Showing posts with label Hajira Redha. Show all posts
Showing posts with label Hajira Redha. Show all posts

Tuesday, 26 February 2013

~Gersang Bicara~


 ~Gersang Bicara~

Di sini lengang
... berteman sunyi
sepi membaluti
beku bertali kaku

Angin kontang hembus
embun garing kering

Daun kata tinggal ranting
renta dikudap masa
pohon ucap direjeng senyap
kudunglah kicau
aku…mati bicara

...saat membilang butir hujan sendirian.
Assalamualaikum..salam mesra semua..

~Gersang Bicara~

Di sini lengang
berteman sunyi
sepi membaluti
beku bertali kaku

Angin kontang hembus
embun garing kering

Daun kata tinggal ranting
renta dikudap masa
pohon ucap direjeng senyap
kudunglah kicau
aku…mati bicara

...saat membilang butir hujan sendirian.

Tuesday, 19 February 2013

~ Saat Bicara Sendiri ~


 ~ Saat Bicara Sendiri ~

Dalam rendam laut fikir
Mataku menatap bebatu
kaku di pinggir jalan
telanjang bermandi hujan
dingin tanpa gigil
saat pancar mentari
tanpa keluh menadah panasnya
tanpa keluh mengadap teriknya
tiada yang hirau tiada yang kisah
namun wujudnya memberi erti
bagi yang mahu menafsiri

Dalam rimbun hutan akal…

Bunga lalang melintas lalu
terawang dibawa bayu
melayang dihembus angin
terlakarlah satu kisah
perjalanan perlu diredah
entah di mana singgah…pasrah
kemandirian tanpa gugah
tiada yang menanti
tiada yang mengharap
namun perjalanannya bermakna
bagi mereka yang cakna

Feb 20, 2013
Bumi Ulul Albab
Assalamualaikum semua... senyum senyum selalu ya.. :)


~ Saat Bicara Sendiri ~

Dalam rendam laut fikir…

Mataku menatap bebatu
kaku di pinggir jalan
telanjang bermandi hujan
dingin tanpa gigil
saat pancar mentari
tanpa keluh menadah panasnya
tanpa keluh mengadap teriknya
tiada yang hirau tiada yang kisah
namun wujudnya memberi erti
bagi yang mahu menafsiri

Dalam rimbun hutan akal…

Bunga lalang melintas lalu
terawang dibawa bayu
melayang dihembus angin
terlakarlah  satu kisah
perjalanan perlu diredah
entah di mana singgah…pasrah
kemandirian tanpa gugah
tiada yang menanti
tiada yang mengharap
namun perjalanannya bermakna
bagi mereka yang cakna

Feb 20, 2013
Bumi Ulul Albab

Saturday, 16 February 2013

~ Menyelak Kembara Semalam ~


‎~ Menyelak Kembara Semalam ~

Di sela-sela hari yang berlari
tunak hati memandang masa yang berciciran di belakang
getir perjalanan terentas di ruang masa menjarah rasa
... rebah bangunnya dalam lembah hidup yang berliku
senyum tawanya dalam indah yang membelar
segalanya bergentayang kembali bertemali menghunjami

Pernah bahagia mengocong bilah-bilah hidup
kemilaunya tiada terbanding walau kilau intan taranya
bersama dia melangir cinta dalam mahligai bahagia
namun …
sedetik mata berkelip duka hadir berkalih
gitacinta direnggut orang ketiga…menitislah darah luka
berkelanalah hampa menyelinap di kelongsong rasa

Bersama sisa-sisa kudrat …laut duka diselaksingkir
luka dikatup senyum diukir… walau perih bertaut pedih
bertongkat tabah langkah disukat rintih disekat
ambal dibentang halang dirintang
damai digubah lalu cuba mengucup sejahtera

Di sinilah kini sekujur tubuh berdiri
dalam warna hidup yang kian jingga
keringat tercurah dalam menabur setia
melindungi dan menyayangi selagi diri dihargai

Namun…
titis noda hadir mewarna saat leka
puing-puing dosa terpancang tanpa rela
betapa asa kian binasa dalam merenda rencah hidup
betapa tangis ini tiada titik henti
betapa senyum ini bersulam pura melangsiri

Lalu bertanya pada diri sendiri
bilakah saatnya renehan duka ini
akan bertemu detik akhir
lalu dapat kembali
menyulam damai di sudut paling lunak.

