Showing posts with label Puteri Zhaojun. Show all posts
Showing posts with label Puteri Zhaojun. Show all posts

Thursday, 24 January 2013

LENA

LENA

titipan apa yang kau suakan pada lena-ku
sehingga segalanya berbulir dengan rindu
kembara ini kau bariskan dengan rahasia
lalu membuka gerbang airmata
berDiri menyelirat kasih-mu ke reruang hati
& apungan Cinta, ku-hitung tanpa henti

tirai lena ini ku-selak perlahan
berlama menanti kau di ujung Jalan
menatang ketekunan di telapak tangan
bersama ketakutan yang ku-lempar mati
tatkala derap kuda-NYA mengantar jiwa-jiwa pemberani
lena-ku kau kirimkan harum kasturi
memecar ke pintu nurani

hari ini ku-telusuri Jalan yang Engkau pahatkan dengan Cinta
setapak mencari makna di antara jaga & lena
biar ku-diam mencerna segala
sehingga aku tiada berpunya apa
selain cermin mimpi yang kau hadiahkan dari SANA...!

Puteri Zhaojun

Saturday, 19 January 2013

BEBUIH CINTA NIL MU

aku melihat liukan Nil-mu yang mengapung bebuih Cinta
mengintai rindu di balik mata baidurinya
berserak kelopak puisi ku-hitung
dalam cermin mimpi yang engkau gantung
menitiskan sari mawar, memecar ke kalong hati
kasih-mu mekar, membugar ke palong Diri

lihat, puing-puing rindu lurut menyatu
mewarna biru pada selendang al Aamiriya mu
sehingga Salome melirik jelingannya yang cemburu
ini-lah aku;
yang mengutip perca kasih yang engkau lempar
pada Mesir-mu telah lama ku terdampar
merajut mawar yang menerbang dari taman dinihari
terpancang pada sebatas sepi
lalu berteka-teki tentang unjur pelangi
yang engkau bawa pergi

engkau,
hari ini Salsabil menghantar wangi Cinta
salam Safar-nya membentang tulus-budi pada samesta
belah-lapah-lah hati ku
cacah-tarah-lah dengan darah
dakap-lah bersama rindu yang membuak tumpah
sehingga bahtera yang kita kendarai mengusung jernih kasih
menjalar degupnya pada jantung awan yang putih

Bismillah,
ku-jahit kasih mu yang terputus
dari bebuih Nil-Nya yang kudus
berbingkai rona Cinta ku-rangkai pada jaga mu
kalau-kalau esok aku menutup mata
Mesir-mu akan bercerita tentang makna
dari permata yang berkilau dalam rahasia
antara Kita.

~Puteri Zhaojun~

PADA LEMBAR INI

apa yang engkau tulis pada lembar hari mu
sehingga Subuh-ku, kau kejutkan dengan rindu
bibir mu mengukir segaris senyum
tersepuh bersama melati yang gilang menguntum
memancar riang di kedua mata mu
bergelayut pada ujung puisi yang biru

ku-tatap, ku-baca lembar ini
kenangannya tersimpan ke mentari pagi
titis-lah kasih-sayang mu pada samesta
akan ku-tatang hingga menjadi dewasa
duhai...jangan engkau sebat kasih ku yang berkembang
darinya aku belajar merangkai rindu
pada bunga-bunga waktu

apa yang engkau tulis pada lembar hari ini
permata ku tiba-tiba menyinar
ketika nyanyian ulang tahun itu ku-dengar
berbahagia-lah engkau duhai Hawa
sekalong doa ku Aamiin-kan
ketika impian mu galak berkejaran
mengalir ke titi kehidupan.

~Puteri Zhaojun~