Wednesday, 6 March 2013

CINTA TANPA IMEJAN


CINTA TANPA IMEJAN

Di jendela ini
aku merenung ke dada langit
bintang yang bergantungan
... seakan permata berkilauan
indah namun tak seindah perasaanku
lalu cuba kucari bintang riga
agar dapat bersamanya
untuk duduk bercerita
akan arti sebuah sepi
kerana dia lebih mengerti.

Menyongsong sepi
bersama janji yang termungkir
lalu tenggelam dalam rinai airmata
dan cinta pun menjadi sekadar kata-kata
tanpa makna
tanpa apa-apa.

…dan di akhir persimpangan itu
aku kautinggalkan.

Cinta ini tidak pernah kesampaian
biarpun berdekad aku pertahankan
namun tidak pernah ada kepastian
hanya tergantung bak awan-gemawan
di langit lazuardi.

…juga seperti kanvas tanpa imejan,

Qalam Bertinta
05032013
1921pm
CINTA TANPA IMEJAN

Di jendela ini
aku merenung ke dada langit
bintang yang bergantungan
seakan permata berkilauan
indah namun tak seindah perasaanku
lalu cuba kucari bintang riga
agar dapat bersamanya
untuk duduk bercerita
akan arti sebuah sepi
kerana dia lebih mengerti.

Menyongsong sepi
bersama janji yang termungkir
lalu tenggelam dalam rinai airmata
dan cinta pun menjadi sekadar kata-kata
tanpa makna
tanpa apa-apa.

…dan di akhir persimpangan itu
aku kautinggalkan.

Cinta ini tidak pernah kesampaian
biarpun berdekad aku pertahankan
namun tidak pernah ada kepastian
hanya tergantung bak awan-gemawan
di langit lazuardi.

…juga seperti kanvas tanpa imejan,

Qalam Bertinta
05032013
1921pm

~♥ Dua dunia berbeza ♥~


‎~♥ Dua dunia berbeza ♥~

Berpanca warna teja
berjaluran warna cinta
menghiasi lukisan dengan bermadah
... setiap frasa ...
setiap kata ...
mewatakkan sang perwira dan aria ningsun
menjalinkan percintaan berasmaraloka
di alam fantasia
di taman berbunga indah

Namun ...
beralun di lautan China
bergelombang menghapuskan mereka
yang mempersona
berandun sebuah cinta
hanyutlah di antara
dua dunia yang berbeza
di ambum mega

Berandang bersama narwastu
mengharapkan sesuatu
kembali seperti dahulu
dengan bafta dikibar di muncah Himalaya
melambangkan dua cinta yang berbeza

Kembali..
kembalilah padaku

~ Nagam Nukilan Pena Effendi Almakkawee
~ 05/03/2013 - Kota Singa

~ Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu ~


‎~ Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu ~

Detik sepenggal kasih berlalu sayu
merangkul rindu mendakap kasih
membisik sayup di keheningan
... cinta meredah lembah sepi
kala salju cinta mencair sudah

lalu kubiarkan embunan menitis
di dedaunan rindu mengusap
lembayung kasih tatkala gelora
menyerbu rimbunan cinta yang
meresap asa

tika rona-rona cinta mulai semu
membungkam gemawan rindu
dalam kesyahduan menitip kasih
dalam derapan sunyi yang tiada
kilauan dalam kabus suram

kala laksana cinta mengengsot
sepi dalam kelam, lantera kasih
merungkai listrik rindu bernoda
menggapai mimpi yang tiada
kesudahan

meronta dalam kepekatan resah
melerai setiap gelung rindu saat
tirai cinta kian malap dimamah
usang mencoret tinta berdarah
di sanubari

aksara cinta dipersia bagaikan
tiada erti, tergamam seketika
biasan rindu kala rentetan jiwa
menjerit pilu dalam tenunan
serakah kasih

dipantai cinta berkias anggun
kasih mengulit bila saatnya
rindu menyusup denainya
berselingkuh di sebalik
kamar hati yang teguh

semarak cinta menghiasi ruang
berkelipan cahaya kasih dalam
dakapan, berpaut di dahan rapuh
rindu menggamit lesu dalam untaian
berlabuh di tepian samudera

bertitik-kan paluan dalam rajuk
meraih kasih di lautan sayang
berkemudikan sauh cinta di riba
kembali berseloka rindu tersimpul
di pelaminan

di tebing cinta terbelenggu
di persisiran rindu tiada bertepian
di pusaran gedung kasih, bersimpuh
malu dalam renungan menatap
di sukma belaian berkasih...

'Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu'
...terusik buaian cinta dalm pelukan sayup...

05hb Mac 2013 Selasa
5.56pm
SNQ ♥
~ Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu ~

Detik sepenggal kasih berlalu sayu
merangkul rindu mendakap kasih
membisik sayup di keheningan 
cinta meredah lembah sepi
kala salju cinta mencair sudah

lalu kubiarkan embunan menitis
di dedaunan rindu mengusap
lembayung kasih tatkala gelora
menyerbu rimbunan cinta yang
meresap asa

tika rona-rona cinta mulai semu
membungkam gemawan rindu
dalam kesyahduan menitip kasih
dalam derapan sunyi yang tiada
kilauan dalam kabus suram

kala laksana cinta mengengsot
sepi dalam kelam, lantera kasih
merungkai listrik rindu bernoda
menggapai mimpi yang tiada 
kesudahan

meronta dalam kepekatan resah
melerai setiap gelung rindu saat
tirai cinta kian malap dimamah 
usang mencoret tinta berdarah
di sanubari

aksara cinta dipersia bagaikan
tiada erti, tergamam seketika
biasan rindu kala rentetan jiwa
menjerit pilu dalam tenunan
serakah kasih

dipantai cinta berkias anggun
kasih mengulit bila saatnya
rindu menyusup denainya
berselingkuh di sebalik 
kamar hati yang teguh

semarak cinta menghiasi ruang
berkelipan cahaya kasih dalam
dakapan, berpaut di dahan rapuh
rindu menggamit lesu dalam untaian
berlabuh di tepian samudera

bertitik-kan paluan dalam rajuk
meraih kasih di lautan sayang
berkemudikan sauh cinta di riba
kembali berseloka rindu tersimpul 
di pelaminan

di tebing cinta terbelenggu
di persisiran rindu tiada bertepian
di pusaran gedung kasih, bersimpuh
malu dalam renungan menatap
di sukma belaian berkasih...

'Saat Mahligai Rindu Berbisik Syahdu'...terusik buaian cinta dalm pelukan sayup...

05hb Mac 2013 Selasa 
5.56pm
SNQ ♥

Monday, 4 March 2013

~ Akhir Kisah ~


‎~ Akhir Kisah ~

Setiap kisah pasti mempunyai akhir
Setiap mimpi mempunyai batas
Pada satu titik kan tersadar ..

 Semua hal di dunia ini ada masa expired
Tak ada 1 pun yg lolos ..
Jika diizinkan memohon ..
Biarkanlah kesedihan tidak menjadi terlalu pahit ..
Untuk ditangisi dan disesali
Kebahagiaan tidak membuat ephoria berlebihan
Sehingga begitu kehilangan melenyapkan rasa bersyukur yang mampir
Gapailah dari jejak pencarian yang selalu ditelusuri
Ikhlas .. Amin YRA.

<JS>

~ Air Mata Derita ~


‎~ Air Mata Derita ~

Ini bukan air mata tapi derita, jadi lara
Tetesan kejernihan dari mata ...
Mengalir lembut ketepian sendu
... Air mata mungkin takkan mengering ...
Jadikan goresan luka didasar hati
Walau doa tetap Dipanjatkan
Kekaguman besarnya cinta
Berlutut mengharap disisi
Penyesalan karna telah membuat luka ...
Tak pernah kuhidup dihatinya sebagai yang dicinta
Baginya kubagai angin datang dan pergi begitu saja
Membekas sayatan semakin menyiksa ...

Kuberharap,
Airmata menjadi doa mengiringi langkahnya,
Dimanapun dia berada

<JS>

peluru menghujani


peluru menghujani
Lahad Datu..kunak
Semporna
darah merah
di mana-mana
... nyawa melayang
sedang tangan-tangan
rakus mengetuk kuasa
berselindung di balik
wajah- wajah duka
seorang anak
kehilangan bapa
seorang isteri
kehilangan suami
dan sang penguasa
masih meraba
demi sedikit laba
untuk terus
berkuasa.....

