Showing posts with label Asrining Nurfauzie. Show all posts
Showing posts with label Asrining Nurfauzie. Show all posts

Sunday, 3 March 2013

PAGI DAN MAWAR MERAH

PAGI DAN MAWAR MERAH / Asrining Nurfauzie

Kelopak merona
Berseri penuh cinta
Wangi menggurat rusa
Sentuh rindu di kedalaman jiwa

Pagi yang ceria
Menatap wajah-wajah penuh cinta
Langkah ringan songsong harapan
Menguak rahasia Tuhan

KH, 3032013
PAGI DAN MAWAR MERAH / Asrining Nurfauzie 

Kelopak merona
Berseri penuh cinta
Wangi menggurat rusa
Sentuh rindu di kedalaman jiwa

Pagi yang ceria
Menatap wajah-wajah penuh cinta
Langkah ringan songsong harapan
Menguak rahasia Tuhan

KH, 3032013

Saturday, 2 March 2013

MENDEKAP LANGIT


MENDEKAP LANGIT / Asrining Nurfauzie

Langit dini hari, terang dengan beberapa bintang
Pagiku sebentar lagi menjelang
Tak kan lupa doaku di atas sajadah yang membentang
... Harapkan siang seindah bulan

Langit dini hari, cerah tak berkabut
Saat sejuk mendekap kala aku bersujud
Rantai derita yang tak henti melecut
Hilang sesaat, kala jiwaku berlutut

Mendekap langit Mu, membuat jiwaku merindu
Rindu pada indah sapa Mu
Aku inginkan teduh Mu nian mengembang
Seluas langit Mu yang indah membentang

Tuhan, aku tak lagi punya muka
Kala tangisku menghiba
Setelah begitu banyak alpa yang mendera
Terbelenggu nikmat dunia

Tuhan, aku kan terus mendekap langit
Hingga mata sayu, tak lagi mampu berkedip

KH, 28022013
MENDEKAP LANGIT / Asrining Nurfauzie

Langit dini hari, terang dengan beberapa bintang
Pagiku sebentar lagi menjelang
Tak kan lupa doaku di atas sajadah yang membentang
Harapkan siang seindah bulan

Langit dini hari, cerah tak berkabut
Saat sejuk mendekap kala aku bersujud
Rantai derita yang tak henti melecut
Hilang sesaat, kala jiwaku berlutut

Mendekap langit Mu, membuat jiwaku merindu
Rindu pada indah sapa Mu
Aku inginkan teduh Mu nian mengembang
Seluas langit Mu yang indah membentang

Tuhan, aku tak lagi punya muka
Kala tangisku menghiba
Setelah begitu banyak alpa yang mendera
Terbelenggu nikmat dunia

Tuhan, aku kan terus mendekap langit
Hingga mata sayu, tak lagi mampu berkedip

KH, 28022013
 

Saturday, 16 February 2013

AKU, REMBULAN DI AWANG


AKU, REMBULAN DI AWANG / Asrining Nurfauzie

Aku rembulan di awang,
Gumam selamat datang
Pada kerinduan selewat petang
...
Telah aku pelajari satu makna puisi cinta
Dari sang pujangga yang berjalan dalam kelana
Mencari serpihan bahagia

“ Masih harus aku susuri balada piluku
sendiri dalam jemu “
Aku dengar rintih mendayu

Kembali sang pujangga toreh goresan pelangi
Tersusun dari rangkaian imajinasi
Persembahan untuk tuan putri

“ Aku titipkan cinta yang meremang
padamu rembulan di awang “
Resah, dia berucap dalam desah

Aku rembulan di awang
Menatap seksama pada jiwa-jiwa yang terluka
Kala cinta berlabur nestapa

KH, 16022013
AKU, REMBULAN DI AWANG / Asrining Nurfauzie

Aku rembulan di awang,
Gumam selamat datang
Pada kerinduan selewat petang

Telah aku pelajari satu makna puisi cinta
Dari sang pujangga yang berjalan dalam kelana
Mencari serpihan bahagia

“ Masih harus aku susuri balada piluku
sendiri dalam jemu “
Aku dengar rintih mendayu

Kembali sang pujangga toreh goresan pelangi
Tersusun dari rangkaian imajinasi
Persembahan untuk tuan putri

“ Aku titipkan cinta yang meremang
padamu rembulan di awang “
Resah, dia berucap dalam desah

Aku rembulan di awang
Menatap seksama pada jiwa-jiwa yang terluka
Kala cinta berlabur nestapa

