Renyah tawa
Renyah tawa terdengar memecah keheningan,
sapa canda semesta iringi gontai langkah sang malam,
luapan kegembiraan terasa begitu kuat disorot mata itu,
namun disalah satu sudut ruang hampa terlihat buram,
kusut dan lesu tanpa gairah mengikat sukma,
letih mencumbu bayangan diantara daun-daun kering
berguguran.
Tersedu pertiwi ratapi kerontang dijiwa yg tersesat,
melihan bayangan sang maut yg kian mendekat,
ketakutan terbaca dari segala ekspresi yg terpancar,
ku tutup netra dan coba rasakan yg telah terjadi,
belahan jiwa yg telah terenggut cinta diantara dua bintang.
Sirna sudah kebahagian dari penantian panjangku,
terampas oleh kepalsuan yg senantiasa membelenggu,
hingga tiada kurasa manis tercicipi walau hanya
diujung lidah.
jiwa nelangsa meminang janji-janji beralaskan dusta.
*By: Ratu Zueliana*