" Demi Negara "


‎" Demi Negara "

~ Di bawah negeri naungan bayu
kami bertempur
percikan-percikan peluru
... bagai hujan mengusir bayu
mengundang taufan lalu
ada darah yang mengalir
di padang tempur
akan kami akhiri
hingga ke titisan darah yang terakhir
dan kepadaMu kami sujud
dalam getir.~

~ Rusie ~
05.03.13
" Demi Negara "
 
~ Di bawah negeri naungan bayu
 kami bertempur
 percikan-percikan peluru
 bagai hujan mengusir bayu
 mengundang taufan lalu
 ada darah yang mengalir
 di padang tempur 
akan kami akhiri
 hingga ke titisan darah yang terakhir
 dan kepadaMu kami sujud
 dalam getir.~
 
~ Rusie ~
 05.03.13

Mata Yang Memandang


Mata Yang Memandang

Mata yang memandang. Telanlah tangisanmu itu
Dapatkah kau merasa pedih luka. Tajamnya lidah derhaka
Telah tercincang kasih sayang. Kau lupakan iradat Tuhan
... Terdampar bahtera cinta. Kau runtuhkan dinding iman
Seperti aku,kau bukan pemilik diri. Milik siapa segala suratan?.

Mata yang memandang. Kenapa mengalirkan imarah
Kau tumpahkan resah. Darah mendidih tiba-tiba
Terputus temali kasih. Dalam diam memahat luka
Kau ratah daging mentah. Termuntah merata
Seperti aku ,nantinya dihisab semua. Masa tidak melupuskan dosa.

Yang terang bukan mentari
yang gelap bukan malam
hati;kemana menghilang Nur Ilahi.

Yajuk
Bukit jering
2 mac 2013
Mata Yang Memandang

Mata yang memandang. Telanlah tangisanmu itu
Dapatkah kau merasa pedih luka. Tajamnya lidah derhaka
Telah tercincang kasih sayang. Kau lupakan iradat Tuhan
Terdampar bahtera cinta. Kau runtuhkan dinding iman
Seperti aku,kau bukan pemilik diri. Milik siapa segala suratan?.

Mata yang memandang. Kenapa mengalirkan imarah
Kau tumpahkan resah. Darah mendidih tiba-tiba
Terputus temali kasih. Dalam diam memahat luka
Kau ratah daging mentah. Termuntah merata
Seperti aku ,nantinya dihisab semua. Masa tidak melupuskan dosa.

Yang terang bukan mentari
yang gelap bukan malam
hati;kemana menghilang Nur Ilahi.

Yajuk
Bukit jering
2 mac 2013

MEMANDANG HUJAN


MEMANDANG HUJAN
lll/
/1/
keagungan cinta terbawa sudah
kesetiaan jadi taruhan
... /2/
warna jalan semakin pudar
tertutup debu penantian
/3/
usia semakin senja
sinar terang semakin redup
/4/
kursi goyang berhenti menderit
diam menunduk duka
/5/
sunyi tak bertuan
debu menghiasi halaman depan
/6/
hujan tak tersenyum
menumpahkan duka dikuburan senja

10:15 PM_Jakarta 40313

Sekarang bukan waktunya.


Sekarang bukan waktunya.

Sudahlah, cukup-cukuplah
cukuplah berjari telunjuk kelingking berlipat
tuding menuding bertingkah pendapat
... umpat mengumpat,
ahh! ... semuanya musibat
baik kerajaan ataupun pembangkang
semuanya sama.

Sekarang adalah waktu untuk perangi penceroboh
pertahankan maruah negara bukannya ego
sama-sama ikut bertempur
kalau tidak jangan ikut campur
berundur
biarkan pasukan keselamatan menjalankan buah catur
kerja-kerja mereka yang telah diatur.

Aduhai!
Politik tolak ke tepi dahulu
BOLEH TAK?

ss/spl/pm ... 05/03/2013.

