yang kucari ternyata tak kutemu, terbiasa singgah dalam termangu
lalu menunggu, melarung waktu, sampai ke muara
tetap setia dalam diam, mencari untuk menangkap tatap
... mungkin kau tak datang, semakin menimang bimbang
kupermainkan amsal, tetapi bukan kesal apatah lagi sesal
di sudut ada asa, berlutut memungut daksa agar tak rebah
angin mengusik di lantunan instrumen tuter kapal
aku terhenyak dari tafakkur, ternyata sauh telah terangkat
kucari di sekitar tambat, barangkali kau terlambat rehat
tak ada, kutanya pada nakoda, menggeleng hampa
kucari di anjungan dan buritan, ternyata kau termangu di sudut mimpi
kudekati dan kuajak bersunyi di ruang kemudi
pada haluan kutatap arah senja, dua hati terpatri renjana
bafta tafeta berkibar menebar wangi cendana
segugus senyum mulai rekah, terrangkum dalam palkah
pada setitik arah, sebukit kisah tercurah
Bumiayu, 20 Januari 2013