Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts
Showing posts with label Ummi Marsheyta. Show all posts

Thursday, 22 December 2011

JANGAN TERLEPAS NIKMAT

Sebuah noktah dari ujung ke ujung
bergerak seinci demi seinci
berharap seberkas cahaya
menyuluhi dalam lorong kegelapan
dalam goyah perjalanan

menyusuri jejak mengenali semusim usia
terkadang kegelapan menghalang
tika lena diulit kehidupan yang kadang menjadi tersia
dalam batas waktu yang ada
menenggelamkan nikmat hati di ujungnya

menyusuri rajutan sementara
sasaran kehilangan tika waktu terlupa
ghairahkan kembali dalam mencari diri
pedulikan gerimis badai yang terpa
jauhkan keegoan yang memaut
dalam bertanya
hapus riak seketika
tinggi darjat siapa pun kita
dalam meniti jalanan yang tiada makna

genggam hatimu
erat kan rasamu
dalam nikmat kurnianNYA
segala yang diberi tanpa peduli
siapa kita
semua merasa.

Eytajms
8/12/11

SYURGAKU....MAK

MAK
kau ratu ku
kau syurgaku
setiap waktu doaku dalam sujudku

MAK
andai anak -anakmu tersilap dalam bicara
ampunkan kami anakmu

MAK
kau menjaga anakmu dari dalam kandunganmu
sehingga kami dilahirkan
dengan kudratmu kau bertarung nyawamu
demi kami
kau susukan kami dengan penuh kasih sayang
kau menjaga tika kami menangis dikala diulit malam
kau bangun dalam kasih sayangmu

MAK
kala hati mu terguris dengan anak-anakmu
mohon keampunan kami padamu
andai kami terkata kasar dalam bicara
mampukah kami diampun olehmu
sesungguhnya kami banyak dosa padamu
yang telah memelihara anak-anakmu
tanpa meminta balasan apa

MAK
pengorbananmu tiada berdaya kami
mampu balas
segala pengorbananmu tak mampu terucap
terima kasih mak itu yang mampu kami anak -anak
katakan
adakah cukup ucapan itu padamu

MAK
namun ada tika segala pengorbananmu tiada
dikenangi oleh anak-anak yang langsung tak pedulikan dirimu
jangan sesal bila sudah tiada disisi
renunglah wajah yang melahirkanmu
dakaplah dirinya yang masih bernyawa
kucuplah dirinya sebelum terlambat
sujudkan pada kakinya andai
dosa -dosa kita terlalu banyak
walaupun siapa MAK
dia lah syurga kita.


Eytajms
8/12/11

Thursday, 8 December 2011

WARNA -WARNA DIRI DITATA HIAS

Melukis garis-garis watak
tersembunyi
mulai menata wajah penuh warna
menghias segala makna
agar tidak mematung dalam bisu nada

terhenti sejenak
kemana sirnanya warna hilang
tak tercorakkah dalam
wajah -wajah diitata hias
dengan binar mata yang
setiap hari melihat keindahan
bertukar bingkaikah wajah itu
dalam harungi warna

merangkai gerak dalam kosong
segala warna ditiap tetes embun yang jatuh
menyapu debu berterbangan

mendengar suara tenggelam
dalam wajah gelisah
kembali kan wajah kehidupan
yang telah diberi sekali
jangan taburkan
warna-warna yang
diri sendiri tidak ketahuan
warna apa harus
ku letakkan tata hiasnya

tersentuh gerimis embun dalam
berangkai-rangkai warna
putih dan hitam sudah seiring
menyapu mata yang terjaga
pada lindap bayangan hijrah

eytajms
1/12/11

Wednesday, 7 December 2011

KELIRU DALAM NADA IRAMA SENDIRI

Jiwa seakan larut dalam kepingan
berserakan
perubahan langkah mengelirukan
nada yang dulu seiring telah bertukar rentak
tanpa irama
pincang

andai waktu masih berbagi
ingin ku penuhi batas-batas irama
berpimpinan agar
alunkan nada
seindah sentuhan
tidak hanya seutas mimpi
kesia-siaan hari bercanda lirih
ingin ku lepaskan
kala itu langit bertukar kebiruan

kembalikan jiwa yang selalu haus
hingga tak mampu merintih
taburkan warna irama dalam bernada
yang dulu pernah mengisi hari-hari
disetiap langkah bermusim
walau rentangan waktu yang tertinggal
memagari kata
timbul tenggelam
kucari dalam tompokkan awan
walau dalam tersungkur

jelas adanya menerpa sinaran
saat gerimis tiada lagi rona pelangi
namun cerca -cerca cahaya
masih ada nada irama
dalam meniti tebaran

Eytajms
24/11/11

ANDAI BERWAJAH HARI ESOK

Lambaian nyiur mengasyikkan
alpha kehadiran gerimis hujan
bersama rinainya sang pemampang
mulai menarikan kata tentang esok

terhembuskan oleh angan-angan
ditiap batas-batas hampiri
hingga berjuta tertanam menglingkari
dalam lafaz memohon

semoga tempat labuhmu tertaut
ke samudera bahtera kau arungi
berpeluh dada tak terhitung
menyusuri genggaman hari esok

walaupun mengigil berselimut lembayung
harapan jiwa dalam gejolak asa
harus diterima pasang surut
dairi esok

lanjutkan sisa esok berwajah indah
jangan hadirkan kusam
bentang hamparan berwangian
susurilah kebahagian
andai ada esok
mampukah disinggahi lagi