" Malam Ngeri Perwira Ibu Pertiwi"


‎" Malam Ngeri Perwira Ibu Pertiwi"

~ Saat kita dibuai mimpi
perwira-perwira pertiwi
bersekang mata
... bertongkat di hujung senapang
mengawasi para petualang
jiwa mereka
tidak setenang ombak
di sisi pantai
tidak setenang nyiur
yang berhenti melambai
dan malam
adalah malam-malam ngeri dilalui
sementara menanti esok pagi
yang belum pasti.~

~ Rusie ~
04.03.13
" Malam Ngeri Perwira Ibu Pertiwi"

~ Saat kita dibuai mimpi
perwira-perwira pertiwi
bersekang mata
bertongkat di hujung senapang
mengawasi para petualang
jiwa mereka
tidak setenang ombak
di sisi pantai
tidak setenang nyiur
yang berhenti melambai
dan malam
adalah malam-malam ngeri dilalui
sementara menanti esok pagi
yang belum pasti.~

~ Rusie ~
04.03.13

~ Lepaskanlah Rendang Rapuhnya Kasih ~


‎~ Lepaskanlah Rendang Rapuhnya Kasih ~

Di saat kehilangan, sakitnya tersayat
pilu, rapuhnya dahan kasih berpaut
tika rantingnya kian mengusir renda
... rindu yang mengulit lena cinta ribaan
sepi

bagaikan tersisih dari empangan
laut kasih yang deras kian sayup
mengundang bahang asmara duka
bertamu di lubuk jiwa yang disirami
embunan palsu

menabur rindu di awana kabusnya
menyusup lemah di sanubari cinta
layu terkulai di dedaunan rimba kasih
yang dipegun menyelubungi tenda
di pelupuk suram berkasih

lara jiwa kian meronta, lemas di dasar
empuknya ayunan kasih tika bergemang
dalam arus cinta, menyeret kepedihan
tersingkap di perdu sukma luka berdarah
apabila rindu mula mengusik

dupa tertancap dalam sinambungan
duka, mencarik pilu, merobek tinta
kesuma kala rentetan rindu mengintai
dalam palungan semu yang mengukir
titik kasih

terukir bicara menghiris kalbu cinta
melakar memori pahit di titian usang
kasih ini terungkai, terlerai dalam
biasan yang kelam saat rindu
mengengsot pergi

wangian ranggi cinta yang dulu
lukisan hati di kanvas terindah
menarik aku ke pusaran suram
tanpa kiasan menitip dalam renjisan
rindu dan kasih

tatkala dibayangi rembulan kejora
cinta, relung hati bagai dipalu
dihiris pilu selumbar rindu mengucup
rimbunan kelopak kasih yang gugur
kebumi dalam tangisan sendu

direntap aksara cinta berduri tajam
tersepuk di hujung titiknya rindu
gelora kasih membuncah asaku
bercambah dalam paksi kukuhnya
akhirnya runtuh jua

puing berkasih di lautan gelombang
lembayung rindu meresap di sukma
melafaz cinta, membisik gelisahnya
saat berjauhan, dgelangi angan
kasih dalam sayang...

'Lepaskanlah Rendang Rapuhnya Kasih'...terbiar dalam firasat cinta sepi...

04hb Mac 2013 Isnin
10.37pm
SNQ ♥
~ Lepaskanlah Rendang Rapuhnya Kasih ~

Di saat kehilangan, sakitnya tersayat
pilu, rapuhnya dahan kasih berpaut
tika rantingnya kian mengusir renda
rindu yang mengulit lena cinta ribaan
sepi

bagaikan tersisih dari empangan
laut kasih yang deras kian sayup
mengundang bahang asmara duka
bertamu di lubuk jiwa yang disirami
embunan palsu

menabur rindu di awana kabusnya
menyusup lemah di sanubari cinta
layu terkulai di dedaunan rimba kasih
yang dipegun menyelubungi tenda 
di pelupuk suram berkasih

lara jiwa kian meronta, lemas di dasar
empuknya ayunan kasih tika bergemang
dalam arus cinta, menyeret kepedihan
tersingkap di perdu sukma luka berdarah
apabila rindu mula mengusik 

dupa tertancap dalam sinambungan
duka, mencarik pilu, merobek tinta
kesuma kala rentetan rindu mengintai
dalam palungan semu yang mengukir
titik kasih

terukir bicara menghiris kalbu cinta
melakar memori pahit di titian usang
kasih ini terungkai, terlerai dalam 
biasan yang kelam saat rindu 
mengengsot pergi

