Showing posts with label Alang Eynna. Show all posts
Showing posts with label Alang Eynna. Show all posts
Friday, 23 December 2011
Sunday, 11 December 2011
sepi..
sepi..
saat sendirian,
mengapa ku ingat catatan semalam..
mengapa ku kenang lembaran yang lama..
masihkah punya pengharapan..atau..
sepi..
saat bermenung..
segalanya terimbas kembali..
detik suka dan duka..
saat tawa dan tangis..
indahnya..
sepi..
kala kebosanan..
tak mengerti apa mahunya hati..
ingin berduka atau sebaliknya..
ku tanya jiwa..ku tanya naluri..
apa..apa mahunya kalian..
belum ada jawapan..
-ayang zanida-
-05dec2011-
saat sendirian,
mengapa ku ingat catatan semalam..
mengapa ku kenang lembaran yang lama..
masihkah punya pengharapan..atau..
sepi..
saat bermenung..
segalanya terimbas kembali..
detik suka dan duka..
saat tawa dan tangis..
indahnya..
sepi..
kala kebosanan..
tak mengerti apa mahunya hati..
ingin berduka atau sebaliknya..
ku tanya jiwa..ku tanya naluri..
apa..apa mahunya kalian..
belum ada jawapan..
-ayang zanida-
-05dec2011-
Wednesday, 7 December 2011
TERPISAH RANTING
Sebening pandangan air di kali
tenang wajah di permukaan menyentuh naluri
hening hembusan bayu
menampar lesu dahan pepohon
terdampar lesu dedaun kering
menguning di simbah silau sang mentari
meresah terbang di tiup angin, sendiri
lara bertebaran menyapa rerumput, berduri
kini
jauh tersadai di permukaan kali
setelah angin menolak pergi
di permukaan air berhanyutan sunyi
melakar rawan terpisah ranting.
~ Sekadar Menconteng TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
Nov 25, 2011; 13:42pm
Monday, 5 December 2011
SISA SEMANGAT
Di tirai-tirai duka mengintai jalur-jalur derita
derita di perdu jiwa bersulam lara
lara melambai dedaun harapan penawar jiwa
jiwa berkalung kelopak-kelopak sendu
sendu mencabar pohon semangat
tanpa sedar
diri selamanya bisa berdiri, sendiri
hanya resah membalut tawa hati
yang bersembunyi
mengatur jejak pada sisa semangat
di gagahi jua langkah gontai sarat
yang memerah pekat
darah semalam masih hangat.
~ Sekadar Catatan TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
Nov 21, 2011; 02:24 am
Saturday, 12 November 2011
TALI PUTUS TANGAN BERDARAH
tekun mengatur susun atas pangkin
berdarah jemari, pedih tak di peduli
kerangka tersusun bingkai kosong
suai padan kertas kosong
tatarias cantum ubah
kerangka terhias indah
layang-layang itu sempurna indah
di lepas bebas ke udara
tercerna puas seluruh jiwa
tinggi membelah angkasa
megah di atas sana
barangkali leka berjeda
barangkali angin mengila
layang-layang hilang tenangnya
liar membelah angkasa
pemegang tali hilang daya
terlepas jua
layang-layang hilang arah
kerangka patah, rebah
tali terputus tangan berdarah.
Sekadar Catatan TintaMataPena
~ AlangEynna ~
Nov 12, 2011; 01:31 am
Wednesday, 9 November 2011
LENA DALAM KERIUHAN
saat gurindam melagukan irama kosong
saat irama kosong menyentap rasa
ada serangkai kata menujah jiwa
ada serangkai bahasa menelan suara
terdiam di celah-celah suara kebisingan
tasbihkan segala resah di dada
cantumkan rekahan cermin kaca
sisipkan pujukkan pada rajuk cinta
sisipkan kepingan kemilau tasbih rindu jiwa
lenturkan amarah di relung hati
lebarkan sayap kekuatan sebelum rebah nanti
untaian-untaian zikrullah
di ikat pada lidah
di semai pada darah
bersyair kalbu gurindam indah
lagukanlah gurindam jiwa
iramakanlah dengan sempurna
hela nafas damai dalam kebisingan
lena dalam keriuhan.
~ Sekadar Menconteng TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
~ Nov 9, 2011; 1:40 am ~
Wednesday, 2 November 2011
HILANG KELICAP DAN MELODINYA - by ~ Alang Eynna
Di dahan pohon cemara
kelicap itu berlagu ria
entah lagu apa
... bernyanyi tentang cinta
mungkin sekadar suka-suka
menyusun kata pesona
di atas pohon cemara
kelicap itu bersuara
entah berkisah tentang apa
suka mahupun duka
riaknya seakan serupa
riuh menutur kata
dari atas pohon cemara
kelicap itu setia bercerita
entah cerita apa
nasihat atau dongeng semata
naskahnya seakan sama tiada beza
berulang saban masa
kini,
pohon cemara itu
tidak lagi di jejaki
tanpa bicara dan riuh saban hari
mungkin kelicap merajuk hati
mungkin hinggap di dahan lebih rendang nan tinggi
pohon cemara tinggal sepi
kelicap tak peduli
pohon cemara kian sunyi
kelicap bebas pergi
pohon cemara tegak sendiri
hilang lagu dan melodi
kelicap menjauhi, tanpa menoleh lagi.
~ Sekadar Catatan TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
~ Oct 31, 2011; 1715pm ~
kelicap itu berlagu ria
entah lagu apa
... bernyanyi tentang cinta
mungkin sekadar suka-suka
menyusun kata pesona
di atas pohon cemara
kelicap itu bersuara
entah berkisah tentang apa
suka mahupun duka
riaknya seakan serupa
riuh menutur kata
dari atas pohon cemara
kelicap itu setia bercerita
entah cerita apa
nasihat atau dongeng semata
naskahnya seakan sama tiada beza
berulang saban masa
kini,
pohon cemara itu
tidak lagi di jejaki
tanpa bicara dan riuh saban hari
mungkin kelicap merajuk hati
mungkin hinggap di dahan lebih rendang nan tinggi
pohon cemara tinggal sepi
kelicap tak peduli
pohon cemara kian sunyi
kelicap bebas pergi
pohon cemara tegak sendiri
hilang lagu dan melodi
kelicap menjauhi, tanpa menoleh lagi.
~ Sekadar Catatan TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
~ Oct 31, 2011; 1715pm ~
Sunday, 30 October 2011
Renyukkan kertas tinta - by ~ Alang Eynna
Renyukkan kertas tinta
tercampak dan terbakar
menjadi debuan hitam
melekat pada lembaran putih
percikan debu-debu kelabu
... mencacatkan sebuah lembaran baru
yang sedang di karyakan semula
renyukkan kelmarin terlayar
bimbang berulang sebuah sejarah.
tercampak dan terbakar
menjadi debuan hitam
melekat pada lembaran putih
percikan debu-debu kelabu
... mencacatkan sebuah lembaran baru
yang sedang di karyakan semula
renyukkan kelmarin terlayar
bimbang berulang sebuah sejarah.
Thursday, 27 October 2011
SEMILIR BERDENDAM
Selagi gelap malam berteman pelita jiwa
cahaya sanubari bersinar sempurna
selagi cahaya bersinar benderang
terang malam gelita umpama siang
selagi terang menyuluh tanpa padam
suram kelam terus menghilang
selagi lantera menghias kelam
jangan biarkan ia terpadam
semilir berdendam di hujung malam.
~ Sekadar Catatan TintaMataPena ~
~ AlangEynna ~
~ Oct 28, 2011; 2.10 am ~
Subscribe to:
Posts (Atom)