KH, 16022013

I LOVE YOU


I LOVE YOU / Asrining Nurfauzie

Sekilas langit menjuntai
Tawarkan kidung penuh damai
Melayang rasa manakala ucap cinta,
... Sentakkan sukma

“ I Love You “
Itu ucapmu bertahun lalu

Langit selalu jingga
Rasa nian bergelora
Putik cinta nan merona
Taburkan kasih tak berjeda

Ku susuri malam, ku tahbiskan siang
Ucap cinta mu tak pernah lekang
Terus menderu berirama syahdu
“ I Love You “

KH, 14022013
I LOVE YOU / Asrining Nurfauzie

Sekilas langit menjuntai
Tawarkan kidung penuh damai
Melayang rasa manakala ucap cinta,
Sentakkan sukma

“ I Love You “
Itu ucapmu bertahun lalu

Langit selalu jingga
Rasa nian bergelora
Putik cinta nan merona
Taburkan kasih tak berjeda

Ku susuri malam, ku tahbiskan siang
Ucap cinta mu tak pernah lekang
Terus menderu berirama syahdu
“ I Love You “

KH, 14022013

Wednesday, 13 February 2013

PERTEMUAN DUA HATI


PERTEMUAN DUA HATI / Asrining Nurfauzie

Matamu sendu, tatapku layu
Kita terpasung pada kisah masa lalu
Cintamu suci, cintaku sejati
... Bersemedi pada jagad puisi

Di pelataran waktu, pilu kita berpadu
Hati kita bertemu
Senafas toreh puisi biru

Pada jajaran cemara yang kita lewati
Engkau berbisik penuh telisik
Bahwa rindu tak lagi berkanopi
Cinta tak lagi imajinasi

Tuhan telah pertemukan dua hati

KH, 13022013
PERTEMUAN DUA HATI / Asrining Nurfauzie

Matamu sendu, tatapku layu
Kita terpasung pada kisah masa lalu
Cintamu suci, cintaku sejati
Bersemedi pada jagad puisi

Di pelataran waktu, pilu kita berpadu
Hati kita bertemu
Senafas toreh puisi biru

Pada jajaran cemara yang kita lewati
Engkau berbisik penuh telisik
Bahwa rindu tak lagi berkanopi
Cinta tak lagi imajinasi

Tuhan telah pertemukan dua hati

KH, 13022013

Monday, 11 February 2013

SAJIAN TERAKHIR

SAJIAN TERAKHIR / Asrining Nurfauzie

Sajian terakhir yang kita punya saat Imlek tiba
Adalah ramuan cinta yang merona
Indah tatap mata
Berseri rupa jiwa

Rasa menyapa, kidung membahana
Kelebat imajinasi, menggapai mimpi
Meninggi,
Hingga batas ilusi

Saat semuanya maya
Rindu menembus jiwa
Denting kesedihan merebak
Tak tersibak

Kasih, ini sajian Imlek kita yang terakhir
Kisah nian bertabir
Nurani sesaat menguak
Bahwa cinta tak cukup kuat tuk menyibak,
gelombang pasang yang melambai
Selaksa tarian barongsai

KH, 10022013
SAJIAN TERAKHIR / Asrining Nurfauzie

Sajian terakhir yang kita punya saat Imlek tiba
Adalah ramuan cinta yang merona
Indah tatap mata
Berseri rupa jiwa

Rasa menyapa, kidung membahana
Kelebat imajinasi, menggapai mimpi
Meninggi,
Hingga batas ilusi

Saat semuanya maya
Rindu menembus jiwa
Denting kesedihan merebak
Tak tersibak

Kasih, ini sajian Imlek kita yang terakhir
Kisah nian bertabir
Nurani sesaat menguak
Bahwa cinta tak cukup kuat tuk menyibak,
gelombang pasang yang melambai
Selaksa tarian barongsai

KH, 10022013

Friday, 8 February 2013

SELIMUT MALAM

SELIMUT MALAM / Asrining Nurfauzie

Selimut malam telah tersibak
Saat gerimis tak henti jatuh
Cerita indah telah terkoyak
Menghanyut bersama air, luruh

Selimut malam telah bercerita
Tentang cinta yang purna
“ Getar rindu tak lagi punyaku
Telah membeku bersama waktu “

Selimut malam tak henti toreh puisi
Tentang cinta yang tak lagi wangi
“ Itu semua denting masa lalu “
Demikian katamu.