wangian ranggi cinta yang dulu 
lukisan hati di kanvas terindah 
menarik aku ke pusaran suram
tanpa kiasan menitip dalam renjisan
rindu dan kasih

tatkala dibayangi rembulan kejora
cinta, relung hati bagai dipalu
dihiris pilu selumbar rindu mengucup
rimbunan kelopak kasih yang gugur
kebumi dalam tangisan sendu

direntap aksara cinta berduri tajam
tersepuk di hujung titiknya rindu
gelora kasih membuncah asaku
bercambah dalam paksi kukuhnya
akhirnya runtuh jua 

puing berkasih di lautan gelombang
lembayung rindu meresap di sukma
melafaz cinta, membisik gelisahnya
saat berjauhan, dgelangi angan 
kasih dalam sayang...

'Lepaskanlah Rendang Rapuhnya Kasih'...terbiar dalam firasat cinta sepi...

04hb Mac 2013 Isnin 
10.37pm
SNQ ♥

Sintesis.



 Sintesis.
Atom yang melingkari
alkana
sering berkonfigurasi
... menghasilkan ikatan kimia
berhidrokarbon alifatik
yang tepu
berikatan tunggal,

seperti juga cinta kita
sering tarik menarik, perlu memerlukan
sehingga tercipta pengukuhan
bersatu hasrat yang tunggal
ingin sentiasa bersama
di dalam ikatan,

... rumahtangga.

Sintesis cinta.

ss/spl/pm ... 04/03/2013.

Jauh


Tiroid Cinta.


Tiroid Cinta.

Berikan aku sebatian iodida
untuk kugunakan iodin di dalamnya
sebagai antiseptik
... mengawal benjolan di tekakku
yang mula terbit
dari bara cinta di hatiku.

Agar tidak meruap
menjadi campuran kimia
berunsurkan amonia
tidak terhidu
bauan
dari letusannya,

letusan tiroksina
tercipta dari tiroid cinta,

... tiroid cinta engkau dan aku.

ss/spl/pm ... 04/03/2013.

BUNGA YANG LAYU DI PERSADA RINDU


BUNGA YANG LAYU DI PERSADA RINDU

Alangkah pedih
hiba
kita tatap gugurnya
... bunga yang layu di persada rindu
setelah teriknya mentari
kemarau di pinggir sepi
menggungiurkan satu persatu mimpi
yang akhirnya menjadi realiti.

SYAIR BIAR TULANG BERKECAI.



SYAIR BIAR TULANG BERKECAI.
MENYERAH TIDAK SEKALI.
Gugur perwiraku membela negara,
Harum jasamu bersemadi di pusara,
Luhur berbakti semangat membara,
... Penceroboh asing halaulah segera.

Tulang berkecai rebah ke tanah,
Nyawa terpisah pantang kalah,
Kedaulatan kita diceroboh salah,
Jiwa pejuangmu indah terserlah.

Biarlah darah melimpah di bumi,
Sungguh berani teguh bersemi,
Leluhur hatimu harum disulami,
Kasihkan negara indah diselami.

Kepada wira yang telah pergi,
Jasa dan budimu tidakkan rugi,
Bekas baktiku harum mewangi,
Akan dikenang kasihmu tinggi.

Jiwa dan raga kepada negara,
Gagah berjuang tiadalah tara,
Berpantang kalah terus mara,
Namamu diletak sebagai wira.

Biarpun jasadmu sudah terkulai,
Obor semangatmu tidak longlai,
Mara ke hadapan tak bisa lalai,
Pergorbanan tuan tidak ternilai.

Sungguh murni jiwa dan budimu,
Di saf hadapan musuh bertemu,
Penceroboh asing bagai tetamu,
Gaya pengecut musuh menjamu.

Jasadmu sudah ditembusi peluru,
Pengganas bangsat perlu diburu,
Pahlawan perkasa terus meluru,
Sanggup terkorban nusa diseru.

Slogan saja tidak bermakna,
Selagi peluru tidak terkena,
Tunjuk bukti dirimu berguna,
Luhur di hatimu tidak terlena.

Kendatipun nyawa sudah terlerai,
Gagah semangat bukanlah darai,
Sanggup berjuang perut terburai,
Selagi tak menang tidak bersurai.

Gugur wiraku sebagai pahlawan,
Sedia berkorban musuh dilawan,
Kepulanganmu ditangisi kawan,
Demi pertiwi terbukti setiakawan.

