang rajin bertanya itu dan ini
... untuk kepastian dalam beribadat
.
Dan kupersembahkan puisi ini
kepada mereka yang mencari dan
mereka yang mengejar ilmu
dari surau ke surau
dari masjid ke masjid
dari rumah ke rumah
membentuk usroh mingguan
tanpa jemu, tanpa bosan
mencari keredhaan
.
Ku sibarluaskan puisi ini
kepada mereka yang lalai dan lali
yang makan sewaktu kenyang
yang minum bukan kerana dahaga
yang berbelanja lupa Ka'abah
sedangkan
dia renggang jauh ulama'
hati kosong ilmu tiada
ibadatpun kurang
kebajikanpun tiada
Jadi
marilah kita bangung
hidupkan segala ibadat
ibadat yang hidup dalam diri
Sunnah Rasul akan tersibar
perintah Ilahi pun tiada tercabar..
Subscribe to:
Posts (Atom)