Hajira Redha
1.26am~ 16 Feb 2013
Bumi Ulul Albab
~ Menyelak Kembara Semalam ~

Di sela-sela hari yang berlari
tunak hati memandang masa yang berciciran di belakang
getir perjalanan terentas di ruang masa menjarah rasa
rebah bangunnya dalam lembah hidup yang berliku
senyum tawanya dalam indah yang membelar
segalanya bergentayang kembali bertemali menghunjami

Pernah bahagia mengocong bilah-bilah hidup
kemilaunya tiada terbanding walau kilau intan taranya
bersama dia melangir cinta dalam mahligai bahagia
namun …
sedetik  mata berkelip duka hadir berkalih
gitacinta direnggut orang ketiga…menitislah darah luka
berkelanalah hampa menyelinap di kelongsong rasa

Bersama sisa-sisa kudrat …laut duka diselaksingkir
luka dikatup senyum diukir… walau perih bertaut pedih
bertongkat tabah langkah disukat rintih disekat
ambal dibentang halang dirintang
damai digubah lalu cuba mengucup sejahtera

Di sinilah kini sekujur tubuh berdiri
dalam warna hidup yang kian jingga
keringat  tercurah dalam menabur setia
melindungi dan menyayangi  selagi diri dihargai

Namun…
titis noda hadir mewarna saat leka
puing-puing dosa terpancang tanpa rela
betapa asa kian binasa dalam merenda rencah hidup
betapa tangis ini tiada titik henti
betapa senyum ini bersulam pura melangsiri

Lalu bertanya pada diri sendiri
bilakah saatnya renehan duka ini
akan bertemu detik akhir
lalu dapat kembali 
menyulam damai di sudut paling lunak.

Hajira Redha
1.26am~ 16 Feb 2013
Bumi Ulul Albab

Monday, 4 February 2013

~ K ukerinduan ~


‎~ K ukerinduan ~

 Ketika siang dijemput malam
terbadai hati dirajut rindu
dalam gelap malam yang likat
... di birai hati resah berlabuh
bagai terngiang suaramu memujuk

Saat itu…
denyutan nadi memamah sendi
sebak membuak di muara rasa
memanggil sayu seraut wajah
menyebut rayu sebaris nama
berlopak mata meladung rindu

Saat itu jua…
tubir mata ini menjadi dingin
mencari-cari bayang wajahmu
di reranting bintang
yang berkerdip di langit kasih
dalam sebutan bibirku yang semakin layu

Malam kian rebah dijengah kedinginan dini
dalam usapan bayu ini
aku terhenyak dihempap rindu
menyesakkan dada membekukan rasa
bersimpuh sengsara saat imbas wajahmu
betapa rindu ini membina duka di jiwa
rebah aku mengharapkan kehadiran
Aku rindu…

Hajira Redha
Bumi Ulul Albab
5 Februari 2013
~ Kukerinduan ~

Ketika siang dijemput malam
terbadai hati dirajut rindu
dalam gelap malam yang likat
di birai hati resah berlabuh
bagai terngiang suaramu memujuk

Saat itu…
denyutan nadi memamah sendi
sebak membuak di muara rasa
memanggil sayu seraut wajah
menyebut rayu sebaris nama
berlopak mata meladung rindu

Saat itu jua…
tubir mata ini menjadi dingin
mencari-cari bayang wajahmu
di reranting bintang
yang berkerdip di langit kasih
dalam sebutan bibirku yang semakin layu

Malam kian rebah dijengah kedinginan dini
dalam usapan bayu ini
aku terhenyak dihempap rindu
menyesakkan dada membekukan rasa
bersimpuh sengsara saat imbas wajahmu
betapa rindu ini membina duka di jiwa
rebah aku mengharapkan kehadiran
Aku rindu…

Hajira Redha
Bumi Ulul Albab
5 Februari 2013