Al-fatihah kepada pahlawan yang gugur.

Ilham rasa,
PAUZI MOHD ISA,
Kg Serentang Baru,
35500 Bidor,Perak DR
4.3.2013, Isnin, Jam 6.00 petang.

" IKRAR PERWIRA


‎" IKRAR PERWIRA

Kamilah perwira negara
kami tidak kecut
kami tidak gentar
... untuk melangkah
demi satu perjuangan.

Demi tanah air tercinta
kami rela terkorban
dengan darah tersimbah
walau parah.

Usah menangis
usah merintih
jika kepulangan ini
bersama pengorbanan
kami telah bersumpah
akan sedia dihadapan
walau diri terpaksa dikorban
demi satu kedaulatan!.

~ Rusie ~
04.03.13
See More
" IKRAR PERWIRA 

Kamilah perwira negara
 kami tidak kecut
 kami tidak gentar
 untuk melangkah
 demi satu perjuangan.
 
walau pergi kami
 akan kembali sebagai kami
 atau kembali disambut
 sebagai jasad yang kaku.
 
Demi tanah air tercinta
 kami rela terkorban 
dengan darah tersimbah
 walau parah.

 Usah menangis
 usah merintih
 jika kepulangan ini
 bersama pengorbanan
 kami telah bersumpah
 akan sedia dihadapan
 walau diri terpaksa dikorban
 demi satu kedaulatan!.
 
~ Rusie ~
 04.03.13
 
 

~ ASA~


‎~ ASA~

Debur ombak ganas menghempas
Menyambut rinai menghimpun gerimis
Di hujung malam rindu terus bermagis
... Sayup terdengar suara bisik meratap tangis

Atas batu di gigi pantai
Ada jiwa gelisah menentang badai
Cuba mengutip buih-buih putih yang berderai
Cuba menghimpun mutiara kasih yang terlerai

Badai ombak terus-terusan menggempur hati.
Melindap temaran cahaya yang mematri
Bersungkawa menjulang pedih sebuah erti
Menazamkan lirih-lirih senandung sang pari-pari

Sudahkah tiba di titik penghujung ?
Hingga bisa bercerita tentang aral… tentang gagal
Membungkah asa melangkah… meredah terjal

Atau mungkinkah itu hanya titik mula ?
Menegak atma berpuingkan tunjang akal jiwa
Yang tiada pernah terlihat di mana pengakhirannya..
~ ASA~

Debur ombak ganas menghempas
Menyambut rinai menghimpun gerimis 
Di hujung malam rindu terus bermagis
Sayup terdengar suara bisik meratap tangis

Atas batu di gigi pantai 
Ada jiwa gelisah menentang badai 
Cuba mengutip buih-buih putih yang berderai
Cuba menghimpun mutiara kasih yang terlerai

Badai ombak terus-terusan menggempur hati.
Melindap temaran cahaya yang mematri
Bersungkawa menjulang pedih sebuah erti
Menazamkan lirih-lirih senandung sang pari-pari

Sudahkah tiba di titik penghujung ?
Hingga bisa bercerita tentang aral… tentang gagal
Membungkah asa melangkah… meredah terjal

Atau mungkinkah itu hanya titik mula ?
Menegak atma berpuingkan tunjang akal jiwa
Yang tiada pernah terlihat di mana pengakhirannya....

Tangan Tergari Berbau Kikir


Tangan Tergari Berbau Kikir

bagaimana kubisa mengungkap bicara
dalam temaram pelita yang penuh jelaga
ada derita berkampung di bibir kehidupan
... tak pernah usai hingga senja menjamah malam
merekalah peribumi yang tidak terbela nasib
setelah berdekad mentekuni tanah tandus
yang dasarnya mengalir air rahmat
mereka tidak bisa menggapai harap
dalam pedih hati dan terkalang mata
tangan-tangan tergari berbau kikir
sedang cacing-cacing aman berlindung
melembab lingkungan
mencipta legasi dengan akal membelit
dalam keberadaannya yang kukuh bersatu
merekalah bakal menimbuni pundak
memutihkan mata para penekun
terjepit dalam ketandusan yang tak terbela.

Abdullah Tahir - 4 Mac 2013.