KH, 7022013
SELIMUT MALAM / Asrining Nurfauzie

Selimut malam telah tersibak
Saat gerimis tak henti jatuh
Cerita indah telah terkoyak
Menghanyut bersama air, luruh 

Selimut malam telah bercerita
Tentang cinta yang  purna
“ Getar rindu tak lagi punyaku
 Telah membeku bersama waktu “

Selimut malam tak henti toreh puisi
Tentang cinta yang tak lagi wangi
“ Itu semua denting masa lalu “
Demikian katamu.

KH, 7022013

Thursday, 7 February 2013

TATAPMU BONEKA


TATAPMU BONEKA /Asrining Nurfauzie

Tatapmu boneka
Tak bersambut dalam ucap kata
Ingin ku masuk, selami duniamu
... tersamar bersama kesendirianmu

Ayun berayun kaki lemah tak mampu mengayun
atau menapak kehidupan dengan kemandirian
Dunia yang kau punya tak seindah bianglala
Tak mampu kau eja kata tak mampu kau luapkan rasa

Tatapmu boneka
Melihat dunia dalam satu kaca mata
Cinta ibu bapa

"Jangan ragukan cintaku
cinta yang ku punya untuk ayah ibu
Tak kan mampu kau menandinginya
cintaku tulus walau tak terbaca"

Dan aku tahu,
Malaikat kan selalu menjagamu

KH, 5022013
TATAPMU BONEKA  /Asrining Nurfauzie

Tatapmu boneka
Tak bersambut dalam  ucap kata
Ingin ku masuk, selami duniamu
 tersamar bersama kesendirianmu
 
Ayun berayun kaki lemah tak mampu mengayun
atau menapak kehidupan dengan kemandirian
Dunia yang kau punya tak seindah bianglala
Tak mampu kau eja kata tak mampu kau luapkan rasa

Tatapmu boneka
Melihat dunia dalam satu kaca mata
Cinta ibu bapa
   
"Jangan ragukan cintaku
cinta yang ku punya untuk ayah ibu
Tak kan mampu kau menandinginya
 cintaku tulus walau tak terbaca"

Dan aku tahu, 
Malaikat kan selalu menjagamu

KH, 5022013

Saturday, 2 February 2013

LAMBAIAN TANGAN SETAN


LAMBAIAN TANGAN SETAN / Asrining Nurfauzie

Mari ke mari
Rebahlah di pangkuan duniawi
Mari kita teguk anggur kenikmatan
... Bersama gemerlapnya dunia yang memabukkan

Mari ke sini
Sembunyilah dalam lorong gelap pandang
Bersama tarian cinta yang berkumandang
Atau beberapa kecap butiran tablet setan
Yang membuat rasa melayang

Saat jelaga menutup awan
Atau derita menghantam impian
Berlabuhlah dalam pelukanku
Kan ku bawa kau terbang ke langit biru
Bersama sayatan sayatan di ragamu

STOP
" Jangan bujuk aku
Hentikan lambaian tangan setan itu
Hanya derita yang akan aku dapat
Dari semua kenikmatan sesaat "

KH, 29012013

NB : Jangan hancurkan dirimu kawan
LAMBAIAN TANGAN SETAN / Asrining Nurfauzie 

Mari ke mari
Rebahlah di pangkuan duniawi 
Mari kita teguk anggur kenikmatan
Bersama gemerlapnya dunia yang memabukkan

Mari ke sini 
Sembunyilah dalam lorong gelap pandang
Bersama tarian cinta yang berkumandang
Atau beberapa kecap butiran tablet setan
Yang membuat rasa melayang

Saat jelaga menutup awan
Atau derita menghantam impian
Berlabuhlah dalam pelukanku
Kan ku bawa kau terbang ke langit biru 
Bersama sayatan sayatan di ragamu

STOP 
" Jangan bujuk aku
Hentikan lambaian tangan setan itu
Hanya derita yang akan aku dapat
Dari semua kenikmatan sesaat "

KH, 29012013

NB : Jangan hancurkan dirimu kawan

TUHANKU ADA DI UJUNG JALAN


TUHANKU ADA DI UJUNG JALAN
By : Asrining Nurfauzie

Ku susuri jalan setapak
Diantara perdu dan onak
... Hampa lara kian merebak
Patah asa tak jua tersibak

Tuhanku ada di ujung jalan
Melambai dalam senyum tertahan
Inginku masuk dalam indah pelukan
Luapkan perih dan sejuta sedan

