MELAUTKAN SELUDANG PUISI
kumulai dari sajak cinta,
mengajak tinta menjejak gemulai pasir
pada pantai menghimpun kata
sebab kau pasti lewat dan
tak sengaja mencuri pandang, untuk
mengeja sambil telusuri makna dengan seludang
lalu air laut akan menghapus hingga ingatanmu pupus
tersapu lewat angin buritan
sebab sebentar lagi ingatanmu akan pulih
ketika selembar puisi berbisik dari bibir pasi
menahan dingin wajah
dinda, kutengarai dari jauh,
ada lesung di pipi membentuk jurang sempit
senyum yang tempo hari terekam dari ingatan usang,
tanggelam pada rinai gerimis
sesekali kuseka dengan sapu tangan lusuhku,
mereka-reka wajahmu tak lagi hambar
saat gerimis menjadi hujan menampar-nampar
berlayarlah seludang itu pada kibaran selendang
yang kau lilit pada jenjang lehermu
Januari 16, 2013