Eytajms
23/11/11

Monday, 5 December 2011

KESILAPAN SENDIRI

Disini kaki masih terpaku
dalam jarak waktu yang berlalu
memandang langit biru
dibawah rimbunan pohon
yang masih kehijauan
tersandar disaat airmata
berlinang
melihat kesilapan yang hampir
memakan diri dalam kehidupan

telah berlalu namun
sukar mengerti
mengapa masih kabur
dalam meniti hari
melihat tiada lagi
suara kedengar dalam rindu
apakah ini tanda sudah berakhir
sebuah ikatan yang telah
dijalin atas dasar terbina di mata hati
saat degupan jantung menyatakan
seutus kasih telah disirami dengan
kejujuran
namun semua telah termakan
oleh kata sendiri

eytajms
21/11/11

Saturday, 12 November 2011

WARNA -WARNI OMBAK BADAI

Disebalik lontaran tinta
mengutip kisah-kisah berganti
berderai atau berdarah tak peduli
butakah pandangan pena
diatas sekeping helaian kertas usang
tertumpah dalam melangkah
tanpa sempat menadah
terbang berselerak diruang legar

kukutip dalam kesempatan
ku renung kejadian yang sering
bersenandung dalam tiitian waktu
disudut mata terlihat bening gerimis
bercerita tentang rasa
titik penuh warna kehidupan
andai ingin dihitung bercorak perbagai
seperti ombak memukul pantai
kadang kala surut
bila datang badai
hanya biar melayang pergi

sisa-sisa kisah semalam dirantai
kuhapuskan laksana debu
dalam balutan penghias musim
biar terus menguning kering
sepenggal asa tetaplah bertahan
walaupun pahit teruskan menelan
anggap semua penawar kesakitan
mengatur langkah dunia kehidupan

Eytajms
12/11/11

MENGEMBARA DALAM PERUBAHAN DIRI

Inilah kehidupan
ketika hawa nafsu mengelilingi
langkah yang lemah jiwa yang rapuh
telah menghanyutkan gelombang tersesat
dalam melangkah mengikuti kata hati
mencorak hitam kehidupan dengan riak
tanpa peduli diri diperhati

mungkin kini saatnya kita menyedari
pada dasar kembara
menggiring kita pada kedewasaan
jiwa yang pernah terjerembab dalam gelap
kehijauan dulu berubah menjadi abu kusam
mencari kembali tetesan sinar
dalam terang

lanjutkan langkahmu teruskan gugurkan
sebungkus ingatan tentang masa gemilang
dan keseronokan
agar jauh melekat dikulit ari
waktu yang kian menanggalkan muda
mencari waktu yang tertinggal
hanya datang bertemu tanpa berulang
takkan ku perduli lagi jerit dan teriakan
yang mengoda hati
kekuatan jiwa kentalkan seluruh anggota
agarku tak terpesong kearah sana
tanpa kenali diri sebenar yang kian
lanjut usia

kualihkan pada pekat malam
usap air mata dengan telapak tangan
biarkan lah air mata itu jatuh
terjurai berlenang
kerna kisah dulu itu hanya kesilapan
tanpa sedar
belum terlewat masih ada sinar harapan
kini bagaikan kembara kembali
dalam langkah kaki

Eytajms
11/11/11

RINDUKU HANYA DALAM DAKAPANMU

rindu
aku rindu pada mu kasih
rindu yang telah ku genggam sekian lama
ku belai rindu dalam dakap asmara
hingga diri terbuai rasa

rindu
kala rindu hatiku berlagu pilu
resah rindu bagaikan terperit rasa
bila senandung rinduku
telah melayang jauh
bagaikan hempasan rasa
ingin ku bawa bersama
dalam balutan kerinduan
yang bersarang bagaikan lama

rindu
belailah sayang
dakaplah cinta
sesunguhnya aku rindu padamu
dari bermula rindu bertandang
dalam jiwaku
kerinduan ku hanya padamu
usah kau sangsi dalam diri
rinduku padamu separuh telah ku beri
antara kau dan aku
pautan rindu berdakap dalam pelukan
yang sukar dilepaskan
melainkan dari Nya.

eytajms
11/11/11

Thursday, 10 November 2011

AKAR KEHIDUPAN BERMUSIM

Aku menitipkan secarik coretan usang
tatkala sederet kata terukir
dengan ragam cerita
sepanjang waktu berserakan di beranda

waktu terus menggiring musim
jejak-jejak sering menyeret badai
sepanjang jalan terhempas retak
tersangkut dan terjerat dalam sesak mengakar
dilembah yang lembab

serpihan yang telah terserak tak berpandang
takkala memusat kelemahan pada jemari waktu
kembalikan merenung yang
berkaca pada cermin jelaga
tersandar diri dalam makna nafas diberi

bangunkan diri teguhkan hati
carilah jiwa kembali
dalam saki baki pelita hati
agar penyuluh masih mampu menerangi
dalam akar yang masih melingkari
didahan usia.

eytajms
10/11/11

Lirikan mata

Lirikan mata merenung tutur
pada wajah - wajah penuh kasih
menemani dingin hari
hangatkan suasana
kembalikan jiwa yang terbakar emosi

Lantun kata demi kata
rapatkan kata-kata yang menyentuh jiwa
gantikan pelangi mewarnai
wujud rupa keindahan
gantikan terang dalam gelap

usah rinai gerimis lagi
hilangkan kepungan awan hitam
yang berdinding dihati
bahagia rasa hati dalam ruang sendiri
seiring berjalannya waktu
detik jam yang masih terdengar
jangan pernah berhenti
memujuk diri sendiri
dari terbawa diri
kealam yang penuh timbunan
membakar diri

Eytajms
9/11/11