Tuhanku ada di ujung jalan
Berlari ku sibak hambatan
Tuk cari teduh dan ampunan
Agar dibukakan semua jalan

Ku susuri jalan setapak
Dengan kesadaran yang menyeruak
Bahwa iman harus kian ditingkatkan
Tuk bisa gapai senyum Tuhan

KH, 2012
TUHANKU ADA DI UJUNG JALAN
By : Asrining Nurfauzie

Ku susuri jalan setapak
Diantara perdu dan onak
Hampa lara kian merebak
Patah asa tak jua tersibak

Tuhanku ada di ujung jalan
Melambai dalam senyum tertahan
Inginku masuk dalam indah pelukan
Luapkan perih dan sejuta sedan

Tuhanku ada di ujung jalan
Berlari ku sibak hambatan
Tuk cari teduh dan ampunan
Agar dibukakan semua jalan

Ku susuri jalan setapak
Dengan kesadaran yang menyeruak
Bahwa iman harus kian ditingkatkan
Tuk bisa gapai senyum Tuhan

KH, 2012

Sunday, 27 January 2013

PEMATANG


PEMATANG / Asrining Nurfauzie

Aku susuri pematang sawah
Hujan semalam membuatnya basah
Tertatih kaki ini melangkah
... Karna ragaku begitu lelah

Perjalanan ini melumat asa
Rebahkan rasa dalam penatnya jiwa
Memandang kehidupan dalam tatap tajam
Karna hidup terasakan nian kejam

Peluh yang menetes semakin deras
Badai yang menghimpit tiada kan tuntas
Tangan terulur hendak mengibas
Namun gulana terus melibas

Aku susuri pematang sawah
Pada tanah hitamnya ku serahkan pasrah
Aku telusuri waktu yang tertatah
Dengan keringat dan asa yang membelah

KH, 2013

Thursday, 24 January 2013

AKU MELIHATMU

AKU MELIHATMU

Aku melihatmu sedang menari bersama rembulan
Bernyanyi dalam hembusan angin padang
Bermain mata dengan bintang – bintang

Aku melihatmu tenggelam dalam goresan puisi sang pujangga
Sejenak kau menyapa
Sejenak kau maya

Aku melihatmu melebur dalam aura cinta
Memuja dalam tatap pesona
Bergetar dan bergelora

Namun kau tak pernah melihatku
Yang sedang menatapmu
Bersama kanopi rindu

KH, 24012013
AKU MELIHATMU / Asrining Nurfauzie

Aku melihatmu sedang menari bersama rembulan
Bernyanyi dalam hembusan angin padang
Bermain mata dengan bintang – bintang

Aku melihatmu tenggelam dalam goresan puisi sang pujangga
Sejenak kau menyapa
Sejenak kau maya

Aku melihatmu melebur dalam aura cinta
Memuja dalam tatap pesona
Bergetar dan bergelora

Namun kau tak pernah melihatku
Yang sedang menatapmu
Bersama kanopi rindu

KH, 24012013

Sunday, 20 January 2013

BANJIR

Serasa aku di sampingmu menyibak air
Menemanimu di pelataran takdir
“ Ayahku berpulang di saat banjir
... Terjebak dalam pusaran air “
Demikian rintihmu dalam gigil

Hatiku membasah, nurani tengadah
Larut dalam sepotong kisah
Telah tercabut sebuah nyawa
Kala tawarkan pertolongan pada sesama
Oh sungguh mulia.

KH, 20012013

Saturday, 19 January 2013

PAGI YANG BUNGA

Pagi yang bunga
Wangi tabur aroma
Cinta tak lagi maya
Kala jemari mendekap rasa

Kelopak nian mekar
Seelok senyum yang tertebar
Putik nan merekah
Menampung cinta yang meruah

Pagi yang jatuh
Tak lagi menyimpan keluh
Hanya bahagia yang boleh berlabuh
Damaikan jiwa sentuhkan teduh

KH, 712013
PAGI YANG BUNGA / Asrining Nurfauzie

Pagi yang bunga
Wangi tabur aroma
Cinta tak lagi maya
Kala jemari mendekap rasa

Kelopak nian mekar
Seelok senyum yang tertebar
Putik nan merekah
Menampung cinta yang meruah

Pagi yang jatuh
Tak lagi menyimpan keluh
Hanya bahagia yang boleh berlabuh
Damaikan jiwa sentuhkan teduh

KH, 712013